Makassar Jadi Kota Penutup Metro Modest Fashion Week 2026

Sabtu, 17 Okt 2026 17:10
Makassar Jadi Kota Penutup Metro Modest Fashion Week 2026
Makassar menjadi kota terakhir dalam rangkaian Metro Modest Fashion Week (MMFW) 2026 setelah sebelumnya digelar di Solo dan Depok. Foto/Tri Yari Kurniawan
Comment
Share
MAKASSAR - Makassar menjadi kota terakhir dalam rangkaian Metro Modest Fashion Week (MMFW) 2026 setelah sebelumnya digelar di Solo dan Depok. Kehadiran ajang ini di Trans Studio Mall (TSM) Makassar menegaskan besarnya potensi pasar busana muslim di Indonesia Timur sekaligus menjadi ruang bagi jenama fashion untuk memperkenalkan koleksi terbaiknya.

Mengusung tema “Bloom in Modesty”, kegiatan yang berlangsung pada 12 Oktober hingga 1 November 2026 ini menghadirkan beragam koleksi modest fashion yang memadukan tren, kreativitas, dan karakter perempuan modern.

Head of Marketing Communication METRO Department Store, Christopher Caesario, mengatakan Makassar menjadi destinasi penutup yang istimewa dalam perjalanan MMFW tahun ini.

Setelah menyapa pelanggan di The Trans Park Solo dan Margocity Depok, METRO memilih Makassar untuk memperluas jangkauan modest fashion sekaligus mendekatkan berbagai koleksi pilihan kepada pelanggan di kawasan Indonesia Timur.

“Melalui tema ‘Bloom in Modesty’, kami ingin terus menghadirkan inspirasi modest fashion yang relevan dengan perkembangan gaya hidup perempuan modern, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengenal lebih dekat berbagai brand dan koleksi pilihan METRO,” ujar Christopher.

Ia berharap penyelenggaraan MMFW di Makassar dapat memberikan pengalaman fashion yang inspiratif bagi pelanggan sekaligus mendukung perkembangan industri fashion lokal.

Dalam gelaran di Makassar, METRO menghadirkan koleksi dari sejumlah jenama modest fashion, di antaranya Benang Jarum, Heaven Lights Privé, Karimake, Hikmat, Artkea Classic, BIA by Zaskia Mecca, Nehhat Modest, Hijaberlin, Diario, Haidee & Orlin, Jemma Atelier, Garment Studio Archive, Vastra, Lunaci Modest, PN Attire, Shaza by Adelina, Ning Santoso, Come, dan Ultraviolet.

Salah satu agenda utama berlangsung pada Sabtu (17/10/2026) melalui peragaan busana yang menampilkan koleksi Karimake, Heaven Lights Privé, dan Benang Jarum. Ketiga jenama tersebut menghadirkan interpretasi berbeda terhadap modest fashion dengan karakter desain yang mengikuti perkembangan tren.

Rangkaian acara ini juga menjadi kesempatan bagi pelanggan untuk menemukan inspirasi gaya, mulai dari tampilan kontemporer hingga busana elegan untuk berbagai kesempatan.

Makassar dan Potensi Pasar Busana Muslim
Direktur Utama PT Trans Kalla Makassar, Max Kembuan, menyambut penyelenggaraan MMFW sebagai bagian dari upaya menghadirkan kegiatan fashion yang relevan dengan minat masyarakat.

Menurut dia, tingginya minat terhadap busana muslim terlihat dari aktivitas penjualan di pusat perbelanjaan. Bahkan, terdapat pelanggan yang membeli satu model pakaian dalam beberapa pilihan warna sekaligus.

Fenomena tersebut, kata Max, menunjukkan besarnya peluang pasar fashion di Makassar. Karena itu, ia berharap kegiatan seperti MMFW dapat terus diselenggarakan setiap tahun untuk memberikan ruang bagi masyarakat menikmati perkembangan tren sekaligus mengenal karya para desainer.

Ia juga menilai produk fashion lokal memiliki daya saing dan potensi untuk berkembang lebih luas. Dukungan terhadap kreativitas desainer dan pelaku industri dalam negeri dinilai penting agar pasar tidak hanya bergantung pada produk impor.

Perbankan Dukung Pengalaman Belanja
Dalam penyelenggaraan MMFW 2026, METRO kembali menggandeng Bank Mega Syariah sebagai mitra perbankan utama dan Bank Sulteng sebagai mitra pendukung.

Direktur Risk & Compliance Bank Mega Syariah, Raden Hanusa Prahara, mengatakan Makassar dipilih karena memiliki potensi pasar yang besar, terutama untuk pengembangan layanan keuangan syariah di kawasan Indonesia Timur.

Menurut dia, keterlibatan Bank Mega Syariah dalam ajang ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan perbankan dengan aktivitas dan gaya hidup masyarakat.

“Layanan perbankan syariah tidak boleh berhenti hanya sebagai sarana pembayaran, tetapi juga harus menjadi bagian dari pengalaman gaya hidup yang dinikmati secara natural, praktis, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Syariah Card. Melalui produk ini, poin yang diperoleh dari transaksi dapat dikonversi menjadi sedekah untuk disalurkan melalui lembaga sosial tepercaya.

Dengan demikian, nasabah tidak hanya mendapatkan kemudahan transaksi dan penawaran belanja, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi pada kegiatan sosial.

Ia berharap kehadiran Bank Mega Syariah dalam MMFW dapat mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas pemanfaatan produk keuangan syariah di Makassar.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai penawaran belanja, termasuk diskon hingga 50 persen dan tambahan diskon 15 persen bagi pengguna Syariah Card Bank Mega Syariah sesuai ketentuan program.

Pengguna QRIS M-Syariah juga berkesempatan memperoleh cash reward hingga 100 persen. Sementara itu, pengguna kartu debit Bank Mega Syariah dapat menikmati diskon langsung 5 persen dan tambahan cash reward 5 persen hingga Rp1 juta, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dorong Kreativitas dan Ekonomi Daerah
Dukungan terhadap MMFW juga datang dari Komisaris Utama Bank Sulteng, Novi Kaligis. Ia menilai kegiatan fashion dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kreativitas desainer sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Novi, daerah memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk kreatif yang mengangkat kearifan lokal. Kolaborasi antara sektor perbankan, ritel, dan pelaku industri kreatif dapat membantu memperluas pasar bagi produk lokal.

Ia berharap kegiatan seperti MMFW dapat menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya di Sulawesi Selatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan desainer dan pengusaha fashion dalam negeri.

Melalui penyelenggaraan di tiga kota, MMFW 2026 menutup perjalanannya di Makassar dengan membawa semangat “Bloom in Modesty”. Ajang ini tidak hanya menawarkan inspirasi gaya berbusana, tetapi juga mempertemukan pelaku ritel, perbankan, dan industri fashion dalam upaya memperkuat pasar modest fashion di Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru