Gerakan Tanam Kedelai Bersama Perkuat Ketahanan Pangan Bone
Kamis, 01 Okt 2026 11:20
Gerakan Bersama Tanam Kedelai di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Kamis (1/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
BONE - Gerakan Bersama Tanam Kedelai di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Kamis (1/10/2026), menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Kegiatan tersebut dihadiri Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI A. Abd Azis, S.H., M.H., Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, Kementerian Pertanian RI, Kodaeral VI, penyuluh pertanian, TNI-Polri, dunia usaha, serta masyarakat dan petani setempat.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, kedelai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi bahan baku berbagai produk pangan, seperti tahu dan tempe.
“Kedelai ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari kedelai lahir tahu, tempe dan berbagai produk olahan yang setiap hari kita konsumsi. Karena itu, gerakan tanam hari ini bukan hanya soal menanam benih, tetapi bagaimana kita membangun kekuatan pangan dari desa dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pengembangan komoditas kedelai membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, penyuluh, TNI, dunia usaha hingga masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program tersebut berjalan berkelanjutan.
“Kalau petani, penyuluh, pemerintah, TNI, dunia usaha dan masyarakat bergerak bersama, yang kita hasilkan bukan hanya kedelai. Kita juga membangun usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Andi Asman juga menekankan pentingnya kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Menurutnya, petani tidak cukup hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga perlu mendapat kepastian penyerapan hasil panen.
“Petani jangan hanya kita dorong untuk menanam, tetapi harus kita pikirkan juga siapa yang membeli dan bagaimana hasil panennya terserap. Kalau pasar jelas, petani akan lebih yakin, produksi meningkat dan kesejahteraan mereka juga ikut tumbuh,” jelasnya.
Ia berharap gerakan tanam kedelai di Kajaolaliddong dapat menjadi percontohan untuk dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Bone.
“Mari kita mulai dari desa ini. Kita tanam, kita rawat bersama, kita ukur hasilnya dan kita evaluasi. Kalau berhasil, model ini kita kembangkan ke wilayah lain. Kita ingin Kajaolaliddong bukan hanya menjadi tempat menanam kedelai, tetapi bisa menjadi salah satu contoh sentra kedelai di Kabupaten Bone,” tutur Andi Asman.
Sementara itu, Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI A. Abd Azis mengatakan, gerakan tanam kedelai tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan. TNI memiliki komitmen untuk ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut,” ujar A. Abd Azis.
Ia menegaskan, TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung program yang berkaitan dengan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) agar keberadaan TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pesan Bapak Kasad sangat jelas, di mana masyarakat membutuhkan, di situ kami diwajibkan hadir. Karena itu, TNI tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.
A. Abd Azis turut mengapresiasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone, serta masyarakat Desa Kajaolaliddong yang telah mendukung pelaksanaan gerakan tanam kedelai tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone dan secara khusus kepada masyarakat Desa Kajaolaliddong yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti pada kegiatan tanam saja, tetapi terus berlanjut hingga panen dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Kajaolaliddong ke depan dapat berkembang menjadi salah satu kawasan sentra produksi kedelai di Kabupaten Bone.
“Harapan kita, ke depan tempat ini dapat menjadi sentra kedelai. Tentunya hal itu membutuhkan kerja sama, pendampingan dan konsistensi dari semua pihak. Kalau kita mulai bersama dan kita rawat bersama, insyaallah hasilnya juga akan kita nikmati bersama,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI A. Abd Azis, S.H., M.H., Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., jajaran Pemerintah Kabupaten Bone, Kementerian Pertanian RI, Kodaeral VI, penyuluh pertanian, TNI-Polri, dunia usaha, serta masyarakat dan petani setempat.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, kedelai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat karena menjadi bahan baku berbagai produk pangan, seperti tahu dan tempe.
“Kedelai ini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari kedelai lahir tahu, tempe dan berbagai produk olahan yang setiap hari kita konsumsi. Karena itu, gerakan tanam hari ini bukan hanya soal menanam benih, tetapi bagaimana kita membangun kekuatan pangan dari desa dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Andi Asman.
Menurutnya, pengembangan komoditas kedelai membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, penyuluh, TNI, dunia usaha hingga masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program tersebut berjalan berkelanjutan.
“Kalau petani, penyuluh, pemerintah, TNI, dunia usaha dan masyarakat bergerak bersama, yang kita hasilkan bukan hanya kedelai. Kita juga membangun usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Andi Asman juga menekankan pentingnya kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Menurutnya, petani tidak cukup hanya didorong untuk meningkatkan produksi, tetapi juga perlu mendapat kepastian penyerapan hasil panen.
“Petani jangan hanya kita dorong untuk menanam, tetapi harus kita pikirkan juga siapa yang membeli dan bagaimana hasil panennya terserap. Kalau pasar jelas, petani akan lebih yakin, produksi meningkat dan kesejahteraan mereka juga ikut tumbuh,” jelasnya.
Ia berharap gerakan tanam kedelai di Kajaolaliddong dapat menjadi percontohan untuk dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Bone.
“Mari kita mulai dari desa ini. Kita tanam, kita rawat bersama, kita ukur hasilnya dan kita evaluasi. Kalau berhasil, model ini kita kembangkan ke wilayah lain. Kita ingin Kajaolaliddong bukan hanya menjadi tempat menanam kedelai, tetapi bisa menjadi salah satu contoh sentra kedelai di Kabupaten Bone,” tutur Andi Asman.
Sementara itu, Dankodaeral VI Laksamana Muda TNI A. Abd Azis mengatakan, gerakan tanam kedelai tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung arahan Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari instruksi Bapak Presiden Republik Indonesia dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan. TNI memiliki komitmen untuk ikut mengambil bagian dalam upaya tersebut,” ujar A. Abd Azis.
Ia menegaskan, TNI akan terus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung program yang berkaitan dengan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan pesan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) agar keberadaan TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pesan Bapak Kasad sangat jelas, di mana masyarakat membutuhkan, di situ kami diwajibkan hadir. Karena itu, TNI tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ungkapnya.
A. Abd Azis turut mengapresiasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone, serta masyarakat Desa Kajaolaliddong yang telah mendukung pelaksanaan gerakan tanam kedelai tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Bone dan secara khusus kepada masyarakat Desa Kajaolaliddong yang telah mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini tidak berhenti pada kegiatan tanam saja, tetapi terus berlanjut hingga panen dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap Kajaolaliddong ke depan dapat berkembang menjadi salah satu kawasan sentra produksi kedelai di Kabupaten Bone.
“Harapan kita, ke depan tempat ini dapat menjadi sentra kedelai. Tentunya hal itu membutuhkan kerja sama, pendampingan dan konsistensi dari semua pihak. Kalau kita mulai bersama dan kita rawat bersama, insyaallah hasilnya juga akan kita nikmati bersama,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Gau Maraja 2026 Ditutup Meriah, Jacson Zeran Bikin Lapangan Merdeka Bergemuruh
Malam penutupan Gau Maraja 2026 berlangsung meriah di Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, Rabu (30/9/2026).
Kamis, 01 Okt 2026 12:19
Sulsel
Passompe Mattana Bone, Bupati Andi Asman Ajak Perantau Perkuat Kekeluargaan
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman membuka kegiatan Passompe Mattana Bone yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Gau Maraja 2026, di Aula Lateya Riduni, Kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin (28/9/2026).
Senin, 28 Sep 2026 15:28
Sulsel
Bupati Bone Apresiasi Kementerian Kebudayaan Tetapkan Gau Maraja 2026 di Bone
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas penempatan Gau Maraja Tahun 2026 di Kabupaten Bone.
Minggu, 27 Sep 2026 13:09
Sulsel
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani
PSMTI Bersatu bersama Forum Tionghoa Kabupaten Bone (FORKITA) menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian sembako di Kabupaten Bone, Sabtu (26/9/2026).
Sabtu, 26 Sep 2026 16:59
News
Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bone Ditargetkan Rampung 1 Juli 2027
Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) PT Berdikari (Persero) di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 1 Juli 2027.
Sabtu, 26 Sep 2026 01:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
3
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
4
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
5
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
2
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
3
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
4
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
5
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI