Selamatkan Teluk Bone dari Sampah Plastik, Literasea Gelar Cleanup di Sungai Bulu
Maman Sukirman
Minggu, 25 Jan 2026 15:47
Bone - Literasea, gerakan masyarakat peduli lingkungan di Teluk Bone, melaksanakan aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, Sabtu, (24/1/2026).
Aksi ini berhasil mengangkat sekitar 70 kg sampah plastik yang dikumpulkan dalam lima karung besar. Kegiatan melibatkan para relawan Literasea dan warga setempat, menggunakan lima perahu untuk menjangkau titik-titik sampah di sungai. Dukungan penuh diberikan oleh Kepala Desa Kading, Andi Tuty Suryani, yang turut memfasilitasi keterlibatan warga.
Pendiri Literasea, Bakti Munir, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program Bersih Sungai untuk mencegah sampah plastik mengalir ke laut. “Setiap hari, ratusan kilogram sampah plastik dibuang melalui sungai-sungai yang bermuara di Teluk Bone. Hari ini kami memulai aksi nyata di Sungai Bulu agar pencemaran tidak terus merusak ekosistem dan mengancam biota laut,” ujarnya.
Bakti memaparkan dampak buruk sampah plastik yang sangat nyata bagi masyarakat pesisir. Dari sisi ekonomi, pencemaran membuat nelayan semakin sulit menangkap ikan karena habitat terganggu, serta mengganggu budidaya rumput laut di sekitar muara. “Laut adalah lahan nafkah ribuan nelayan Teluk Bone. Sampah plastik membuat mereka harus melaut lebih jauh ke tengah laut,” katanya.
Dari sisi kesehatan, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik masuk ke rantai makanan biota laut. Mikroplastik dimakan ikan kecil, berpindah ke ikan besar, hingga akhirnya sampai di meja makan masyarakat. “Para ahli memperingatkan bahaya mikroplastik dalam tubuh manusia, termasuk risiko kanker dan penyakit kulit,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, sampah plastik memperparah emisi karbon dan pemanasan global. Botol plastik yang tidak terurai selama puluhan tahun melepaskan gas metana saat mengapung di laut, sehingga memperburuk perubahan iklim. Literasea memopulerkan hashtag #TelukBoneBiru untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mengurangi pemakaian plastik dan tidak lagi membuang sampah ke sungai. “Kami memulai dari rumah sendiri di Teluk Bone, karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” tegas Bakti.
Aksi Bersih Sungai Literasea akan terus dilakukan secara rutin di sungai-sungai yang bermuara Teluk Bone. Selain itu, Literasea memiliki tiga program utama lainnya:
1.Edukasi anak pesisirmelalui gerakan #BotolJadiBuku: anak SD dan SMP di pesisir Teluk Bone mendapat buku bacaan dengan menukar botol plastik, sekaligus belajar cinta laut melalui cerita dan dongeng di Rumah Baca Literasea.
2.Merawat Mangrove di sekitar muara Teluk Bone untuk melindungi pesisir dan menyerap karbon.
3.Mitigasi Iklim melalui edukasi masyarakat pesisir tentang dampak perubahan iklim terhadap kehidupan dan cara menguranginya.
“Meskipun ini langkah kecil, kami yakin manfaatnya sangat besar bagi bumi, laut, dan generasi mendatang,” tutup Bakti.
Aksi ini berhasil mengangkat sekitar 70 kg sampah plastik yang dikumpulkan dalam lima karung besar. Kegiatan melibatkan para relawan Literasea dan warga setempat, menggunakan lima perahu untuk menjangkau titik-titik sampah di sungai. Dukungan penuh diberikan oleh Kepala Desa Kading, Andi Tuty Suryani, yang turut memfasilitasi keterlibatan warga.
Pendiri Literasea, Bakti Munir, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program Bersih Sungai untuk mencegah sampah plastik mengalir ke laut. “Setiap hari, ratusan kilogram sampah plastik dibuang melalui sungai-sungai yang bermuara di Teluk Bone. Hari ini kami memulai aksi nyata di Sungai Bulu agar pencemaran tidak terus merusak ekosistem dan mengancam biota laut,” ujarnya.
Bakti memaparkan dampak buruk sampah plastik yang sangat nyata bagi masyarakat pesisir. Dari sisi ekonomi, pencemaran membuat nelayan semakin sulit menangkap ikan karena habitat terganggu, serta mengganggu budidaya rumput laut di sekitar muara. “Laut adalah lahan nafkah ribuan nelayan Teluk Bone. Sampah plastik membuat mereka harus melaut lebih jauh ke tengah laut,” katanya.
Dari sisi kesehatan, sampah plastik yang terurai menjadi mikroplastik masuk ke rantai makanan biota laut. Mikroplastik dimakan ikan kecil, berpindah ke ikan besar, hingga akhirnya sampai di meja makan masyarakat. “Para ahli memperingatkan bahaya mikroplastik dalam tubuh manusia, termasuk risiko kanker dan penyakit kulit,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut, sampah plastik memperparah emisi karbon dan pemanasan global. Botol plastik yang tidak terurai selama puluhan tahun melepaskan gas metana saat mengapung di laut, sehingga memperburuk perubahan iklim. Literasea memopulerkan hashtag #TelukBoneBiru untuk menggugah kesadaran masyarakat agar mengurangi pemakaian plastik dan tidak lagi membuang sampah ke sungai. “Kami memulai dari rumah sendiri di Teluk Bone, karena perubahan besar dimulai dari langkah kecil,” tegas Bakti.
Aksi Bersih Sungai Literasea akan terus dilakukan secara rutin di sungai-sungai yang bermuara Teluk Bone. Selain itu, Literasea memiliki tiga program utama lainnya:
1.Edukasi anak pesisirmelalui gerakan #BotolJadiBuku: anak SD dan SMP di pesisir Teluk Bone mendapat buku bacaan dengan menukar botol plastik, sekaligus belajar cinta laut melalui cerita dan dongeng di Rumah Baca Literasea.
2.Merawat Mangrove di sekitar muara Teluk Bone untuk melindungi pesisir dan menyerap karbon.
3.Mitigasi Iklim melalui edukasi masyarakat pesisir tentang dampak perubahan iklim terhadap kehidupan dan cara menguranginya.
“Meskipun ini langkah kecil, kami yakin manfaatnya sangat besar bagi bumi, laut, dan generasi mendatang,” tutup Bakti.
(MAS)
Foto Terkait
Hari Mangrove Sedunia, Literasea Selamatkan Pohon dari Jeratan Sampah
Memperingati Hari Mangrove Sedunia yang jatuh pada 26 Juli 2026, lembaga nonprofit Literasea menggelar aksi penyelamatan lingkungan dengan fokus merawat pohon mangrove dewasa di pesisir Teluk Bone, Sulawesi Selatan.
Selasa, 28 Jul 2026 08:47
Aksi Bersih Sungai Jaga Kelestarian Mangrove di Pesisir Bone
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
Minggu, 25 Jan 2026 06:15
Foto Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
4
Kuasa Hukum Bupati Gowa Ungkap Resi & Foto Penerimaan Surat MA di PA Sungguminasa
5
Pertamina Buka Jalan Wastra Sulsel Menuju Pasar Global
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
4
Kuasa Hukum Bupati Gowa Ungkap Resi & Foto Penerimaan Surat MA di PA Sungguminasa
5
Pertamina Buka Jalan Wastra Sulsel Menuju Pasar Global