BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza

Rabu, 28 Okt 2026 23:33
BYD Perkenalkan Inovasi Mobil Listrik di GIIAS Makassar, dari M6 hingga Denza
Jajaran manajemen PT BYD.Motor Indonesia dan jaringan diler swafoto di ajang GIIAS Makassar. Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
Comment
Share
MAKASSAR - BYD memanfaatkan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 untuk memperkenalkan pilihan kendaraan elektrifikasi sekaligus memperluas pasar di Indonesia Timur.

Dalam pameran yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar tersebut, BYD menampilkan lini M6 EV dan M6 DM untuk menjangkau kebutuhan mobilitas keluarga.

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, mengatakan pertumbuhan penjualan menjadi salah satu dorongan bagi perusahaan untuk terus memperluas pilihan kendaraan dan memperkuat layanan kepada konsumen.

Sepanjang Januari hingga September 2026, BYD mencatat penjualan sebanyak 46.700 unit kendaraan listrik di Indonesia. Capaian tersebut, setara dengan pangsa pasar lebih dari 37% di segmen kendaraan listrik nasional.

Pertumbuhan juga terlihat di Sulawesi. Pramita menyebut lebih dari 1.100 keluarga di wilayah tersebut telah mempercayakan kebutuhan mobilitasnya kepada BYD. Pencapaian ini menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan di kawasan tersebut.

Dua Pilihan Teknologi

Salah satu produk yang diperkenalkan dalam pameran ialah New BYD M6 EV. Model ini merupakan MPV listrik yang menyasar konsumen keluarga. BYD juga menawarkan M6 DM dengan teknologi Dual Mode atau plug-in hybrid, yang memadukan penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal.

Pramita menjelaskan, pengembangan lini M6 berkaitan dengan karakter pasar otomotif Indonesia. Segmen MPV menyumbang sekitar 30% dari pasar kendaraan penumpang nasional sehingga menjadi salah satu kategori penting bagi perusahaan.

Menurutnya, kebutuhan konsumen yang beragam tidak dapat dijawab dengan satu teknologi saja. Karena itu, BYD mengembangkan ekosistem kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) melalui pilihan kendaraan listrik murni dan teknologi DM.

Kehadiran kedua pilihan tersebut memberi alternatif bagi konsumen sesuai kebutuhan penggunaan. M6 EV ditujukan bagi pengguna yang memilih kendaraan listrik murni, sedangkan M6 DM menawarkan teknologi elektrifikasi dengan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin.

Pramita juga menyebut pasar kendaraan Indonesia masih memiliki peluang besar untuk beralih ke teknologi elektrifikasi. Sekitar 65% pasar kendaraan, masih bergantung pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Selain lini M6, Paramita juga menyinggung pengembangan kendaraan di segmen premium melalui merek Denza. Dalam pemaparannya, ia menyebut Denza U9 dan Denza Z9 GT sebagai bagian dari pengembangan pilihan kendaraan elektrifikasi BYD.

Kehadiran lini premium tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperluas pilihan produk untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan preferensi yang berbeda.

Perluas Jaringan di Sulawesi

Selain memperkenalkan produk, BYD berencana memperkuat layanan purnajual untuk mendukung pertumbuhan jumlah pelanggan. Saat ini, perusahaan menyebut telah memiliki lebih dari 110 titik jaringan di Indonesia.

Khusus di Sulawesi, tujuh lokasi jaringan telah beroperasi. BYD berencana memperluas jangkauannya di wilayah tersebut untuk mendekatkan layanan kepada konsumen.

Penguatan jaringan menjadi bagian penting dari strategi perusahaan seiring bertambahnya pengguna kendaraan listrik. Selain akses penjualan, ketersediaan layanan juga menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih kendaraan untuk penggunaan jangka panjang.

Melalui GIIAS Makassar 2026, BYD berharap dapat memperkenalkan lebih dekat teknologi kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat sekaligus memperluas penerimaan produk di pasar Sulawesi.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru