Prof Suwardi Annas Diantar Ketua PWNU Sulsel Daftar Pilrek UNM, Kantongi 30% Dukungan Voters
Rabu, 07 Okt 2026 14:55
Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas menyerahkan berkas pencalonannya ke panitia Pilrek UNM di Gedung Pinisi UNM pada Rabu (7/10/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas mantap maju di Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM. Ia resmi menyerahkan berkas pencalonannya ke panitia di Gedung Pinisi UNM pada Rabu (7/10/2026).
Prof Suwardi Annas diantar langsung oleh orang-orang ternama. Mulai dari Ketua PWNU Sulsel, Profesor Doctor K.H. Hamzah Harun Al Rasyid hingga 50 guru besar dari perwakilan setiap fakultas di UNM.
"Kemudian saya didampingi oleh ketua tim kami Bapak Prof. Dr. Hasmath, bersama lima dekan lainnya yang ada di tim kami. Itu adalah jaminan bahwa insyaallah Pilrek kali ini akan lancar dan tertib," kata Prof Suwardi usai mengembalikan berkas pencalonannya.
Prof Suwardi Annas menyampaikan alasannya bertarung di Pilrek. Salah satunya karena UNM ini punya sejarah panjang, yang tahun ini sudah berusia 65 tahun.
"Ya tentu kami merasa terpanggil untuk melanjutkan estafet kepemimpinan untuk menjaga, menguatkan, dan mengembangkan legasi dan karya-karya yang telah dihadirkan oleh pendahulu kita. Itu alasan pertama," ujarnya.
Alasan kedua kata Prof Suwardi Annas, UNM saat ini semakin kuat dari segi sumber daya. Jumlah dosen dan prodi semakin banyak dan berkualitas, mahasiswa semakin tumbuh dan berkembang, hingga inovasi riset-riset kian produktif.
"Oleh karena itu, kalau saya diberi amanah untuk menjadi Rektor UNM, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin mensinergikan semua potensi yang ada untuk memajukan UNM yang semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, dan juga tetap berakar pada kearifan lokal," ujarnya.
Prof Suwardi Annas sejatinya memiliki modal dan kapasitas yang mumpuni. Ia memiliki perjalanan panjang sebagai Wakil Dekan selama 8 tahun, dan sudah memasuki tahun ke-8 sebagai dekan.
Ia mengaku sangat memahami karakteristik dan apa-apa yang menjadi masalah dan kelebihan-kelebihan yang bisa dikembangkan di UNM.
Dekan FMIPA ini memiliki rekam jejak pendidikan yang luar biasa. Mulai dari UNM, IPB University, hingga Osaka Prefecture University.
"Saya kira itu adalah modal untuk saya bagaimana menerapkan pengalaman-pengalaman, pengetahuan dan pengalaman yang pernah saya raih baik di jenjang S1, S2, dan S3. Itu alasan saya," paparnya.
Prof Suwardi Annas juga punya cara untuk meredam konflik antarmahasiswa. Salah satunya dengan menerapkan kepemimpinan inklusif.
"Artinya, kita harus melibatkan semua dan untuk semua. Tidak ada orang yang merasa tertinggal dalam pengambilan kemajuan dari Universitas Negeri Makassar. Jadi tidak ada yang merasa tertinggal, apakah itu pimpinan, dosen, mahasiswa, harus semua terlibat di dalam pengambilan kebijakan. Dan kemajuan UNM harus juga mereka rasakan bersama. Nah, itulah salah satu cara untuk bagaimana UNM ini bisa aman, damai, dan tentram dalam kita ber-Tridharma," bebernya.
Soal komunikasi dukungan 64 voters, Prof Suwardi Annas mengaku telah didukung oleh lebih 30% anggota Senat. Menurutna, itu adalah jaminan tiket masuk 3 besar.
"Ya, masuk 3 besar. Dan kami berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Jadi kami melihat lebih 30% itu bukan hanya sekadar jumlah, tapi itu juga adalah wahana diskusi gagasan," bebernya.
"Kami tidak hanya bicara dukung-mendukung, tapi setiap kali kami ketemu dengan anggota Senat, kami berdiskusi seperti apa UNM saat ini, apa yang bisa dikembangkan dan akan dimenangkan UNM. Bukan hanya sebatas dukung-mendukung. Ya, seperti itu," tandasnya.
Prof Suwardi Annas diantar langsung oleh orang-orang ternama. Mulai dari Ketua PWNU Sulsel, Profesor Doctor K.H. Hamzah Harun Al Rasyid hingga 50 guru besar dari perwakilan setiap fakultas di UNM.
"Kemudian saya didampingi oleh ketua tim kami Bapak Prof. Dr. Hasmath, bersama lima dekan lainnya yang ada di tim kami. Itu adalah jaminan bahwa insyaallah Pilrek kali ini akan lancar dan tertib," kata Prof Suwardi usai mengembalikan berkas pencalonannya.
Prof Suwardi Annas menyampaikan alasannya bertarung di Pilrek. Salah satunya karena UNM ini punya sejarah panjang, yang tahun ini sudah berusia 65 tahun.
"Ya tentu kami merasa terpanggil untuk melanjutkan estafet kepemimpinan untuk menjaga, menguatkan, dan mengembangkan legasi dan karya-karya yang telah dihadirkan oleh pendahulu kita. Itu alasan pertama," ujarnya.
Alasan kedua kata Prof Suwardi Annas, UNM saat ini semakin kuat dari segi sumber daya. Jumlah dosen dan prodi semakin banyak dan berkualitas, mahasiswa semakin tumbuh dan berkembang, hingga inovasi riset-riset kian produktif.
"Oleh karena itu, kalau saya diberi amanah untuk menjadi Rektor UNM, maka saya akan berusaha semaksimal mungkin mensinergikan semua potensi yang ada untuk memajukan UNM yang semakin maju, berkarakter, bereputasi internasional, dan juga tetap berakar pada kearifan lokal," ujarnya.
Prof Suwardi Annas sejatinya memiliki modal dan kapasitas yang mumpuni. Ia memiliki perjalanan panjang sebagai Wakil Dekan selama 8 tahun, dan sudah memasuki tahun ke-8 sebagai dekan.
Ia mengaku sangat memahami karakteristik dan apa-apa yang menjadi masalah dan kelebihan-kelebihan yang bisa dikembangkan di UNM.
Dekan FMIPA ini memiliki rekam jejak pendidikan yang luar biasa. Mulai dari UNM, IPB University, hingga Osaka Prefecture University.
"Saya kira itu adalah modal untuk saya bagaimana menerapkan pengalaman-pengalaman, pengetahuan dan pengalaman yang pernah saya raih baik di jenjang S1, S2, dan S3. Itu alasan saya," paparnya.
Prof Suwardi Annas juga punya cara untuk meredam konflik antarmahasiswa. Salah satunya dengan menerapkan kepemimpinan inklusif.
"Artinya, kita harus melibatkan semua dan untuk semua. Tidak ada orang yang merasa tertinggal dalam pengambilan kemajuan dari Universitas Negeri Makassar. Jadi tidak ada yang merasa tertinggal, apakah itu pimpinan, dosen, mahasiswa, harus semua terlibat di dalam pengambilan kebijakan. Dan kemajuan UNM harus juga mereka rasakan bersama. Nah, itulah salah satu cara untuk bagaimana UNM ini bisa aman, damai, dan tentram dalam kita ber-Tridharma," bebernya.
Soal komunikasi dukungan 64 voters, Prof Suwardi Annas mengaku telah didukung oleh lebih 30% anggota Senat. Menurutna, itu adalah jaminan tiket masuk 3 besar.
"Ya, masuk 3 besar. Dan kami berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Jadi kami melihat lebih 30% itu bukan hanya sekadar jumlah, tapi itu juga adalah wahana diskusi gagasan," bebernya.
"Kami tidak hanya bicara dukung-mendukung, tapi setiap kali kami ketemu dengan anggota Senat, kami berdiskusi seperti apa UNM saat ini, apa yang bisa dikembangkan dan akan dimenangkan UNM. Bukan hanya sebatas dukung-mendukung. Ya, seperti itu," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
Prof Hasmyati menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang.
Selasa, 06 Okt 2026 08:35
News
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
Pengalaman dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebelumnya tidak membuat Prof Hasmyati memutus hubungan dengan para kolega di lingkungan kampus.
Kamis, 01 Okt 2026 17:14
News
HMPS Pendidikan Sosiologi FIS-H UNM Sukses Gelar Sociology Competition Vol. 4
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Sociology Competition Vol. 4 di Kampus UNM Gunung Sari, 24–27 September 2026.
Senin, 28 Sep 2026 17:15
News
4 Bacalon Konfirmasi Daftar Pemilihan Rektor UNM
Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) mencatat empat nama bakal calon (bacalon) rektor yang telah mengonfirmasi keikutsertaan dalam proses pemilihan Rektor UNM.
Jum'at, 25 Sep 2026 18:03
News
Prof Eko Hadi Sujiono Daftar Pilrek UNM, Bawa Konsep Corporate University
Prof Eko Hadi Sujiono resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (bacalon) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk periode 2027–2031 di lantai 13 Menara Pinisi UNM.
Jum'at, 25 Sep 2026 17:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
MK Tak Menemukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
3
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
4
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
5
MK Tak Menemukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA