HUT ke-81 RI, Grab Buka Peluang Tanpa Batas bagi Mitra lewat Peluncuran GrabAcademy
Minggu, 23 Agu 2026 14:00
Mitra Naik Kelas GrabBike ke GrabCar, dalam acara peluncuran program GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (11/8). Foto: Istimewa
JAKARTA - Pada momentum HUT ke-81 Republik Indonesia, Grab Indonesia meresmikan “Peluncuran GrabAcademy: Peluang Tanpa Batas untuk Mitra Naik Kelas – Mendorong Mitra Grab Tumbuh dalam Ekosistem UMKM Berkelanjutan” sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant.
GrabAcademy hadir sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan mengelola usaha, serta menjajaki peluang penghidupan yang lebih luas di dalam ekosistem Grab.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara itu, GrabAcademy turut mengadakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi para Mitra Merchant, Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini GrabAcademy diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang semakin beragam untuk membantu para mitra meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang baru, di antaranya GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
GrabAcademy pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, GrabAcademy diperluas menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan lima jalur pengembangan yang semakin beragam bagi para mitra, yaitu Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
Melalui rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI, Grab turut mengajak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk terus bersinergi menciptakan peluang pertumbuhan yang semakin inklusif.
Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia menyampaikan, Pada hakikatnya, setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi.
"Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan Mitra Pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing. Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha," kata dia.
Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu. “Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan, semangat kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang, termasuk Para Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
"GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. Kami ingin membuka Peluang Tanpa Batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” ujar Neneng.
“Kami terus memperkuat ekosistem Grab dan besar harapan kami bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi Pemerintahan agar setiap Mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing. Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” lanjut Neneng.
Lima Jalur GrabAcademy bagi Mitra Pengemudi
Program “Naik Kelas” dirancang untuk mendukung beragam aspirasi Mitra Pengemudi melalui lima jalur pengembangan:
Pertama, Mitra Melaju: Membuka peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi ke roda empat.
Erna Junita, Mitra Pengemudi Grab yang Beralih dari GrabBike ke GrabCar mengatakan, Ketika ingin beralih ke GrabCar, salah satu tantangan terbesar bagi saya adalah akses terhadap kendaraan roda empat. "Melalui GrabAcademy, saya memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang dibutuhkan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa. Akses ini menjadi modal awal bagi saya untuk mengambil langkah baru tanpa harus terlebih dahulu memiliki mobil sendiri. Kini, saya memiliki pilihan yang lebih luas untuk terus berkembang sebagai Mitra Pengemudi dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” ujarnya.
Kedua, Mitra Pengusaha: Memberikan pembelajaran bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Materinya mencakup pengenalan dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, serta penggunaan ekosistem GrabMerchant untuk mendukung pertumbuhan usaha. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
Daniel Tomeke, Mitra Pengemudi sekaligus Mitra Merchant Grab mengatakan, “Saya memulai perjalanan sebagai Mitra Pengemudi dan kemudian mencoba mengembangkan usaha kuliner. Materi pembelajaran dan ekosistem Grab membantu saya memahami langkah-langkah untuk memulai usaha, memperoleh akses pemodalan, serta menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjadi Mitra Merchant membuka pilihan baru bagi saya. Saya tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai Mitra Pengemudi sambil membangun usaha yang saya harapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” jelas dia.
Ketiga, Beasiswa Mitra: Membuka akses bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra untuk melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya dengan kemitraan bersama Universitas Terbuka dan disalurkan oleh Benihbaik.com. Para mitra dapat melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan Rp25,8 miliar, termasuk keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum. Program ini merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Secara keseluruhan, Indonesia menjadi kontributor terbesar atau hampir 70% dari total dampak program di Asia Tenggara.
Prof Ali Muktiyanto, Rektor Universitas Terbuka, mengatakan, Bagi Universitas Terbuka, pendidikan tinggi bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh gelar, melainkan instrumen penting untuk membuka mobilitas sosial, meningkatkan kapasitas diri, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga negara.
"Kolaborasi dengan Grab melalui program beasiswa bagi Mitra Pengemudi merupakan wujud nyata bagaimana perguruan tinggi dan dunia usaha dapat bersama-sama memperluas daya jangkau pendidikan tinggi. Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” ungkap dia.
Keempat, Mitra Kreator: Membekali Mitra Pengemudi dengan pengetahuan dasar untuk membangun kehadiran digital dan mengembangkan konten. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, dasar-dasar produksi dan penyuntingan video, pengelolaan interaksi dengan audiens, serta pengenalan peluang monetisasi. Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, dan lebih dari 200 Mitra Pengemudi telah terpilih untuk mengikuti workshop. Melalui jalur ini, para mitra didorong untuk mengolah pengalaman dan kreativitas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjajaki peluang penghasilan tambahan.
Kelima, Mitra Instruktur: Memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman yang memiliki kemampuan komunikasi baik untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, serta membimbing Mitra Pengemudi lainnya. Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat untuk mengikuti jalur ini, dan sekitar 183 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.
GrabAcademy hadir sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan mengelola usaha, serta menjajaki peluang penghidupan yang lebih luas di dalam ekosistem Grab.
Sepanjang 2025, GrabAcademy telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204.000 di antaranya telah menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara itu, GrabAcademy turut mengadakan kelas reguler daring dan pelatihan tatap muka bagi para Mitra Merchant, Materi pembelajaran mencakup pengelolaan toko, pesanan dan menu, promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.
Setelah pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi, kini GrabAcademy diresmikan sebagai wadah “Mitra Naik Kelas” dengan jalur pengembangan yang semakin beragam untuk membantu para mitra meningkatkan keterampilan dan menjajaki peluang baru, di antaranya GrabBike ke GrabCar, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
GrabAcademy pertama kali hadir pada 2018 sebagai pustaka video pelatihan dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, GrabAcademy diperluas menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan lima jalur pengembangan yang semakin beragam bagi para mitra, yaitu Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Mitra Kreator, Mitra Instruktur, dan Beasiswa Mitra.
Melalui rangkaian “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu” dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI, Grab turut mengajak Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, pengguna, pemerintah, komunitas, dan mitra strategis untuk terus bersinergi menciptakan peluang pertumbuhan yang semakin inklusif.
Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia menyampaikan, Pada hakikatnya, setiap pekerjaan yang dijalankan secara baik dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga merupakan pekerjaan yang mulia, termasuk profesi sebagai Mitra Pengemudi.
"Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan Mitra Pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing. Pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran untuk membuka akses terhadap pembelajaran, perlindungan, dan peluang pengembangan usaha," kata dia.
Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu. “Kami mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang membuka lebih banyak kesempatan bagi para mitra untuk memperkuat kapasitas diri dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan, semangat kemerdekaan mengingatkan kita bahwa setiap orang, termasuk Para Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant perlu memiliki kesempatan untuk terus berkembang.
"GrabAcademy hadir untuk memberikan ruang agar setiap Mitra Pengemudi dapat terus bertumbuh dan memperjuangkan harapannya dengan cara yang paling relevan bagi dirinya. Kami ingin membuka Peluang Tanpa Batas bagi para mitra untuk belajar, mencoba hal baru, dan memanfaatkan ekosistem Grab sebagai sumber peluang penghidupan yang semakin beragam,” ujar Neneng.
“Kami terus memperkuat ekosistem Grab dan besar harapan kami bisa berkolaborasi dengan berbagai institusi Pemerintahan agar setiap Mitra memiliki lebih banyak jalur untuk berkembang dan membangun sumber penghasilan sesuai kebutuhan, kemampuan dan aspirasi masing-masing. Ada yang berkembang sebagai Mitra Pengemudi, ada yang merintis usaha dan menjadi bagian dari ekosistem UMKM, ada pula yang berkarya sebagai kreator atau instruktur. Bagi kami, naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama, tetapi memiliki semakin banyak pilihan untuk menentukan jalan ke depan,” lanjut Neneng.
Lima Jalur GrabAcademy bagi Mitra Pengemudi
Program “Naik Kelas” dirancang untuk mendukung beragam aspirasi Mitra Pengemudi melalui lima jalur pengembangan:
Pertama, Mitra Melaju: Membuka peluang bagi Mitra GrabBike yang memenuhi persyaratan untuk beralih menjadi Mitra GrabCar, salah satunya melalui program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 Mitra Pengemudi telah bertransisi ke roda empat.
Erna Junita, Mitra Pengemudi Grab yang Beralih dari GrabBike ke GrabCar mengatakan, Ketika ingin beralih ke GrabCar, salah satu tantangan terbesar bagi saya adalah akses terhadap kendaraan roda empat. "Melalui GrabAcademy, saya memperoleh informasi mengenai proses dan persiapan yang dibutuhkan, sekaligus kesempatan mengakses kendaraan melalui program sewa. Akses ini menjadi modal awal bagi saya untuk mengambil langkah baru tanpa harus terlebih dahulu memiliki mobil sendiri. Kini, saya memiliki pilihan yang lebih luas untuk terus berkembang sebagai Mitra Pengemudi dan mengupayakan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga,” ujarnya.
Kedua, Mitra Pengusaha: Memberikan pembelajaran bagi Mitra Pengemudi yang ingin merintis atau mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Materinya mencakup pengenalan dasar usaha, pemanfaatan sarana digital, pengelolaan operasional, serta penggunaan ekosistem GrabMerchant untuk mendukung pertumbuhan usaha. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
Daniel Tomeke, Mitra Pengemudi sekaligus Mitra Merchant Grab mengatakan, “Saya memulai perjalanan sebagai Mitra Pengemudi dan kemudian mencoba mengembangkan usaha kuliner. Materi pembelajaran dan ekosistem Grab membantu saya memahami langkah-langkah untuk memulai usaha, memperoleh akses pemodalan, serta menjangkau lebih banyak pelanggan. Menjadi Mitra Merchant membuka pilihan baru bagi saya. Saya tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai Mitra Pengemudi sambil membangun usaha yang saya harapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” jelas dia.
Ketiga, Beasiswa Mitra: Membuka akses bagi 4.732 Mitra dan anak Mitra untuk melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya dengan kemitraan bersama Universitas Terbuka dan disalurkan oleh Benihbaik.com. Para mitra dapat melanjutkan pendidikan sambil tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, melalui GrabScholar, sejak 2022 Grab telah menjangkau lebih dari 5.700 penerima manfaat dengan total bantuan pendidikan Rp25,8 miliar, termasuk keluarga Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, serta masyarakat umum. Program ini merupakan bagian dari inisiatif GrabForGood yang telah diperluas ke lima negara di Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Secara keseluruhan, Indonesia menjadi kontributor terbesar atau hampir 70% dari total dampak program di Asia Tenggara.
Prof Ali Muktiyanto, Rektor Universitas Terbuka, mengatakan, Bagi Universitas Terbuka, pendidikan tinggi bukan sekadar kesempatan untuk memperoleh gelar, melainkan instrumen penting untuk membuka mobilitas sosial, meningkatkan kapasitas diri, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi setiap warga negara.
"Kolaborasi dengan Grab melalui program beasiswa bagi Mitra Pengemudi merupakan wujud nyata bagaimana perguruan tinggi dan dunia usaha dapat bersama-sama memperluas daya jangkau pendidikan tinggi. Dengan sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, dan berbasis teknologi, para mitra tidak harus memilih antara bekerja dan melanjutkan pendidikan. Mereka dapat menjalankan keduanya secara beriringan,” ungkap dia.
Keempat, Mitra Kreator: Membekali Mitra Pengemudi dengan pengetahuan dasar untuk membangun kehadiran digital dan mengembangkan konten. Materinya mencakup pengembangan persona, pencarian ide, dasar-dasar produksi dan penyuntingan video, pengelolaan interaksi dengan audiens, serta pengenalan peluang monetisasi. Sekitar 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, dan lebih dari 200 Mitra Pengemudi telah terpilih untuk mengikuti workshop. Melalui jalur ini, para mitra didorong untuk mengolah pengalaman dan kreativitas menjadi karya yang bernilai sekaligus menjajaki peluang penghasilan tambahan.
Kelima, Mitra Instruktur: Memberikan kesempatan kepada Mitra Pengemudi berpengalaman yang memiliki kemampuan komunikasi baik untuk berbagi pengetahuan, memberikan pelatihan, serta membimbing Mitra Pengemudi lainnya. Lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat untuk mengikuti jalur ini, dan sekitar 183 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul dan program pelatihan.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Makassar Jadi Kota Perdana Teras Perwira 2026, Grab Bekali UMKM Strategi Digital
Setelah Makassar, rangkaian Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 akan berlanjut ke kota-kota lain dengan target menjangkau lebih dari 1.000 mitra GrabMerchant di 10 kota di Indonesia.
Rabu, 19 Agu 2026 12:03
Ekbis
Mitra Grab Makassar Bersinergi Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Lebih dari 810 Mitra di 9 Kota
Dalam semangat gotong royong, Grab bersama 810 Mitra Pengemudi dan Mitra GrabMerchant Bintang 5 bersinergi dan bersatu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Perayaan Merdeka Bersinergi pada 17 Agustus 2026.
Rabu, 19 Agu 2026 07:38
News
Grab, Kemenhub, dan AISI Latih Mitra Pengemudi di Lima Kota, Perkuat Keselamatan Transportasi Online
Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi roda dua secara serentak di lima kota
Rabu, 29 Jul 2026 17:10
Ekbis
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Urusan Jamuan Makan Kantor Kini Bebas Reimburse!
Pertemuan bisnis tatap muka kembali menjadi bagian melekat dari cara kerja modern dan jamuan makan untuk urusan korporasi ikut tumbuh seiring tren tersebut.
Jum'at, 19 Jun 2026 13:07
Ekbis
Grab Business Forum 2026 Soroti Pentingnya Strategi Ekspansi Cerdas dan Kecepatan Eksekusi
Memasuki semester kedua tahun 2026, dunia usaha bergerak dalam lanskap yang semakin kompleks. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, tekanan pada rantai pasok, percepatan integrasi teknologi dan AI, hingga perilaku konsumen yang semakin selektif
Rabu, 10 Jun 2026 16:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ribuan Alumni Smansa Makassar Tumpah Ruah di Fun Walk HUT ke-76
2
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
3
Mahtan Buka Donasi Bertajuk MAHTANCare Peduli Bencana Gempa NTT
4
320 Peserta dari 52 Instansi Ramaikan PLN Mobile Padel Competition 2026 di Makassar
5
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ribuan Alumni Smansa Makassar Tumpah Ruah di Fun Walk HUT ke-76
2
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
3
Mahtan Buka Donasi Bertajuk MAHTANCare Peduli Bencana Gempa NTT
4
320 Peserta dari 52 Instansi Ramaikan PLN Mobile Padel Competition 2026 di Makassar
5
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026