Kementerian ESDM Tinjau Kesiapan Infrastruktur Energi di Sulsel Jelang Idulfitri
Senin, 16 Mar 2026 13:04
PT Pertamina Patra Niaga dalam rangka meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan distribusi energi di Kota Makassar menjelang Idulfitri 1447 H. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menerima kunjungan kerja Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) KESDM, perwakilan BPH Migas, serta jajaran Direksi PT Pertamina Patra Niaga dalam rangka meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan distribusi energi di Kota Makassar menjelang Idulfitri 1447 H. Kunjungan ini meliputi peninjauan ke Integrated Terminal Makassar serta SPBU Ratulangi Makassar, termasuk pangkalan LPG yang berada di kawasan yang sama. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas energi sekaligus memantau proses distribusi BBM dan LPG selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Rombongan dipimpin oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, didampingi Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas KESDM Noor Arifin Muhammad, perwakilan BPH Migas, serta Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Bambang Suswantono dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen regional.
Di Integrated Terminal Makassar, rombongan melakukan peninjauan terhadap fasilitas terminal, kesiapan operasional tangki penyimpanan, serta sistem distribusi BBM. Peninjauan ini memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan operasional fasilitas penyimpanan dan penyaluran energi di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi SPBU Ratulangi Makassar untuk melihat secara langsung pelayanan kepada masyarakat sekaligus memantau ketersediaan BBM serta kesiapan operasional SPBU menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur energi di berbagai daerah untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan baik.
“Pemerintah terus memonitor kesiapan infrastruktur energi di berbagai wilayah, termasuk di Makassar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok energi nasional maupun yang tersedia di wilayah Makassar berada dalam kondisi aman dan terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM maupun LPG sesuai kebutuhan guna menunjang aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Bambang Suswantono, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, regulator, dan Pertamina dalam memastikan kesiapan infrastruktur energi menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Kementerian ESDM serta regulator yang melakukan peninjauan langsung ke fasilitas energi di Makassar. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menjaga koordinasi dan memastikan distribusi energi dapat berjalan dengan baik dalam melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Bambang.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menjelaskan bahwa Pertamina terus melakukan pemantauan operasional terhadap fasilitas penyimpanan dan jaringan distribusi energi di wilayah Sulawesi.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara rutin melakukan monitoring terhadap operasional Integrated Terminal, SPBU, serta jaringan distribusi LPG. Berbagai langkah koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, regulator, dan para mitra penyalur agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan lancar selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” jelas Deny.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan Pertamina dalam memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Melalui pemantauan bersama ini, diharapkan kesiapan infrastruktur dan operasional distribusi energi dapat terus terjaga. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Lilik.
Rombongan dipimpin oleh Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, didampingi Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Migas KESDM Noor Arifin Muhammad, perwakilan BPH Migas, serta Komisaris PT Pertamina Patra Niaga Bambang Suswantono dan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen regional.
Di Integrated Terminal Makassar, rombongan melakukan peninjauan terhadap fasilitas terminal, kesiapan operasional tangki penyimpanan, serta sistem distribusi BBM. Peninjauan ini memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan operasional fasilitas penyimpanan dan penyaluran energi di wilayah Makassar dan sekitarnya.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi SPBU Ratulangi Makassar untuk melihat secara langsung pelayanan kepada masyarakat sekaligus memantau ketersediaan BBM serta kesiapan operasional SPBU menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Lebaran.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan infrastruktur energi di berbagai daerah untuk memastikan distribusi energi berjalan dengan baik.
“Pemerintah terus memonitor kesiapan infrastruktur energi di berbagai wilayah, termasuk di Makassar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok energi nasional maupun yang tersedia di wilayah Makassar berada dalam kondisi aman dan terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan panic buying. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM maupun LPG sesuai kebutuhan guna menunjang aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Komisaris PT Pertamina Patra Niaga, Bambang Suswantono, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah, regulator, dan Pertamina dalam memastikan kesiapan infrastruktur energi menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
“Kami mengapresiasi perhatian dan dukungan dari Kementerian ESDM serta regulator yang melakukan peninjauan langsung ke fasilitas energi di Makassar. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam menjaga koordinasi dan memastikan distribusi energi dapat berjalan dengan baik dalam melayani kebutuhan masyarakat,” ujar Bambang.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menjelaskan bahwa Pertamina terus melakukan pemantauan operasional terhadap fasilitas penyimpanan dan jaringan distribusi energi di wilayah Sulawesi.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara rutin melakukan monitoring terhadap operasional Integrated Terminal, SPBU, serta jaringan distribusi LPG. Berbagai langkah koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah daerah, regulator, dan para mitra penyalur agar distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan lancar selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” jelas Deny.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah dan Pertamina dalam memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.
“Melalui pemantauan bersama ini, diharapkan kesiapan infrastruktur dan operasional distribusi energi dapat terus terjaga. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung kelancaran distribusi BBM dan LPG selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” ujar Lilik.
(GUS)
Berita Terkait
News
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulawesi
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan tambahan pasokan LPG subsidi 3 Kg sebanyak 392.910 tabung selama libur Kenaikan Yesus Kristus dan periode long weekend.
Kamis, 14 Mei 2026 09:45
News
Pertamina Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Kendari
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari mendorong PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak.
Rabu, 13 Mei 2026 11:36
Sulsel
Pertamina Pastikan Penyaluran Solar Subsidi di SPBU Kajuara Sesuai Aturan
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar di SPBU 74.927.13 Kajuara, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sabtu, 09 Mei 2026 12:40
News
Pertamina Sulawesi Perkuat Budaya Kerja Sehat lewat Mental Health Day 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. menggelar Mental Health Day 2026 yang dirangkaikan dengan Stress Management Program, Opening Smoking Cessation Program, serta Sleep Management Program pada 7–8 Mei 2026.
Sabtu, 09 Mei 2026 08:15
Sulsel
Tindak Tegas, Penyaluran Biosolar SPBU Wasuponda Dihentikan Sementara
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menuntaskan investigasi atas video viral terkait dugaan pengisian BBM subsidi di SPBU Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Rabu, 06 Mei 2026 14:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal