Pemkot Makassar Perluas Tracing TBC, Target 339 Titik
Rabu, 12 Agu 2026 07:20
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin saat menghadiri peluncuran program CKG di Kantor Kelurahan Antang, Jalan Antang Raya, Selasa (11/8/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas tracing tuberkulosis (TBC) dengan mengintegrasikannya bersama Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Penelusuran dilakukan di 339 titik di seluruh Kota Makassar, dengan target 100 orang di setiap titik.
Program tersebut diluncurkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Kelurahan Antang, Jalan Antang Raya, kemarin.
Munafri mengatakan tracing tidak sekadar untuk menemukan kasus, tetapi memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan sekaligus mencegah penularan.
"Semua ini akan kita lakukan serentak di 339 titik yang ada di Kota Makassar. Di setiap titik itu ada 100 yang akan ditracing. Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tracing harus menjadi langkah awal untuk menemukan kasus secara lebih cepat, memastikan warga mendapatkan pengobatan, sekaligus mencegah penularan lebih luas," sebutnya.
Menurut Munafri, kasus TBC di Makassar masih relatif tinggi sehingga membutuhkan penanganan serius. Ia meminta masyarakat tidak malu memeriksakan diri karena TBC dapat disembuhkan.
"Jangan takut dan jangan malu, TBC ini bukan aib, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi kalau Bapak-Ibu menyembunyikan penyakitnya, tidak akan pernah terselesaikan," imbuhnya.
Tracing akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026. Munafri meminta camat, lurah, serta RT/RW aktif menyosialisasikan program tersebut agar warga yang berisiko dapat segera diperiksa.
"Keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Terkhusus pada pak camat, pak lurah, sosialisasi ini sangat penting untuk ada di wilayahnya, termasuk Bapak RT/RW. Untuk menurunkan ini, dibutuhkan effort, dibutuhkan sosialisasi yang masif ke tengah-tengah masyarakat," sambung Munafri.
Ia juga memastikan seluruh rangkaian tracing dan pemeriksaan dalam program tersebut tidak dipungut biaya.
"Seluruh kegiatan ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya satu peser pun," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan salah satu persoalan yang masih perlu mendapat perhatian adalah rendahnya cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah.
Hingga evaluasi program 2026, TPT baru diberikan kepada 516 orang dari target 72.240 kontak serumah atau sekitar 0,71 persen.
"Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah," ujar Nursaidah.
Sementara itu, target penemuan terduga TBC pada 2026 mencapai 48.763 orang. Hingga evaluasi, sebanyak 27.851 orang atau 57,11 persen telah ditemukan. Untuk kasus TBC terkonfirmasi, realisasinya mencapai 5.556 kasus atau 61,53 persen dari target 9.030 kasus.
Nursaidah mengatakan penguatan skrining dan penelusuran kontak diperlukan untuk mempercepat penemuan kasus dan mencegah penularan.
"Karena itu, penguatan skrining dan penelusuran kontak menjadi bagian penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah terjadinya penularan lebih luas," jelasnya.
Di sisi pengobatan, sebanyak 4.578 pasien atau 82,40 persen tercatat menyelesaikan pengobatan secara adekuat. Capaian tersebut masih di bawah target nasional minimal 90 persen.
Untuk meningkatkan capaian, Dinkes Makassar akan memperkuat investigasi kontak melalui puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, klinik, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
"Peningkatan retensi pengobatan dilakukan dengan meningkatkan peran pengawas menelan obat atau PMO dan memanfaatkan teknologi seperti pengawasan berbasis aplikasi WhatsApp," pungkasnya.
Pemkot Makassar menargetkan penguatan tracing, skrining, dan pengobatan tersebut dapat mempercepat penemuan kasus sekaligus menekan penularan TBC di masyarakat.
Program tersebut diluncurkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Kantor Kelurahan Antang, Jalan Antang Raya, kemarin.
Munafri mengatakan tracing tidak sekadar untuk menemukan kasus, tetapi memastikan warga yang terindikasi segera mendapat penanganan sekaligus mencegah penularan.
"Semua ini akan kita lakukan serentak di 339 titik yang ada di Kota Makassar. Di setiap titik itu ada 100 yang akan ditracing. Kegiatan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tracing harus menjadi langkah awal untuk menemukan kasus secara lebih cepat, memastikan warga mendapatkan pengobatan, sekaligus mencegah penularan lebih luas," sebutnya.
Menurut Munafri, kasus TBC di Makassar masih relatif tinggi sehingga membutuhkan penanganan serius. Ia meminta masyarakat tidak malu memeriksakan diri karena TBC dapat disembuhkan.
"Jangan takut dan jangan malu, TBC ini bukan aib, ini penyakit yang bisa disembuhkan. Tapi kalau Bapak-Ibu menyembunyikan penyakitnya, tidak akan pernah terselesaikan," imbuhnya.
Tracing akan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026. Munafri meminta camat, lurah, serta RT/RW aktif menyosialisasikan program tersebut agar warga yang berisiko dapat segera diperiksa.
"Keberhasilan penanganan TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Terkhusus pada pak camat, pak lurah, sosialisasi ini sangat penting untuk ada di wilayahnya, termasuk Bapak RT/RW. Untuk menurunkan ini, dibutuhkan effort, dibutuhkan sosialisasi yang masif ke tengah-tengah masyarakat," sambung Munafri.
Ia juga memastikan seluruh rangkaian tracing dan pemeriksaan dalam program tersebut tidak dipungut biaya.
"Seluruh kegiatan ini dilaksanakan tanpa dipungut biaya satu peser pun," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, mengatakan salah satu persoalan yang masih perlu mendapat perhatian adalah rendahnya cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak serumah.
Hingga evaluasi program 2026, TPT baru diberikan kepada 516 orang dari target 72.240 kontak serumah atau sekitar 0,71 persen.
"Yang menjadi kendala di Kota Makassar yang sangat rendah adalah cakupan pemberian TPT atau terapi pencegahan tuberkulosis kontak serumah," ujar Nursaidah.
Sementara itu, target penemuan terduga TBC pada 2026 mencapai 48.763 orang. Hingga evaluasi, sebanyak 27.851 orang atau 57,11 persen telah ditemukan. Untuk kasus TBC terkonfirmasi, realisasinya mencapai 5.556 kasus atau 61,53 persen dari target 9.030 kasus.
Nursaidah mengatakan penguatan skrining dan penelusuran kontak diperlukan untuk mempercepat penemuan kasus dan mencegah penularan.
"Karena itu, penguatan skrining dan penelusuran kontak menjadi bagian penting untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus mencegah terjadinya penularan lebih luas," jelasnya.
Di sisi pengobatan, sebanyak 4.578 pasien atau 82,40 persen tercatat menyelesaikan pengobatan secara adekuat. Capaian tersebut masih di bawah target nasional minimal 90 persen.
Untuk meningkatkan capaian, Dinkes Makassar akan memperkuat investigasi kontak melalui puskesmas dengan melibatkan kader kesehatan, komunitas, klinik, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan swasta.
"Peningkatan retensi pengobatan dilakukan dengan meningkatkan peran pengawas menelan obat atau PMO dan memanfaatkan teknologi seperti pengawasan berbasis aplikasi WhatsApp," pungkasnya.
Pemkot Makassar menargetkan penguatan tracing, skrining, dan pengobatan tersebut dapat mempercepat penemuan kasus sekaligus menekan penularan TBC di masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Sulsel
Kementerian HAM Rekrut Warga Lokal Jadi Penggerak HAM di Makassar
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menjadikan Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Kaluku Badoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sebagai pilot project Desa Sadar HAM.
Senin, 10 Agu 2026 13:42
News
Pemkot Makassar Targetkan Administrasi Transisi Proyek PSEL Rampung 2 Pekan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua pekan. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi proyek dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menuju Perpres Nomor 109.
Sabtu, 08 Agu 2026 10:08
Makassar City
Pencurian Meteran Air Ganggu Pendapatan dan Layanan PDAM Makassar
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengungkap maraknya pencurian meteran air di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekaligus pendapatan perusahaan.
Jum'at, 07 Agu 2026 06:22
Makassar City
Perumda Air Minum Makassar Gelar Tausiah, Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kamis, 06 Agu 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
3
Fadli Padi Kunjungi Urban Farming yang Dikelola Disabilitas
4
Mediasi Alot, Jemaah Desak Biro Perjalanan JF Kembalikan Sisa Dana Rp80 Juta
5
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah