Saham Bank Mandiri Resmi Stock Split dengan Rasio 1 : 2
Selasa, 04 Apr 2023 21:46
Bank Mandiri resmi melakukan pemecahan saham yang beredar atau stock split dengan rasio 1 : 2. Foto/Dok Bank Mandiri
JAKARTA - Bank Mandiri resmi melakukan pemecahan saham yang beredar atau stock split dengan rasio 1 : 2. Lewat aksi korporasi ini, saham bank berkode emiten BMRI per perdagangan sesi I Selasa (4/4) pun sudah memakai harga baru.
Merujuk pada pembukaan perdagangan bursa, harga baru BMRI berada di posisi Rp5.250 per lembar saham. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (3/4) saham BMRI ditutup di posisi Rp10.525 per lembar, naik sebesar 1,94%.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, menjelaskan langkah stock split ini diambil perseroan guna meningkatkan likuiditas saham BMRI dan memperluas aksesibilitas investor untuk berinvestasi pada perusahaan.
Melansir keterbukaan informasi, sebelum melakukan pemecahan, nilai nominal saham BMRI yakni sebesar Rp250 per saham dengan jumlah saham 46,66 miliar lembar. Adapun, setelah pemecahan saham nilai nominal saham bank berlogo pita emas ini adalah Rp125 per saham dengan jumlah saham sebesar 93,33 miliar lembar.
Sedangkan, jumlah saham BMRI dalam modal dasar juga akan bertambah dari semula 64 miliar lembar menjadi 128 miliar lembar pasca stock split.
“Untuk saham Seri A Dwiwarna akan tetap dipertahankan satu saham dan sisanya diperhitungkan menambah jumlah saham Seri B milik Negara Republik Indonesia dan tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan,” kata Rudi.
Ia menambahkan, keputusan stock split ini merupakan strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham BMRI dan memberikan kesempatan lebih luas bagi investor untuk berpartisipasi di pasar modal.
Pihaknya menilai, ke depan Bank Mandiri akan tetap fokus pada pertumbuhan bisnis dan peningkatan kinerja keuangan di tengah tantangan ekonomi. “Kami berharap dengan stock split ini, investor akan lebih mudah untuk berinvestasi pada saham BMRI dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Bank Mandiri secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pemecahan saham Bank Mandiri ini bukan menjadi yang pertama. Sebelumnya, Bank Mandiri pernah menggelar aksi serupa pada 13 September 2017 dengan rasio sebesar 1:2. Saat itu, saham BMRI yang diperdagangkan menjadi Rp 6.700 per lembar dari harga sebelum stock split di kuartal III 2017 sebesar Rp 13.400 per lembar.
Sebagai informasi tambahan, sampai dengan akhir Februari 2022 Bank Mandiri terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang konsisten. Merujuk laporan keuangan bulan Februari 2022, total penyaluran kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp 920 triliun secara bank only, realisasi tersebut tumbuh sebesar 10,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 830,97 triliun atau year on year (YoY).
Pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan kondisi likuiditas yang memadai, tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,88% YoY menjadi Rp 1.143,22 triliun secara bank only. Pertumbuhan DPK tersebut utamanya ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) yang naik signifikan mencapai 20,26% menembus Rp 892,68 triliun per Februari 2022.
Rudi menjelaskan, lewat optimalisasi digital dan transformasi bisnis berkelanjutan Bank Mandiri telah berhasil mencetak pertumbuhan yang positif. Hal ini dapat terlihat dari rasio CASA yang telah mencapai 78,08% per Februari 2023 secara bank only.
“Pertumbuhan bisnis yang konsisten ini menunjukan bahwa strategi bisnis Bank Mandiri mampu memberikan kepercayaan dan kepuasan bagi bagi nasabah dan investor. Ke depan, kami akan terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” pungkas Rudi.
Merujuk pada pembukaan perdagangan bursa, harga baru BMRI berada di posisi Rp5.250 per lembar saham. Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Senin (3/4) saham BMRI ditutup di posisi Rp10.525 per lembar, naik sebesar 1,94%.
Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha, menjelaskan langkah stock split ini diambil perseroan guna meningkatkan likuiditas saham BMRI dan memperluas aksesibilitas investor untuk berinvestasi pada perusahaan.
Melansir keterbukaan informasi, sebelum melakukan pemecahan, nilai nominal saham BMRI yakni sebesar Rp250 per saham dengan jumlah saham 46,66 miliar lembar. Adapun, setelah pemecahan saham nilai nominal saham bank berlogo pita emas ini adalah Rp125 per saham dengan jumlah saham sebesar 93,33 miliar lembar.
Sedangkan, jumlah saham BMRI dalam modal dasar juga akan bertambah dari semula 64 miliar lembar menjadi 128 miliar lembar pasca stock split.
“Untuk saham Seri A Dwiwarna akan tetap dipertahankan satu saham dan sisanya diperhitungkan menambah jumlah saham Seri B milik Negara Republik Indonesia dan tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan,” kata Rudi.
Ia menambahkan, keputusan stock split ini merupakan strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham BMRI dan memberikan kesempatan lebih luas bagi investor untuk berpartisipasi di pasar modal.
Pihaknya menilai, ke depan Bank Mandiri akan tetap fokus pada pertumbuhan bisnis dan peningkatan kinerja keuangan di tengah tantangan ekonomi. “Kami berharap dengan stock split ini, investor akan lebih mudah untuk berinvestasi pada saham BMRI dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Bank Mandiri secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pemecahan saham Bank Mandiri ini bukan menjadi yang pertama. Sebelumnya, Bank Mandiri pernah menggelar aksi serupa pada 13 September 2017 dengan rasio sebesar 1:2. Saat itu, saham BMRI yang diperdagangkan menjadi Rp 6.700 per lembar dari harga sebelum stock split di kuartal III 2017 sebesar Rp 13.400 per lembar.
Sebagai informasi tambahan, sampai dengan akhir Februari 2022 Bank Mandiri terus mencatatkan pertumbuhan kinerja yang konsisten. Merujuk laporan keuangan bulan Februari 2022, total penyaluran kredit Bank Mandiri telah mencapai Rp 920 triliun secara bank only, realisasi tersebut tumbuh sebesar 10,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 830,97 triliun atau year on year (YoY).
Pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan kondisi likuiditas yang memadai, tercermin dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,88% YoY menjadi Rp 1.143,22 triliun secara bank only. Pertumbuhan DPK tersebut utamanya ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA) yang naik signifikan mencapai 20,26% menembus Rp 892,68 triliun per Februari 2022.
Rudi menjelaskan, lewat optimalisasi digital dan transformasi bisnis berkelanjutan Bank Mandiri telah berhasil mencetak pertumbuhan yang positif. Hal ini dapat terlihat dari rasio CASA yang telah mencapai 78,08% per Februari 2023 secara bank only.
“Pertumbuhan bisnis yang konsisten ini menunjukan bahwa strategi bisnis Bank Mandiri mampu memberikan kepercayaan dan kepuasan bagi bagi nasabah dan investor. Ke depan, kami akan terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder,” pungkas Rudi.
(TRI)
Berita Terkait
News
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak, Makassar Libatkan 393 Pendonor
Bank Mandiri kembali menggelar program Mandiri Donor Darah secara serentak di 12 region di seluruh Indonesia pada Kamis (2/7), termasuk di Makassar.
Senin, 06 Jul 2026 16:32
News
Bank Mandiri Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa di Sigi
Bank Mandiri menunjukkan respons cepat dalam mendukung penanganan dampak gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Kamis, 18 Jun 2026 17:19
News
Bank Mandiri Region Sulawesi-Maluku Libatkan 421 Pendonor dalam Aksi Kemanusiaan
Khusus di wilayah Sulawesi, kegiatan donor darah diselenggarakan di Makassar dan Manado dengan partisipasi 421 pendonor yang terdiri atas pegawai Bank Mandiri maupun masyarakat umum.
Rabu, 03 Jun 2026 15:51
News
Bank Mandiri Distribusikan Ribuan Hewan Kurban di Momen Idul Adha
Khusus di wilayah Region X/Sulawesi & Maluku, Bank Mandiri mendistribusikan 38 hewan kurban dengan total 2.508 kilogram daging kepada sekitar 2.508 penerima manfaat.
Kamis, 28 Mei 2026 11:31
News
Momen Harkitnas, Bank Mandiri Salurkan 2.800 Paket Sembako di Makassar
Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui program sosial yakni Mandiri Berbagi Sembako.
Kamis, 21 Mei 2026 10:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
Pertamina Bekali Puluhan UMKM Takalar Akses Modal & Edukasi LPG
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PDAM Makassar Pastikan Distribusi Air Aman, Prediksi 30 Hari Bukan Kondisi Terkini
2
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
3
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
Pertamina Bekali Puluhan UMKM Takalar Akses Modal & Edukasi LPG