Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Triwulan Kedua

Rabu, 12 Agu 2026 16:27
Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Triwulan Kedua
Kepala Dinas PMPTSP, Muh. Mario Said, saat ditemui di salah satu kafe di Kota Makassar, Rabu (12/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mencatat realisasi investasi telah mencapai angka Rp2,7 triliun lebih hingga periode triwulan kedua atau semester pertama tahun 2026.

Kepala Dinas PTSP, Muh. Mario Said, mengungkapkan bahwa capaian tersebut telah melampaui separuh dari target tahunan yang dipatok di angka Rp3,5 triliun.

"Mengenai realisasi investasi Kota Makassar sampai dengan triwulan kedua dari bulan Januari sampai dengan bulan Juni. Realisasi investasi kita berada di angka Rp2,7 triliun rupiah lebih. Jadi realisasi itu sudah mencapai Rp2,7 triliun," ungkapnya, Rabu (12/8/2026).

Ia mengatakan, kinerja dari DPMPTSP tahun ini menunjukkan tren positif dan diharapkan mampu melampaui capaian total tahun sebelumnya.

"Kemarin juga di tahun 2025, total realisasi investasi kita berada di angka 5,2 triliun rupiah. Ya, mudah-mudahan kita di tahun ini walaupun target kita Rp3,5 triliun, kita berharap bisa melebihi dari apa yang kita capai pada tahun kemarin," harap Mario.

Berdasarkan data pemetaan, lanjut dia, aliran investasi di Kota Makassar pada periode ini didominasi oleh sejumlah sektor.

"Sektor yang mendominasi realisasi investasi kita terutama pada sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di sekitar Rp638,78 miliar. Lalu sektor perdagangan dan reparasi yakni Rp451,90 miliar. Sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran sebanyak Rp351,88 miliar. Sektor Pertambangan sebesar Rp281,70 miliar. Serta Sektor Hotel dan Restoran di angka Rp224,98 miliar," paparnya.

Mario mencatat, progres Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat telah mencapai angka Rp617,904, sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) itu sebesar Rp2,1 triliun.

Dia menegaskan bahwa data rinci terkait penyerapan tenaga kerja dari total realisasi investasi dikelola secara terpusat oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.

"Penyerapan tenaga kerja, kita memang tidak mencatat detail hal tersebut di sini. Mungkin nanti bisa dilihat di Dinas Tenaga Kerja. Pelaporan yang masuk di kami khusus menyangkut masalah realisasi investasi saja," tegasnya.

Dia bilang, Pemerintah Kota Makassar terus mengoptimalkan berbagai langkah strategis untuk mendongkrak capaian realisasi investasi agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara maksimal.

"Kita melakukan sosialisasi karena banyak pelaku usaha yang belum memahami bagaimana cara pelaporan realisasi investasi ini. Pelaporan realisasi ini dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission)," jelasnya kepada wartawan.

Lebih lanjut, DPMPTSP juga secara intensif menggelar bimbingan teknis yang ditujukan khusus bagi para pelaku usaha.

"Kita lakukan bimbingan teknis terutama kepada pelaku-pelaku usaha yang nilai investasinya besar, supaya bisa mendongkrak nilai investasi kita," lanjut Mario.

Selain itu, DPMPTSP juga memperketat pengawasan serta melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan validitas data.

"Kita melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Saya perintahkan kepada seluruh anggota saya, khususnya di bidang penanaman modal, untuk melakukan pengawasan ke bawah sekaligus melakukan sosialisasi secara door-to-door kepada para pelaku usaha," terangnya.

Mantan Kadis Kominfo Kota Makassar itu juga mengatakan, pemahaman prosedur yang baik merupakan kunci utama untuk mendorong kesadaran para investor dalam melaporkan realisasi investasi secara berkala.

"Langkah-langkah itu kita ambil supaya mereka mendapatkan edukasi dan memahami prosedurnya. Insyaallah, kalau mereka sudah paham, mereka akan melaporkan realisasi investasinya. Terutama kepada pelaku usaha bermodal besar, secara rutin mereka harus melaporkan sebanyak 4 kali (per triwulan), usaha skala menengah 2 kali setahun, dan usaha skala kecil 1 kali setahun," kata Mario.

Menurutnya, capaian realisasi investasi sebesar Rp2,7 triliun pada triwulan kedua dinilai masih berada dalam jalur yang positif.

"Saya kira itu tren yang positif untuk kita. Kita berharap di triwulan ketiga nanti ada lonjakan kenaikan lagi dalam pencapaian realisasi investasi," tukasnya.

Mario juga memastikan tingkat kesadaran perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) tergolong baik.

"Pada prinsipnya kalau mereka sudah tahu dan paham, mereka akan melaporkan. Kami juga sudah membuka layanan pendampingan dan edukasi, baik secara online maupun langsung di kantor. Jadi, untuk layanan online kami buka, dan kalau mereka ingin datang langsung ke MPP (Mal Pelayanan Publik), kami sudah menyiapkan petugas untuk mendampingi mereka masuk ke sistem aplikasi pelaporan," ucapnya.

Mario juga membeberkan bahwa sejauh ini belum ditemukan adanya korporasi atau badan usaha yang mangkir dari kewajiban pelaporan.

"Selama ini belum ada. Semua tertib. Apabila mereka sudah mengetahui prosedurnya, InsyaAllah mereka akan melaporkan realisasi investasinya," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru