Astra Motor School Dorong Lulusan SMK Lebih Siap Hadapi Dunia Industri

Rabu, 23 Sep 2026 14:34
Astra Motor School Dorong Lulusan SMK Lebih Siap Hadapi Dunia Industri
Sebanyak 60 persen alumni jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat, terserap ke jaringan bengkel resmi Honda. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak 60 persen alumni jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 1 Rangas, Sulawesi Barat, terserap ke jaringan bengkel resmi Honda. Capaian tersebut menjadi salah satu hasil penerapan Astra Motor School yang dikembangkan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) untuk mendekatkan pembelajaran SMK dengan kebutuhan industri.

Astra Motor School merupakan program kelas industri bagi SMK binaan Asmo Sulsel. Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori di sekolah, tetapi juga pengalaman praktik langsung di bengkel resmi Honda atau AHASS selama masa pendidikan tiga tahun.

Technical Service Manager Asmo Sulsel, Anton Prihatno, mengatakan pengalaman praktik di lingkungan industri membantu siswa memahami keterampilan teknis sekaligus standar kerja yang diterapkan di jaringan bengkel Honda. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu jalur untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri sepeda motor.

“Program ini kami anggap berhasil dengan melihat tingginya angka siswa SMKN 1 Rangas yang terserap di jaringan bengkel resmi Honda. Jika dipresentasikan, angkanya menyentuh 60 persen dari jumlah alumni 2025 jurusan Teknik Sepeda Motor di sekolah tersebut,” ujar Anton.

SMKN 1 Rangas menjadi sekolah pertama yang menerapkan Astra Motor School. Kerja sama tersebut telah berjalan sejak 2025, dengan kegiatan pembelajaran dan praktik yang diselaraskan dengan kebutuhan industri, termasuk memberikan kesempatan kepada siswa mengenal langsung lingkungan kerja di jaringan AHASS.

Selain memberikan pengalaman praktik, Astra Motor School dirancang untuk mendukung program magang selama satu tahun secara berkesinambungan, menyiapkan mekanik sesuai standar industri, serta mempertemukan kebutuhan sekolah dengan dunia kerja. Penyelarasan kurikulum dengan standar Honda juga menjadi bagian dari program agar kompetensi siswa semakin relevan ketika memasuki industri.

Region Head Asmo Sulsel, Jeffry Mei Gamastra, mengatakan pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam kontribusi perusahaan di wilayah operasionalnya. Menurut dia, keterlibatan industri diperlukan agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami melihat pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui Astra Motor School, kami ingin membantu mempertemukan kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri,” kata Jeffry.

Ia mengatakan siswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu di sekolah, tetapi juga memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan karier di industri sepeda motor, termasuk sebagai teknisi maupun mengembangkan usaha bengkel.

Ke depan, Asmo Sulsel akan memperluas penerapan Astra Motor School ke lebih banyak SMK binaan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Ambon. Saat ini terdapat 98 SMK binaan yang menjadi sasaran pengembangan program tersebut.

Melalui perluasan program, Asmo Sulsel menargetkan semakin banyak siswa SMK memperoleh akses pembelajaran berbasis industri sejak bangku sekolah. Pengalaman praktik, penyelarasan kompetensi, dan pengenalan standar kerja diharapkan menjadi bekal bagi lulusan untuk lebih siap melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru