KPU Luwu Timur Gelar Bedah Buku Evaluasi Pilkada 2024 Secara Daring
Rabu, 14 Okt 2026 17:55
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur menggelar Bedah Buku Seri 2 berjudul "Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024" secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (14/10/2026). Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur menggelar Bedah Buku Seri 2 berjudul "Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024" secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (14/10/2026).
Forum ini dipakai untuk meninjau kembali penyelenggaraan Pilkada 2024, mulai dari proses, tantangan, hingga bagian yang masih perlu diperkuat.
Diskusi menghadirkan Prof Muhammad, sebagai narasumber sekaligus penulis buku. Dr Irfan Yahya, hadir sebagai panelis, sementara Yusril Hidayat, memandu jalannya diskusi sebagai moderator.
Irfan Lahabu membuka kegiatan lewat opening speech. Ia menekankan pentingnya forum diskusi dan kajian literatur untuk memperluas wawasan dan membangun pemahaman kritis tentang penyelenggaraan pemilihan.
Menurut Irfan, bedah buku tidak sekadar membahas isi sebuah karya. "Forum semacam ini juga diharapkan menjadi momentum menggali pembelajaran dan merumuskan gagasan untuk memperkuat tata kelola pemilu dan pemilihan pada masa mendatang," kata dia.
Dalam sesi pemaparan, Prof Muhammad menguraikan gagasan dan substansi bukunya.
Ia mengarahkan pembahasan pada pentingnya meninjau ulang pelaksanaan Pilkada sebagai bahan belajar bersama.
Pengalaman, tantangan, dan dinamika selama proses penyelenggaraan, kata dia, perlu menjadi dasar peningkatan kualitas pemilihan berikutnya.
Diskusi kemudian diperkaya tanggapan Dr Irfan Yahya. Sebagai panelis, ia memberikan perspektif atas substansi buku yang dibahas.
Pertukaran pandangan antara narasumber dan panelis membuka ruang bagi peserta untuk memahami persoalan penyelenggaraan Pilkada secara lebih mendalam sekaligus melihat peluang perbaikan dari berbagai sudut pandang.
"Penyelenggaraan Bedah Buku Seri 2 ini diharapkan mendorong tumbuhnya budaya literasi kepemiluan dan memperkuat tradisi diskusi ilmiah," kata dia.
Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya evaluasi di setiap tahapan demokrasi.
Bagi penyelenggara, bedah buku ini tidak hanya menjadi upaya menengok pemilihan yang telah berlangsung.
Forum ini dipandang sebagai langkah strategis membangun sistem pemilihan yang semakin berkualitas, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Forum ini dipakai untuk meninjau kembali penyelenggaraan Pilkada 2024, mulai dari proses, tantangan, hingga bagian yang masih perlu diperkuat.
Diskusi menghadirkan Prof Muhammad, sebagai narasumber sekaligus penulis buku. Dr Irfan Yahya, hadir sebagai panelis, sementara Yusril Hidayat, memandu jalannya diskusi sebagai moderator.
Irfan Lahabu membuka kegiatan lewat opening speech. Ia menekankan pentingnya forum diskusi dan kajian literatur untuk memperluas wawasan dan membangun pemahaman kritis tentang penyelenggaraan pemilihan.
Menurut Irfan, bedah buku tidak sekadar membahas isi sebuah karya. "Forum semacam ini juga diharapkan menjadi momentum menggali pembelajaran dan merumuskan gagasan untuk memperkuat tata kelola pemilu dan pemilihan pada masa mendatang," kata dia.
Dalam sesi pemaparan, Prof Muhammad menguraikan gagasan dan substansi bukunya.
Ia mengarahkan pembahasan pada pentingnya meninjau ulang pelaksanaan Pilkada sebagai bahan belajar bersama.
Pengalaman, tantangan, dan dinamika selama proses penyelenggaraan, kata dia, perlu menjadi dasar peningkatan kualitas pemilihan berikutnya.
Diskusi kemudian diperkaya tanggapan Dr Irfan Yahya. Sebagai panelis, ia memberikan perspektif atas substansi buku yang dibahas.
Pertukaran pandangan antara narasumber dan panelis membuka ruang bagi peserta untuk memahami persoalan penyelenggaraan Pilkada secara lebih mendalam sekaligus melihat peluang perbaikan dari berbagai sudut pandang.
"Penyelenggaraan Bedah Buku Seri 2 ini diharapkan mendorong tumbuhnya budaya literasi kepemiluan dan memperkuat tradisi diskusi ilmiah," kata dia.
Kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya evaluasi di setiap tahapan demokrasi.
Bagi penyelenggara, bedah buku ini tidak hanya menjadi upaya menengok pemilihan yang telah berlangsung.
Forum ini dipandang sebagai langkah strategis membangun sistem pemilihan yang semakin berkualitas, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
KPU Luwu Timur Tetapkan 237.754 Pemilih Berkelanjutan Triwulan III 2026
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur menetapkan jumlah pemilih berkelanjutan sebanyak 237.754 orang dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2026.
Selasa, 29 Sep 2026 23:19
Sulsel
KPU Lutim Dampingi Debat Calon Ketua OSIS SMAN 2 Wotu, Pemuda Diminta Jadi Pengawas Demokrasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur mendampingi debat kandidat calon Ketua OSIS SMA Negeri 2 Luwu Timur di Kecamatan Wotu, Senin (28/9/2026).
Senin, 28 Sep 2026 15:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Cinta Lintas Negara, Cerita Pria Bone Nikahi Perempuan Swedia
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Target Kembalikan Kejayaan Golkar, AMPI Lutim Kini Dipimpin Bangkit Revormansyah
4
Toyota Auto Show 2026 Hadirkan Land Cruiser FJ Perdana di Makassar
5
Cinta Lintas Negara, Cerita Pria Bone Nikahi Perempuan Swedia