Transformasi Awak Kapal, SPJM Gelar Workshop Standarisasi Layanan Marine
Senin, 12 Jun 2023 18:05
PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group menggelar Workshop Transformasi Awak Kapal. Foto/Dok SPJM
MAKASSAR - PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group menggelar Workshop Transformasi Awak Kapal sebagai bagian dari upaya standarisasi layanan di bidang marine, pekan lalu.
Workshop Transformasi Awak Kapal pada Regional 4 Balikpapan, Samarinda, Ambon, dan Regional 4 Sorong yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur ini untuk mewujudkan layanan dengan standar yang sama di seluruh wilayah Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM).
Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim mengatakan, workshop ini diharapkan dapat langsung berdampak pada peningkatan layanan yang dirasakan manfaatnya oleh pemakai jasa.
“Standarisasi marine merupakan komitmen SPJM dalam mendukung Standarisasi Operasi MEPS untuk service excellence khususnya dalam bidang marine,” kata dia.
Standarisasi dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya crew armada kapal. Para awak diberikan berbagai materi untuk mendukung dan meningkatkan kompetensi mereka, mulai dari penanaman nilai AHKLAK sebagai budaya inti di Pelindo hingga materi substansial lainnya.
“Awak kapal adalah ujung tombak layanan marine yang wajib memiliki kompetensi dalam melaksanakan job desknya,” ujar Tubagus Patrick.
Lebih lanjut, dia mengatakan dibutuhkan marine awareness dari setiap crew kapal, bagaimana mereka merespon keadaan darurat, serta menerapkan K3 tanpa kompromi demi keselamatan bersama.
“Setiap keluarga tentu sangat mendambakan orang-orang yang mereka cintai pulang dengan selamat, itu yang ingin kami penuhi di perusahaan ini,” tukasnya.
Dia menambahkan bahwa pelayanan adalah prioritas perusahaan. Hal-hal penting yang menjadi hightlight dalam standarisasi ini adalah pengembangan kapasitas crewing kapal karena perannya sangat signifikan dalam mendukung layanan kepada pemakai jasa.
Pola bisnis yang terus berubah menuntut adaptasi yang tinggi. Pasca serah terima operasi, awak kapal diharuskan memahami dengan baik proses bisnis eksisting dan mampu beradaptasi terhadap potensi perubahan pola bisnis penundaan kapal. Di mana membangun kepemimpinan di berbagai level, membangun lingkungan kerja yang harmonis dan ber-kolaborasi dalam mencapai tujuan merupakan target pelaksanaan workshop.
Awak kapal adalah sumber daya Pelindo dengan job desk utama sebagai crew kapal tunda. Untuk itu secara komprehensif mereka digugah untuk menguasai Basic Ship Maintenance dan Troubleshooting berupa pengenalan dan sosialisasi tata cara pola pemeliharaan dan perbaikan permesinan kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, materi dasar namun sangat krusial dalam menjalankan tugas sehari-hari adalah Basic Vessel atau Tug’s Operation sebagai upaya untuk memahami tata cara pengoperasian kapal tunda (harbour tug) dengan baik dan benar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mereka juga mendalami Basic HSSE Marine, di mana mereka wajib mengenali dan memahami posisi job desk masing-masing serta sejauh mana tingkat kesadaran awak kapal terhadap keselamatan kapal. Tak lupa, awak yang merupakan garda terdepan layanan marine ini dibekali dengan Basic Safety Practice untuk menghadapi dengan penuh tanggung jawab praktik keselamatan dan keamanan dalam pelayanan penundaan kapal.
Drill K3L atau simulasi pelatihan dilakukan untuk menanamkan kesadaran crew akan pentingnya selalu waspada dan terlatih menangani kondisi darurat sebelum menimbulkan fatalitas. Fire repression drill misalnya, digelar di berbagai wilayah kelolaan dan diikuti para crew agar mereka menguasai langkah-langkah penanganan kondisi darurat. Dengan demikian mereka diharapkan tetap tenang dan secara cepat mengambil langkah yang benar dalam situasi darurat.
Ini merupakan inisiasi perusahaan untuk menjadi semakin baik dari sisi internal khususnya bidang marine di 37 pelabuhan. Untuk tahun ini, secara bertahap cabang yang menjadi prioritas utama pelaksanaan standarisasi marine adalah Belawan, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan, Ambon, dan Sorong.
Syah Alam, Marine Manager Graha Power Kaltim, salah satu Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang mendapat layanan dari Pelindo di Bontang mengatakan bahwa koordinasi yang dilakukan oleh crew kapal SPJM dalam memberikan layanan sudah baik sejak tahun 2019, sebelum merger hingga saat ini berubah menjadi Subholding Pelindo.
“Selama proses pemanduan dan penyandaran kapal, layanan yang diberikan Pelindo Jasa Maritim cukup baik, koordinasinya baik, dan komunikasi kami lancar selalu,” ujarnya.
Andi Triwijaya Sakti, Marine Superintendent Terminal Khusus PT PAU yang mendapatkan layanan di Luwuk Banggai menyampaikan hal senada. Mulai saat koordinasi hingga pemberian layanan, didapati layanan yang baik untuk penyandaran kapal di dermaga.
“Tim pelayanan pemanduan telah memberikan layanan yang prima dan efektif terhadap kapal-kapal yang sandar di dermaga kami, sehingga dapat berjalan aman dan lancar,” kata Andi.
Workshop Transformasi Awak Kapal pada Regional 4 Balikpapan, Samarinda, Ambon, dan Regional 4 Sorong yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur ini untuk mewujudkan layanan dengan standar yang sama di seluruh wilayah Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM).
Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim mengatakan, workshop ini diharapkan dapat langsung berdampak pada peningkatan layanan yang dirasakan manfaatnya oleh pemakai jasa.
“Standarisasi marine merupakan komitmen SPJM dalam mendukung Standarisasi Operasi MEPS untuk service excellence khususnya dalam bidang marine,” kata dia.
Standarisasi dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya crew armada kapal. Para awak diberikan berbagai materi untuk mendukung dan meningkatkan kompetensi mereka, mulai dari penanaman nilai AHKLAK sebagai budaya inti di Pelindo hingga materi substansial lainnya.
“Awak kapal adalah ujung tombak layanan marine yang wajib memiliki kompetensi dalam melaksanakan job desknya,” ujar Tubagus Patrick.
Lebih lanjut, dia mengatakan dibutuhkan marine awareness dari setiap crew kapal, bagaimana mereka merespon keadaan darurat, serta menerapkan K3 tanpa kompromi demi keselamatan bersama.
“Setiap keluarga tentu sangat mendambakan orang-orang yang mereka cintai pulang dengan selamat, itu yang ingin kami penuhi di perusahaan ini,” tukasnya.
Dia menambahkan bahwa pelayanan adalah prioritas perusahaan. Hal-hal penting yang menjadi hightlight dalam standarisasi ini adalah pengembangan kapasitas crewing kapal karena perannya sangat signifikan dalam mendukung layanan kepada pemakai jasa.
Pola bisnis yang terus berubah menuntut adaptasi yang tinggi. Pasca serah terima operasi, awak kapal diharuskan memahami dengan baik proses bisnis eksisting dan mampu beradaptasi terhadap potensi perubahan pola bisnis penundaan kapal. Di mana membangun kepemimpinan di berbagai level, membangun lingkungan kerja yang harmonis dan ber-kolaborasi dalam mencapai tujuan merupakan target pelaksanaan workshop.
Awak kapal adalah sumber daya Pelindo dengan job desk utama sebagai crew kapal tunda. Untuk itu secara komprehensif mereka digugah untuk menguasai Basic Ship Maintenance dan Troubleshooting berupa pengenalan dan sosialisasi tata cara pola pemeliharaan dan perbaikan permesinan kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, materi dasar namun sangat krusial dalam menjalankan tugas sehari-hari adalah Basic Vessel atau Tug’s Operation sebagai upaya untuk memahami tata cara pengoperasian kapal tunda (harbour tug) dengan baik dan benar, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mereka juga mendalami Basic HSSE Marine, di mana mereka wajib mengenali dan memahami posisi job desk masing-masing serta sejauh mana tingkat kesadaran awak kapal terhadap keselamatan kapal. Tak lupa, awak yang merupakan garda terdepan layanan marine ini dibekali dengan Basic Safety Practice untuk menghadapi dengan penuh tanggung jawab praktik keselamatan dan keamanan dalam pelayanan penundaan kapal.
Drill K3L atau simulasi pelatihan dilakukan untuk menanamkan kesadaran crew akan pentingnya selalu waspada dan terlatih menangani kondisi darurat sebelum menimbulkan fatalitas. Fire repression drill misalnya, digelar di berbagai wilayah kelolaan dan diikuti para crew agar mereka menguasai langkah-langkah penanganan kondisi darurat. Dengan demikian mereka diharapkan tetap tenang dan secara cepat mengambil langkah yang benar dalam situasi darurat.
Ini merupakan inisiasi perusahaan untuk menjadi semakin baik dari sisi internal khususnya bidang marine di 37 pelabuhan. Untuk tahun ini, secara bertahap cabang yang menjadi prioritas utama pelaksanaan standarisasi marine adalah Belawan, Tanjung Priok, Makassar, Balikpapan, Ambon, dan Sorong.
Syah Alam, Marine Manager Graha Power Kaltim, salah satu Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) yang mendapat layanan dari Pelindo di Bontang mengatakan bahwa koordinasi yang dilakukan oleh crew kapal SPJM dalam memberikan layanan sudah baik sejak tahun 2019, sebelum merger hingga saat ini berubah menjadi Subholding Pelindo.
“Selama proses pemanduan dan penyandaran kapal, layanan yang diberikan Pelindo Jasa Maritim cukup baik, koordinasinya baik, dan komunikasi kami lancar selalu,” ujarnya.
Andi Triwijaya Sakti, Marine Superintendent Terminal Khusus PT PAU yang mendapatkan layanan di Luwuk Banggai menyampaikan hal senada. Mulai saat koordinasi hingga pemberian layanan, didapati layanan yang baik untuk penyandaran kapal di dermaga.
“Tim pelayanan pemanduan telah memberikan layanan yang prima dan efektif terhadap kapal-kapal yang sandar di dermaga kami, sehingga dapat berjalan aman dan lancar,” kata Andi.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pelindo - Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo berkolaborasi dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Jum'at, 21 Agu 2026 18:31
News
Pelindo Dukung Mudik Gratis Sulsel, Pemprov Beri Apresiasi
Dukungan Pelindo terhadap Program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 19 Agu 2026 13:39
News
HUT RI ke-81, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meneguhkan perannya dalam memperkuat kedaulatan maritim Indonesia melalui peningkatan konektivitas antardaerah.
Senin, 17 Agu 2026 10:21
News
HUT ke-81 RI, Pelindo Group Makassar Bangun Kekompakan Lewat Fun Games - Bazar UMKM
Semangat itu ditunjukkan Pelindo Group Wilayah Kerja Makassar melalui kegiatan Senam Bersama, Fun Games, dan Bazar UMKM dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Jum'at, 14 Agu 2026 11:40
News
Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor, Perbarui Kebijakan Pengadaan 2026
Penguatan ekosistem vendor itu dibahas dalam Sosialisasi Pengadaan Barang dan Jasa Pelindo Tahun 2026 yang digelar di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar.
Jum'at, 14 Agu 2026 08:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Roadshow 2 Golkar Sulsel Dimulai, IAS Sempatkan Pimpin Doa untuk Korban Gempa NTT
2
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
3
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
4
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
5
Warga Jeneponto Mengungsi di Flores Minta Bantuan Bupati Usai Gempa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Roadshow 2 Golkar Sulsel Dimulai, IAS Sempatkan Pimpin Doa untuk Korban Gempa NTT
2
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
3
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
4
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
5
Warga Jeneponto Mengungsi di Flores Minta Bantuan Bupati Usai Gempa