Aksi Bersih Sungai Jaga Kelestarian Mangrove di Pesisir Bone
Maman Sukirman
Minggu, 25 Jan 2026 06:15
Bone - Gerakan masyarakat peduli lingkungan Literasea menggelar aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan relawan dan warga setempat yang menyusuri aliran sungai menggunakan lima perahu untuk menjangkau titik-titik penumpukan sampah, termasuk di kawasan hutan mangrove yang menjadi benteng alami pesisir.
Dalam aksi tersebut, sekitar 70 kilogram sampah plastik berhasil diangkat dan dikumpulkan dalam lima karung besar. Pembersihan ini tidak hanya berfokus pada badan sungai, tetapi juga di sela-sela akar mangrove yang kerap menjadi tempat terperangkapnya sampah. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan mangrove, merusak habitat biota, serta mengurangi fungsi ekologisnya sebagai pelindung abrasi dan penyerap karbon.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone. Keberadaan mangrove sangat vital bagi masyarakat setempat, tidak hanya sebagai penyangga garis pantai, tetapi juga sebagai habitat penting bagi ikan, kepiting, dan organisme lain yang mendukung mata pencaharian nelayan serta petani rumput laut.
Upaya ini juga menyoroti dampak luas pencemaran plastik terhadap lingkungan pesisir, mulai dari menurunnya hasil tangkapan nelayan, terganggunya budidaya rumput laut, hingga ancaman kesehatan akibat mikroplastik. Selain aksi bersih sungai, Literasea turut menjalankan program perawatan dan penanaman mangrove, edukasi anak pesisir melalui gerakan #BotolJadiBuku, serta kampanye mitigasi perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, Literasea mendorong kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai berarti menjaga mangrove, dan menjaga mangrove berarti melindungi masa depan pesisir.
Dalam aksi tersebut, sekitar 70 kilogram sampah plastik berhasil diangkat dan dikumpulkan dalam lima karung besar. Pembersihan ini tidak hanya berfokus pada badan sungai, tetapi juga di sela-sela akar mangrove yang kerap menjadi tempat terperangkapnya sampah. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan mangrove, merusak habitat biota, serta mengurangi fungsi ekologisnya sebagai pelindung abrasi dan penyerap karbon.
Kegiatan ini menjadi langkah awal program Bersih Sungai yang bertujuan menahan laju sampah plastik sebelum mencapai laut, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di pesisir Teluk Bone. Keberadaan mangrove sangat vital bagi masyarakat setempat, tidak hanya sebagai penyangga garis pantai, tetapi juga sebagai habitat penting bagi ikan, kepiting, dan organisme lain yang mendukung mata pencaharian nelayan serta petani rumput laut.
Upaya ini juga menyoroti dampak luas pencemaran plastik terhadap lingkungan pesisir, mulai dari menurunnya hasil tangkapan nelayan, terganggunya budidaya rumput laut, hingga ancaman kesehatan akibat mikroplastik. Selain aksi bersih sungai, Literasea turut menjalankan program perawatan dan penanaman mangrove, edukasi anak pesisir melalui gerakan #BotolJadiBuku, serta kampanye mitigasi perubahan iklim.
Melalui kegiatan ini, Literasea mendorong kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai berarti menjaga mangrove, dan menjaga mangrove berarti melindungi masa depan pesisir.
(MAS)
Foto Terkait
50 Difabel Netra Ikuti Penanaman Mangrove di Pesisir Lantebung Makassar
Sebanyak 50 anak muda difabel netra mengikuti kegiatan Green Justice Youth Program yang digelar Yayasan PerDIK pada 6–7 Juni 2026.
Senin, 08 Jun 2026 22:11
Selamatkan Teluk Bone dari Sampah Plastik, Literasea Gelar Cleanup di Sungai Bulu
Literasea, gerakan masyarakat peduli lingkungan di Teluk Bone, melaksanakan aksi bersih sungai perdana di Sungai Bulu, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.
Minggu, 25 Jan 2026 15:47
Merawat Mangrove Demi Keberlanjutan Energi Hijau dan Kehidupan Nelayan Pesisir
Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, Pertamina terus melanjutkan program rehabilitasi dan pelestarian mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengembangkan energi hijau, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan laut yang memiliki dampak penting bagi ekosistem dan perekonomian masyarakat pesisir.
Senin, 28 Okt 2024 20:34
Foto Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dilema Dakwah Digital: Viral di TikTok Saja Tak Cukup Menjaga Iman Gen Z
2
DPRD Makassar Bubarkan Monev Setelah Kepala Dinas Ramai-Ramai Tidak Hadir
3
Mahasiswa Jadi Korban Penikaman di Tamangapa, Tiga Pelaku Diburu Polisi
4
Hasil Rekapitulasi PDPB, KPU Barru Tetapkan 144.680 Pemilih pada Triwulan II 2026
5
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dilema Dakwah Digital: Viral di TikTok Saja Tak Cukup Menjaga Iman Gen Z
2
DPRD Makassar Bubarkan Monev Setelah Kepala Dinas Ramai-Ramai Tidak Hadir
3
Mahasiswa Jadi Korban Penikaman di Tamangapa, Tiga Pelaku Diburu Polisi
4
Hasil Rekapitulasi PDPB, KPU Barru Tetapkan 144.680 Pemilih pada Triwulan II 2026
5
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung