Lewat Gerak & Permainan di Air, Zivana Montessori Hadirkan Program Hidroterapi untuk Anak

Selasa, 25 Agu 2026 14:21
Lewat Gerak & Permainan di Air, Zivana Montessori Hadirkan Program Hidroterapi untuk Anak
TK Zivana Montessori Makassar menghadirkan program hidroterapi yang memadukan gerakan dan permainan di dalam air sebagai bagian dari stimulasi anak. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Bermain di air tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi bagi anak. Di TK Zivana Montessori Makassar, aktivitas tersebut dikembangkan menjadi program hidroterapi yang memadukan gerakan dan permainan sebagai bagian dari stimulasi anak.

Program yang berlangsung di TK Zivana Montessori, Jl. Prof. Basalamah (ex. Jl. Racing Centre), Kompleks Mustika Mulia Blok A4 No. 1, Makassar, itu terbuka bagi anak dari lingkungan sekolah maupun masyarakat umum.

Program hidroterapi dapat diikuti anak berkebutuhan khusus maupun anak tipikal. Setiap sesi didampingi terapis dengan aktivitas yang disesuaikan dengan respons dan kebutuhan masing-masing anak.

Kepala Yayasan Zivana Montessori, Adilah Wina Fitria, mengatakan aktivitas di dalam air memberikan pengalaman berbeda karena melibatkan gerak tubuh sekaligus stimulasi sensorik.

“Aktivitas di dalam air memberikan pengalaman yang berbeda karena anak tidak hanya bergerak, tetapi juga mendapatkan stimulasi sensorik yang melibatkan keseimbangan, koordinasi, kekuatan tubuh, serta kemampuan mengatur respons tubuhnya,” ujar Adilah.

Menurut Adilah, hidroterapi di Zivana Montessori tidak secara khusus ditujukan bagi anak yang mengalami hambatan perkembangan. Aktivitas berbasis air juga dapat menjadi salah satu pilihan stimulasi bagi anak secara umum.

“Kami ingin membangun pemahaman bahwa stimulasi berbasis air dapat menjadi salah satu pilihan yang baik untuk mendukung tumbuh kembang setiap anak, bukan baru diberikan ketika anak mengalami hambatan perkembangan,” katanya.

Gabungkan Gerakan dan Permainan
Sebelum masuk ke kolam, anak terlebih dahulu melakukan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh sebelum beraktivitas di dalam air.

Di dalam kolam, anak diajak melakukan sejumlah gerakan sederhana untuk beradaptasi dengan lingkungan air. Aktivitas kemudian dikombinasikan dengan permainan yang melibatkan gerakan tubuh dan interaksi dengan benda.

Terapis hidroterapi Zivana Montessori, Nining Muthmainnah, mengatakan kegiatan dirancang dengan menggabungkan gerakan dan permainan agar anak dapat mengikuti sesi dalam suasana yang menyenangkan.

Anak, misalnya, dapat diajak berjalan di dalam kolam, mengambil benda di dalam air, melempar dan menangkap bola, hingga melakukan gerakan berjalan jongkok dan merangkak.

“Metode yang saya gunakan itu membuat suasananya lebih ceria atau senang. Saya selalu tersenyum dan mengafirmasikan kepada anak bahwa ini tidak apa-apa,” ujar Nining.

Menurut Nining, pendampingan dilakukan dengan memperhatikan respons anak selama berada di dalam air. Terapis mengamati perilaku anak sebelum menentukan cara mengarahkan mereka kembali pada aktivitas yang telah disiapkan.

Ia mencontohkan seorang anak yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap air. Anak tersebut beberapa kali ingin menyelam atau kembali bermain ketika aktivitas lain sedang berlangsung.

Dalam situasi tersebut, Nining tidak langsung menghentikan aktivitas anak. Ia tetap mendampingi, memberikan kesempatan untuk berenang, kemudian mengarahkannya kembali pada kegiatan yang telah direncanakan.

“Saya tetap berada di sampingnya, membiarkan Ananda untuk tetap berenang, lalu saya ambil lagi Ananda. Saya tanya, sebelumnya kita mau jalan jongkok dulu,” ujarnya.

Nining mengatakan situasi serupa dapat terjadi berulang kali selama sesi, terutama ketika anak sangat menyukai aktivitas di dalam air. Pendampingan pun dilakukan secara bertahap agar anak tetap merasa nyaman sekaligus dapat kembali mengikuti rangkaian kegiatan.

Orangtua Melihat Perubahan Setelah Sesi
Ketertarikan anak terhadap aktivitas berenang menjadi salah satu alasan keluarga mengikuti program hidroterapi di Zivana Montessori.

Bagi orangtua, pemahaman guru dan terapis terhadap kondisi sensorik anak juga menjadi pertimbangan dalam memilih program tersebut. “Kebetulan Ananda suka berenang. Dengan adanya hidroterapi bisa lebih menstimulasi masalah sensorik Ananda,” ujar orangtua tersebut.

Ia mengatakan pengetahuan guru dan terapis mengenai kondisi anak membuat keluarga lebih percaya mengikuti program hidroterapi di Zivana Montessori.

“Memilih hidroterapi di Zivana karena guru/terapis sudah tahu tentang permasalahan sensorik Ananda jadi lebih percaya untuk menitipkan Ananda ke Zivana,” katanya.

Setelah mengikuti sesi hidroterapi, orangtua tersebut mengaku melihat perubahan pada kondisi anak, terutama setelah mengikuti aktivitas di dalam air. “Sangat senang. Setelah Hydro Ananda juga jauh lebih tenang,” tuturnya.

Melalui program tersebut, Zivana Montessori berupaya menjadikan aktivitas di dalam air tidak sekadar sebagai kegiatan berenang, tetapi juga sebagai ruang bagi anak untuk bergerak, bermain, dan mendapatkan pengalaman sensorik dengan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhannya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru