Pemkab Gowa Peringkat Kelima Jamsostek Award 2026

Kamis, 22 Okt 2026 15:41
Pemkab Gowa Peringkat Kelima Jamsostek Award 2026
Penyerahan penghargaan pada ajang Jamsostek Award 2026. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih peringkat kelima pada Penganugerahan Jamsostek Award 2026 Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar, Rabu (21/10/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gowa, Muhammad Sabir.

Sabir mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.

"Alhamdulillah pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut, kita meraih peringkat 5 besar," ujarnya.

Selain Pemkab Gowa, penghargaan Jamsostek Award 2026 diberikan dalam empat kategori, yakni pemerintah kabupaten/kota, usaha mikro dan kecil, usaha besar dan menengah, serta pemerintah desa. Dalam kategori pemerintah desa, Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng, berhasil meraih peringkat ketiga.

"Untuk Kategori Pemerintah Desa, ada salah satu desa kita yang dapat, yaitu Desa Tangkebajeng, Kecamatan Bajeng meraih Peringkat Ke-3," ungkapnya.

Sabir menjelaskan, Kabupaten Gowa juga melampaui target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) 2025. Jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebanyak 117.626 orang, melampaui target 107.296 peserta atau mencapai 109,6 persen.

Ke depan, Pemkab Gowa berkomitmen memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Salah satu upaya yang disiapkan adalah mendorong pembentukan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang saat ini masih berproses di DPRD Gowa.

Sabir mengatakan perluasan perlindungan juga direncanakan menyasar pekerja keagamaan dan pekerja rentan di seluruh kelurahan di Kabupaten Gowa.

"Ke depan kita akan perluas lagi, tahun depan kita targetkan pekerja keagamaan seperti pengurus atau marbot masjid dan guru mengaji. kemudian pekerja rentan di semua kelurahan Kabupaten Gowa," ungkapnya.

Pj Sekda Sulsel, Andi Winarno Eka Putra, turut mengapresiasi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perusahaan yang berkomitmen memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat komitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja,” ujarnya.

Andi Winarno juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota serta perusahaan swasta untuk memastikan para pekerja terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Bagi pekerja bukan penerima upah, khususnya pekerja rentan seperti pekerja keagamaan, petani, nelayan, sopir angkot, tukang becak, dan lain sebagainya, saya meminta kepada bupati dan wali kota untuk melindungi pekerja tersebut dengan penganggaran dalam APBD kabupaten/kota dan APBDes,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Mintje Wattu, mendorong pemerintah daerah memperkuat perlindungan pekerja rentan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.

Menurut Mintje, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk menerapkan regulasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara konsisten.

“Dengan dilakukannya UCJ Award ini, pemerintah daerah didorong untuk bisa fokus ke sana. Karena itu, penghargaan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi bersama beberapa kementerian kepada pemerintah daerah yang menjalankan program dengan baik,” ujarnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru