Noemi Octarina Resmi Dilantik Sebagai Ketua PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Sulsel
Jum'at, 21 Feb 2025 08:05
Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, secara resmi melantik dan mengukuhkan Naoemi Octarina sebagai Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Sulsel. Foto: Istimewa
JAKARTA - Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, secara resmi melantik dan mengukuhkan Naoemi Octarina sebagai Ketua TP PKK Sulsel sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sulawesi Selatan, di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Kamis, (20/02/2025).
Pelantikan ini merupakan bagian dari pelantikan serentak 34 Ketua TP PKK se-Indonesia untuk periode 2025-2030.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Pembina TP PKK Pusat dan Penasehat Tim Pembina Posyandu Pusat, serta para Gubernur yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama.
Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran Ketua TP PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Momentum ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan tonggak baru dalam perjalanan panjang pengabdian kita untuk memberdayakan keluarga dan masyarakat,” ujar Tri Tito Karnavian.
Ia menegaskan bahwa peran Ketua TP PKK bukan hanya sekadar jabatan, tetapi merupakan panggilan untuk membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Saya yakin dengan dedikasi dan semangat Ibu sekalian, Gerakan PKK dan pembinaan Posyandu akan semakin maju dan berdampak luas. Sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan Posyandu harus semakin diperkuat untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua TP PKK yang baru dilantik dan menekankan pentingnya kesiapan dalam menjalankan amanah ini.
"Pelantikan ini merupakan bagian dari sejarah baru dalam sistem pemerintahan kita, di mana untuk pertama kalinya pelantikan gubernur dan Ketua TP PKK dilakukan secara serentak," ujar Tito Karnavian.
Pelantikan ini merupakan bagian dari pelantikan serentak 34 Ketua TP PKK se-Indonesia untuk periode 2025-2030.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Pembina TP PKK Pusat dan Penasehat Tim Pembina Posyandu Pusat, serta para Gubernur yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama.
Ketua Umum TP PKK, Tri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran Ketua TP PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Momentum ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan tonggak baru dalam perjalanan panjang pengabdian kita untuk memberdayakan keluarga dan masyarakat,” ujar Tri Tito Karnavian.
Ia menegaskan bahwa peran Ketua TP PKK bukan hanya sekadar jabatan, tetapi merupakan panggilan untuk membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Saya yakin dengan dedikasi dan semangat Ibu sekalian, Gerakan PKK dan pembinaan Posyandu akan semakin maju dan berdampak luas. Sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan Posyandu harus semakin diperkuat untuk mencapai tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat," tambahnya.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua TP PKK yang baru dilantik dan menekankan pentingnya kesiapan dalam menjalankan amanah ini.
"Pelantikan ini merupakan bagian dari sejarah baru dalam sistem pemerintahan kita, di mana untuk pertama kalinya pelantikan gubernur dan Ketua TP PKK dilakukan secara serentak," ujar Tito Karnavian.
(GUS)
Berita Terkait
News
Pemprov Sulsel Buka Beasiswa Pilot, Gubernur Ajak Generasi Muda Raih Cita-cita di Dunia Penerbangan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia bagi generasi muda melalui Program Beasiswa Penerbangan untuk calon pilot bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan
Kamis, 21 Mei 2026 11:32
News
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja impresif pada triwulan I tahun 2026 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Senin, 11 Mei 2026 10:40
Ekbis
Muslim Life Fair Makassar 2026 Sukses Digelar, Perkuat Ekonomi Syariah di Indonesia Timur
Muslim Life Fair pertama di luar Pulau Jawa ini membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pasar halal & penguatan ekosistem UMKM di kawasan Indonesia timur.
Kamis, 07 Mei 2026 09:02
Ekbis
BI Sulsel Dorong Efisiensi dan Akselerasi Investasi Lewat DTM PINISI SULTAN 2026
Pemprov Sulsel bersama Kantor Perwakilan BI Sulsel menggelar Dedicated Team Meeting (DTM) Forum PINISI SULTAN yang dirangkaikan dengan Kick-Off South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026.
Kamis, 30 Apr 2026 12:07
News
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana Nasional
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atas dedikasi dan kinerja luar biasa dalam penanggulangan bencana.
Rabu, 29 Apr 2026 18:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Muprov VIII Kadin Sulsel Siap Digelar, Pendaftaran Calon Bisa Via Online
2
Iduladha 1447 H, FIFGROUP Cabang Makassar Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat
3
Sambut Milad ke-72, Pascasarjana UMI Siap Gelar Konferensi Internasional Berindeks Scopus
4
Fraksi Gerindra Tegaskan Hak Angket DPRD Demi Jaga Marwah Pemerintahan Gowa
5
Legislator Makassar Ungkap Penyebab Warga Dicoret dari Penerima Bansos
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Muprov VIII Kadin Sulsel Siap Digelar, Pendaftaran Calon Bisa Via Online
2
Iduladha 1447 H, FIFGROUP Cabang Makassar Berbagi Hewan Kurban untuk Masyarakat
3
Sambut Milad ke-72, Pascasarjana UMI Siap Gelar Konferensi Internasional Berindeks Scopus
4
Fraksi Gerindra Tegaskan Hak Angket DPRD Demi Jaga Marwah Pemerintahan Gowa
5
Legislator Makassar Ungkap Penyebab Warga Dicoret dari Penerima Bansos