PLTS Pulau Balang Caddi Kembali Beroperasi, Andi Amar Dorong Pemerataan Listrik

Sabtu, 17 Okt 2026 13:03
PLTS Pulau Balang Caddi Kembali Beroperasi, Andi Amar Dorong Pemerataan Listrik
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Balang Caddi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali beroperasi setelah mendapat bantuan dan perbaikan. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Balang Caddi, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali beroperasi setelah mendapat bantuan dan perbaikan. Upaya ini menjadi tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait keterbatasan akses listrik di wilayah kepulauan tersebut.

Anggota DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman turut mendorong penyelesaian persoalan kelistrikan tersebut melalui koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan. Perbaikan PLTS ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Forum CSR Sulsel, serta dukungan dunia usaha melalui Bank Sulselbar dan PT Semen Tonasa.

Andi Amar mengatakan, perbaikan fasilitas PLTS berawal dari keluhan masyarakat yang disampaikan kepadanya. Aspirasi tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi agar segera ditindaklanjuti.

“Kami hanya mendengarkan keluhan masyarakat, kemudian berkoordinasi dengan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Alhamdulillah, aspirasi tersebut langsung ditindaklanjuti,” kata Andi Amar dalam kegiatan di Pulau Balang Caddi, Sabtu (17/10/2026).

Ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat kini dapat kembali menikmati akses listrik. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.

Andi Amar juga mengingatkan warga agar menjaga dan merawat fasilitas PLTS sehingga dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain mendorong pemerataan akses listrik, Andi Amar mengungkapkan gagasan pemanfaatan teknologi pembangkit listrik tenaga sampah sebagai salah satu alternatif penyediaan energi bagi masyarakat kepulauan.

Gagasan tersebut muncul setelah ia melihat teknologi pengolahan sampah menjadi energi saat melakukan kunjungan bisnis ke Tiongkok.

Menurutnya, teknologi tersebut berpotensi menghadirkan dua manfaat sekaligus, yakni membantu mengatasi persoalan sampah dan menyediakan sumber energi listrik bagi masyarakat.

“Ke depannya, saya berpikir bahwa teknologi serupa berpotensi dikembangkan untuk masyarakat di wilayah kepulauan. Dengan demikian, sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut memerlukan kajian lebih lanjut agar sesuai dengan kondisi wilayah, kebutuhan energi, serta kemampuan pengelolaan di tingkat masyarakat.

Perwakilan Forum CSR Sulsel, Dr Tunreng, menyebut Andi Amar Ma’ruf Sulaiman sebagai salah satu pihak yang menginisiasi upaya perbaikan PLTS di Pulau Balang Caddi.

Ia menjelaskan, aspirasi masyarakat tersebut ditindaklanjuti melalui koordinasi Forum CSR Sulsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memastikan fasilitas kelistrikan kembali memberikan manfaat bagi warga.

“Kami dari Forum CSR Sulsel bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menindaklanjuti aspirasi tersebut. Kami berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas PLTS ini dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” kata La Tunreng.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Selatan, Kasman, mengatakan, penanganan persoalan listrik di Pulau Balang Caddi merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang disampaikan melalui Andi Amar.

Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Selatan, pihaknya bersama Forum CSR Sulsel berupaya merespons kebutuhan warga. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sulselbar dan PT Semen Tonasa atas dukungan terhadap perbaikan PLTS tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Tonasa dan Bank Sulselbar atas bantuan yang telah diberikan. Ke depannya, kami berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi serta bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas PLTS ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Kasman, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) berperan penting dalam mendukung pembangunan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan.

Perwakilan masyarakat Pulau Balang Caddi, Nasri, menyampaikan rasa syukur atas perbaikan PLTS yang memungkinkan warga kembali menikmati akses listrik.

“Alhamdulillah, penderitaan yang selama ini kami rasakan akhirnya sedikit demi sedikit terobati. Kami kembali merasakan terang benderangnya kehidupan di pulau kami setelah sekian lama menghadapi keterbatasan akses listrik,” ungkap Nasri.

Ia memastikan masyarakat siap menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.“Insyaallah, fasilitas PLTS ini akan kami jaga dan rawat sebaik mungkin bersama seluruh masyarakat Pulau Balang Caddi agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang,” tambahnya.

Kegiatan perbaikan dan penyerahan bantuan PLTS ini turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Sulsel Kasman, Forum CSR Sulsel, Kapolsek Liukang Tupabbiring AKP Aliadi, Lurah Mattiro Bintang Suwadi, perwakilan Bank Sulselbar dan PT Semen Tonasa, jajaran pemerintah daerah, Kelompok PLTS Bintang Bersinar, serta tokoh masyarakat setempat.

Beroperasinya kembali PLTS Pulau Balang Caddi diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong pemerataan akses energi di Kabupaten Pangkep. Sinergi pemerintah, wakil rakyat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan layanan listrik sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah kepulauan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru