Tak Cuma Pulihkan Sistem, PLN Siapkan Penguatan Kelistrikan Sulbagsel
Selasa, 22 Sep 2026 18:14
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama jajaran manajemen PLN UID Sulselrabar, UIP Sulawesi, dan UIP3B Sulawesi dalam kunjungan ke PLN UP2B Sistem Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Upaya memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) tidak berhenti pada pemulihan pasokan listrik. PT PLN (Persero) menyiapkan fondasi penguatan jangka panjang melalui diversifikasi sumber energi dengan mengembangkan sekitar 5,2 gigawatt peak (GWp) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan 8,2 gigawatt hour (GWh) Battery Energy Storage System (BESS) hingga 2029.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih beragam, fleksibel, dan resilien, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi sumber energi. Salah satu tantangannya adalah pembangkit berbasis hidro yang produksinya sangat dipengaruhi kondisi hidrologi.
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai kondisi kelistrikan di Sulawesi menunjukkan pentingnya kesiapan sistem dalam menghadapi perubahan alam. Hal ini karena pembangkit listrik tenaga air memiliki kontribusi cukup besar terhadap pasokan listrik.
Saat mengunjungi kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada pertengahan September 2026, Sripeni menyebut kontribusi PLTA mencapai sekitar 30 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi. Sementara itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara berkontribusi sekitar 20 persen.
“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini. PLTA itu mengambil peran sekitar 30 persen, lalu kemudian PLTU batu bara juga mengambil peran sekitar 20 persen,” kata Sripeni.
Menurut dia, sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga produksi energi di tengah kondisi kemarau. Salah satunya melalui modifikasi cuaca dan hujan buatan guna membantu mempertahankan ketersediaan air bagi pembangkit listrik tenaga air. Di sisi lain, PLTU batu bara yang sebelumnya menjalani pemeliharaan juga diupayakan kembali beroperasi untuk memperkuat pasokan listrik.
“Saat ini PLTU Batubara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan,” ujarnya.
Sripeni juga menyebut kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai berangsur membaik. Indikasinya terlihat dari semakin berkurangnya wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik dalam sepekan terakhir.
Namun, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan perlunya sistem kelistrikan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi alam dan ketersediaan sumber energi. Diversifikasi pembangkit dan penguatan infrastruktur menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan pasokan dalam jangka panjang.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PLN menyiapkan pengembangan PLTS dan BESS sebagai bagian dari strategi penguatan Sistem Sulbagsel. PLTS akan menambah pasokan dari energi surya, sedangkan BESS berfungsi menyimpan energi sekaligus membantu menjaga fleksibilitas sistem ketika produksi energi terbarukan berubah.
BESS juga dapat mendukung sistem ketika daya mampu pembangkit hidro mengalami penurunan. Dengan kombinasi PLTS dan BESS, PLN menargetkan sistem memiliki pilihan sumber pasokan yang lebih beragam sekaligus kemampuan merespons perubahan produksi dan kebutuhan listrik.
Penguatan Sistem Sulbagsel dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada pemulihan daya mampu pembangkit yang tersedia serta penyiapan pembangkit sementara. Selanjutnya, penguatan sistem dilanjutkan melalui pengembangan PLTS dan BESS hingga 2029.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem yang dilakukan saat ini berjalan beriringan dengan penyiapan fondasi kelistrikan untuk jangka panjang.
“Kondisi yang kita hadapi saat ini menjadi pembelajaran bahwa sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam. Karena itu, selain melakukan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang ada, PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS,” ujar Edyansyah.
Menurut Edyansyah, penguatan Sistem Sulbagsel ke depan tidak hanya berorientasi pada penambahan kapasitas pembangkitan, tetapi juga pada kemampuan sistem beradaptasi terhadap perubahan sumber energi.
Pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian dari strategi tersebut. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembangkitan tertentu sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi PLN dalam mengelola perubahan produksi energi terbarukan.
“Apa yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada upaya memulihkan kondisi sistem. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien. Dengan sistem yang lebih kuat dan adaptif, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dapat didukung secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Untuk menjaga keandalan sistem dalam jangka pendek, PLN tetap memprioritaskan optimalisasi pembangkit yang tersedia, percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala, serta berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Pada saat yang sama, pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN untuk membangun Sistem Sulbagsel yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga lebih siap menghadapi dinamika sumber energi dan pertumbuhan kebutuhan listrik di masa mendatang.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih beragam, fleksibel, dan resilien, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi sumber energi. Salah satu tantangannya adalah pembangkit berbasis hidro yang produksinya sangat dipengaruhi kondisi hidrologi.
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Sripeni Inten Cahyani, menilai kondisi kelistrikan di Sulawesi menunjukkan pentingnya kesiapan sistem dalam menghadapi perubahan alam. Hal ini karena pembangkit listrik tenaga air memiliki kontribusi cukup besar terhadap pasokan listrik.
Saat mengunjungi kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar pada pertengahan September 2026, Sripeni menyebut kontribusi PLTA mencapai sekitar 30 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi. Sementara itu, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara berkontribusi sekitar 20 persen.
“Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini. PLTA itu mengambil peran sekitar 30 persen, lalu kemudian PLTU batu bara juga mengambil peran sekitar 20 persen,” kata Sripeni.
Menurut dia, sejumlah langkah dilakukan untuk menjaga produksi energi di tengah kondisi kemarau. Salah satunya melalui modifikasi cuaca dan hujan buatan guna membantu mempertahankan ketersediaan air bagi pembangkit listrik tenaga air. Di sisi lain, PLTU batu bara yang sebelumnya menjalani pemeliharaan juga diupayakan kembali beroperasi untuk memperkuat pasokan listrik.
“Saat ini PLTU Batubara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan,” ujarnya.
Sripeni juga menyebut kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan mulai berangsur membaik. Indikasinya terlihat dari semakin berkurangnya wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik dalam sepekan terakhir.
Namun, kondisi tersebut sekaligus menunjukkan perlunya sistem kelistrikan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan kondisi alam dan ketersediaan sumber energi. Diversifikasi pembangkit dan penguatan infrastruktur menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan pasokan dalam jangka panjang.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PLN menyiapkan pengembangan PLTS dan BESS sebagai bagian dari strategi penguatan Sistem Sulbagsel. PLTS akan menambah pasokan dari energi surya, sedangkan BESS berfungsi menyimpan energi sekaligus membantu menjaga fleksibilitas sistem ketika produksi energi terbarukan berubah.
BESS juga dapat mendukung sistem ketika daya mampu pembangkit hidro mengalami penurunan. Dengan kombinasi PLTS dan BESS, PLN menargetkan sistem memiliki pilihan sumber pasokan yang lebih beragam sekaligus kemampuan merespons perubahan produksi dan kebutuhan listrik.
Penguatan Sistem Sulbagsel dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada pemulihan daya mampu pembangkit yang tersedia serta penyiapan pembangkit sementara. Selanjutnya, penguatan sistem dilanjutkan melalui pengembangan PLTS dan BESS hingga 2029.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, mengatakan pemulihan sistem yang dilakukan saat ini berjalan beriringan dengan penyiapan fondasi kelistrikan untuk jangka panjang.
“Kondisi yang kita hadapi saat ini menjadi pembelajaran bahwa sistem kelistrikan membutuhkan sumber pasokan yang beragam. Karena itu, selain melakukan pemulihan dan optimalisasi pembangkit yang ada, PLN juga menyiapkan penguatan sistem dalam jangka panjang melalui pengembangan PLTS dan BESS,” ujar Edyansyah.
Menurut Edyansyah, penguatan Sistem Sulbagsel ke depan tidak hanya berorientasi pada penambahan kapasitas pembangkitan, tetapi juga pada kemampuan sistem beradaptasi terhadap perubahan sumber energi.
Pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian dari strategi tersebut. Diversifikasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembangkitan tertentu sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi PLN dalam mengelola perubahan produksi energi terbarukan.
“Apa yang kami lakukan saat ini tidak berhenti pada upaya memulihkan kondisi sistem. Kami juga menyiapkan fondasi agar sistem Sulbagsel ke depan semakin beragam, fleksibel, dan resilien. Dengan sistem yang lebih kuat dan adaptif, kami berharap kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sulawesi dapat didukung secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Untuk menjaga keandalan sistem dalam jangka pendek, PLN tetap memprioritaskan optimalisasi pembangkit yang tersedia, percepatan pemulihan pembangkit yang mengalami kendala, serta berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.
Pada saat yang sama, pengembangan PLTS dan BESS menjadi bagian dari langkah jangka panjang PLN untuk membangun Sistem Sulbagsel yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan listrik saat ini, tetapi juga lebih siap menghadapi dinamika sumber energi dan pertumbuhan kebutuhan listrik di masa mendatang.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN dan Pemprov Sulsel Perkuat Sinergi Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN UID Sulselrabar terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus mengoptimalkan pembangkit yang masih tersedia.
Sabtu, 19 Sep 2026 12:40
Ekbis
PLN Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Sinjai Lewat Pelatihan Digital dan Peternakan
PLN UID Sulselrabar menggabungkan dua pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui Digital Skill Bootcamp dan pengembangan sentra peternakan NUMA Farm.
Jum'at, 18 Sep 2026 16:09
News
Terdampak El Nino, PLN Bekerja Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan Sulbagsel
PLN menggalakkan berbagai langkah percepatan untuk memulihkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Kamis, 17 Sep 2026 16:41
News
Cetak Ratusan Agen Perubahan Digital Desa, PLN UID Sulselrabar Raih Gold InTechSEA 2026
Raihan Gold InTechSEA Awards 2026 makin memperkuat komitmen PLN UID Sulselrabar dalam menciptakan program TJSL yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Rabu, 16 Sep 2026 18:11
News
Dirut PLN Pimpin Penguatan Listrik Sulbagsel, Target Seimbang Akhir September
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo turun langsung mengawal upaya pemulihan dan peningkatan pasokan listrik di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Selasa, 15 Sep 2026 13:38
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
3
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
4
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
5
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
3
PJM Tingkatkan SDM Pandu, Perkuat Keselamatan dan Keandalan Pelayaran
4
Gandeng Tiga Bank, Perumahan Subsidi Alexandria City Moncongloe Gelar Akad Massal 250 User
5
FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional