OJK Dorong Nelayan Untia Lebih Cakap Mengelola Keuangan

Kamis, 15 Okt 2026 21:57
OJK Dorong Nelayan Untia Lebih Cakap Mengelola Keuangan
OJK mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan melalui sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pengelolaan pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga nelayan yang bergantung pada musim, cuaca, dan hasil tangkapan. Untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan literasi dan akses keuangan melalui sinergi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Untia, Kota Makassar, Kamis (15/10).

Kegiatan edukasi keuangan yang digelar OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulsel Sulbar) bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan layanan keuangan yang inklusif dan produktif di kalangan masyarakat pesisir.

Program tersebut sekaligus mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pengembangan kawasan pesisir yang terintegrasi.

Kepala OJK Sulsel Sulbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas dan hasil tangkapan. Kemampuan mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan keluarga, serta memanfaatkan layanan keuangan secara tepat juga berperan penting dalam menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga.

“Literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan. Pendapatan masyarakat pesisir yang dipengaruhi oleh musim, kondisi cuaca, dan fluktuasi hasil tangkapan perlu dikelola secara bijaksana agar dapat mendukung kebutuhan keluarga, membangun tabungan, serta menjaga keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, akses terhadap layanan keuangan perlu diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan dan pelindungan konsumen,” ujar Muchlasin.

Ia menjelaskan, OJK mendorong perluasan akses keuangan melalui empat fokus utama, yakni peningkatan literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan produktif, penguatan pelindungan konsumen, serta pembangunan ekosistem keuangan inklusif.

Melalui upaya tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengenali produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan, memanfaatkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, dan berbagai modus kejahatan keuangan digital.

Menurut Muchlasin, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih perlu diiringi dengan pemberdayaan ekonomi dan perluasan akses terhadap layanan keuangan yang aman, terjangkau, serta sesuai dengan karakteristik usaha masyarakat pesisir. Dengan demikian, pembangunan kawasan tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang peningkatan produktivitas dan nilai tambah ekonomi bagi keluarga nelayan.

Koordinator Penyuluh Perikanan Makassar, Rachmady Azis, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri jasa keuangan, pendamping sektor perikanan, dan pemangku kepentingan setempat. Sinergi tersebut diperlukan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

OJK juga mendorong keterlibatan industri jasa keuangan dalam memperluas akses perbankan dan pembiayaan produktif. Akses tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor perikanan untuk meningkatkan kapasitas usaha, produktivitas, serta kualitas pengelolaan keuangan.

Namun, perluasan akses pembiayaan perlu dibarengi pemahaman mengenai persyaratan, manfaat, biaya, dan risiko produk keuangan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Melalui sinergi program EKI dan KNMP di Kelurahan Untia, OJK Sulsel Sulbar berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan KKP, pemerintah daerah, TPAKD, industri jasa keuangan, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir dalam mengelola keuangan sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal untuk mendukung usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan tersebut, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi pesisir yang inklusif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru