Aksi Bersih Sungai Jaga Kelestarian Mangrove di Pesisir Bone

Maman Sukirman
Minggu, 25 Jan 2026 06:15
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
1/4
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
2/4
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
3/4
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
4/4
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone.
Comments
Bone - Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan relawan dan warga setempat yang menyusuri aliran sungai menggunakan lima perahu untuk menjangkau titik-titik penumpukan sampah, termasuk di kawasan hutan mangrove yang menjadi benteng alami pesisir.

Dalam aksi tersebut, sekitar 70 kilogram sampah plastik berhasil diangkat dan dikumpulkan dalam lima karung besar. Pembersihan ini tidak hanya berfokus pada badan sungai, tetapi juga di sela-sela akar mangrove yang kerap menjadi tempat terperangkapnya sampah. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan mangrove, merusak habitat biota, serta mengurangi fungsi ekologisnya sebagai pelindung abrasi dan penyerap karbon.

Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone. Keberadaan mangrove sangat vital bagi masyarakat setempat, tidak hanya sebagai penyangga garis pantai, tetapi juga sebagai habitat penting bagi ikan, kepiting, dan organisme lain yang mendukung mata pencaharian nelayan serta petani rumput laut.

Upaya ini juga menyoroti dampak luas pencemaran plastik terhadap lingkungan pesisir, mulai dari menurunnya hasil tangkapan nelayan, terganggunya budidaya rumput laut, hingga ancaman kesehatan akibat mikroplastik. Selain aksi bersih sungai, Literasea turut menjalankan program perawatan dan penanaman mangrove, edukasi anak pesisir melalui gerakan #BotolJadiBuku, serta kampanye mitigasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan ini, Literasea mendorong kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai berarti menjaga mangrove, dan menjaga mangrove berarti melindungi masa depan pesisir.
(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru