Fashion Tandace 2027 Jadi Ruang Regenerasi Desainer Muda Sulsel

Jum'at, 18 Sep 2026 23:17
Fashion Tandace 2027 Jadi Ruang Regenerasi Desainer Muda Sulsel
Ketua APPMI Sulsel Ayu Sartika Gani didampingi Ketua Panitia Vonny Imelda bersama sejumlah pengurus saat memberi keterangan pers. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Selatan terus mendorong regenerasi pelaku industri fashion melalui ruang kreatif bagi desainer muda.

Momentum tersebut terlihat dalam pelaksanaan Fashion Tandace 2027 yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan 10 tahun perjalanan APPMI Sulsel.

Ketua APPMI Sulsel Ayu Sartika Gani mengatakan regenerasi menjadi salah satu perhatian APPMI Sulsel memasuki satu dekade perjalanan organisasi.

Menurutnya, APPMI Sulsel ingin memberikan ruang bagi generasi baru untuk berkembang dan melanjutkan keberlangsungan industri fashion di Sulawesi Selatan.

“Anak-anak yang baru lulus, yang desainer-desainer muda yang kita harapkan nanti bisa meneruskan kita semua, termasuk GenZ dan Alpha,” ujarnya.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui IDEA, wadah yang diarahkan untuk memberikan ruang kepada desainer muda, termasuk mereka yang baru menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, minat generasi muda terhadap dunia desain semakin berkembang. Karena itu, dibutuhkan ruang yang dapat mempertemukan kreativitas, pengalaman dan peluang bagi talenta-talenta baru.

Fashion Tandace 2027 menghadirkan karya 10 desainer lokal Sulawesi Selatan. Masing-masing desainer menampilkan tiga busana dewasa dengan karakter desain masing-masing.

Selain itu, terdapat desainer yang menghadirkan busana anak serta desainer khusus aksesori.

Kehadiran para desainer lokal tersebut menjadi bagian dari upaya APPMI Sulsel memperkuat ekosistem fashion daerah sekaligus memperkenalkan karya dan karakter desain Sulawesi Selatan.

Dalam gelaran tahun ini, APPMI Sulsel mengangkat konsep black glamour dengan menampilkan berbagai rancangan gaun malam.

Ketua Panitia Vonny Imelda mengatakan setiap desainer diberikan ruang untuk menampilkan karakter masing-masing melalui karya yang dibawa ke panggung.

Konsep tersebut sejalan dengan arah tren fashion 2027 yang menekankan ekspresi personal atau “be yourself”.

Menurut Andi Ayu, konsumen saat ini semakin memiliki ruang untuk mengekspresikan diri melalui busana. Perubahan selera konsumen tersebut menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi perkembangan desain fashion.

Bagi APPMI Sulsel, satu dekade perjalanan menjadi momentum untuk menjaga keberlanjutan industri fashion sekaligus membuka jalan bagi desainer-desainer muda Sulawesi Selatan untuk melanjutkan estafet kreativitas di masa depan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru