Galeri Investasi BEI Jadi Ujung Tombak Perluasan Akses Pasar Modal di Sulsel
Minggu, 08 Nov 2026 21:43
Kepala Wilayah Sulsel dan Sulbar Kantor Perwakilan BEI Sulsel Alberto Fasaamuri Dachi saat memberikan edukasi pasar modal kepada mahasiswa baru di Universitas Muslim Maros (UMMA). Foto/Dok UMMA
MAKASSAR - Pertumbuhan investor pasar modal di Sulawesi Selatan (Sulsel) semakin progresif dan menjangkau berbagai daerah. Untuk menjaga momentum tersebut sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat peran Galeri Investasi sebagai pusat edukasi, informasi, dan pengembangan investor.
Hingga September 2026, BEI Sulsel telah memiliki 19 Galeri Investasi aktif yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Tahun ini, sebanyak 11 galeri baru juga tengah dipersiapkan.
Perluasan jaringan Galeri Investasi menjadi salah satu strategi BEI untuk mendekatkan pasar modal kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda dan lingkungan akademisi.
Kehadirannya diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mengenal instrumen investasi, tetapi juga membangun pemahaman agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Kepala Wilayah Sulsel dan Sulbar Kantor Perwakilan BEI Sulsel, Alberto Fasaamuri Dachi, mengatakan perluasan akses pasar modal dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kewilayahan. Edukasi tidak lagi terpusat di Makassar, tetapi diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, organisasi profesi, dan berbagai institusi lainnya.
“Strategi utama kami adalah mendekatkan pasar modal kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kewilayahan. Salah satunya dengan memperkuat keberadaan Galeri Investasi BEI sebagai pusat informasi, edukasi, dan pengembangan investor,” ujar dia, kepada SINDO Makassar.
Menurut Alberto, Galeri Investasi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi pasar modal, khususnya di kalangan mahasiswa. Fasilitas ini bukan sekadar sarana memperkenalkan pasar modal dan membuka akses investasi, melainkan juga ruang pembelajaran untuk memahami mekanisme perdagangan serta praktik investasi secara langsung.
Melalui Galeri Investasi, mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Sekolah Pasar Modal, seminar, diskusi, simulasi investasi, kompetisi pasar modal, hingga praktik dan penelitian. Berbagai aktivitas tersebut diharapkan membentuk investor yang tidak hanya mengenal produk investasi, tetapi juga memiliki kemampuan analisis dan kesadaran terhadap risiko.
BEI, kata Alberto, juga mendorong agar keberadaan Galeri Investasi tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah pembukaan rekening. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya investasi yang sehat, kritis, dan berorientasi jangka panjang.
“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk menganalisis informasi, memahami fundamental perusahaan, mengenali risiko, serta membedakan antara investasi dan spekulasi,” jelasnya.
Penguatan Galeri Investasi menjadi semakin relevan di tengah pertumbuhan jumlah investor di Sulsel. Hingga September 2026, jumlah investor pasar modal di provinsi ini mencapai 857.702 Single Investor Identification (SID), tumbuh 63 persen sepanjang tahun. Sebanyak 72 persen investor bahkan tercatat berasal dari luar Kota Makassar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Penambahan investor juga terlihat di sejumlah daerah, antara lain Makassar sebanyak 70.429 investor baru, Kabupaten Gowa 33.734 investor, Bone 23.635 investor, dan Bulukumba 15.117 investor.
Meski demikian, peningkatan jumlah investor perlu diikuti penguatan pemahaman terhadap karakteristik produk dan risiko investasi. Sebab, bertambahnya kepemilikan rekening belum tentu mencerminkan kemampuan masyarakat dalam menentukan instrumen investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Selain memperluas Galeri Investasi, BEI juga mengoptimalkan kolaborasi dengan perusahaan sekuritas dan mitra edukasi untuk mempermudah pembukaan rekening serta memberikan pendampingan kepada calon investor. Saat ini, terdapat 15 perusahaan sekuritas di Sulsel yang menjadi mitra penting dalam memperluas akses masyarakat untuk mulai berinvestasi.
Sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut diperkuat melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan, termasuk kegiatan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan pemangku kepentingan lainnya.
Ke depan, BEI Sulsel akan terus mendorong penambahan dan penguatan Galeri Investasi, tidak hanya di perguruan tinggi, tetapi juga di tingkat SMA dan SMK. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menanamkan pemahaman pasar modal sejak dini sekaligus memperluas jangkauan edukasi hingga ke daerah.
Melalui penguatan Galeri Investasi dan kolaborasi lintas sektor, BEI berharap pertumbuhan investor di Sulawesi Selatan tidak hanya tercermin dari bertambahnya jumlah rekening, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas investor yang cerdas, kritis, dan mampu berinvestasi secara berkelanjutan.
Hingga September 2026, BEI Sulsel telah memiliki 19 Galeri Investasi aktif yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Tahun ini, sebanyak 11 galeri baru juga tengah dipersiapkan.
Perluasan jaringan Galeri Investasi menjadi salah satu strategi BEI untuk mendekatkan pasar modal kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda dan lingkungan akademisi.
Kehadirannya diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mengenal instrumen investasi, tetapi juga membangun pemahaman agar mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Kepala Wilayah Sulsel dan Sulbar Kantor Perwakilan BEI Sulsel, Alberto Fasaamuri Dachi, mengatakan perluasan akses pasar modal dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kewilayahan. Edukasi tidak lagi terpusat di Makassar, tetapi diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, organisasi profesi, dan berbagai institusi lainnya.
“Strategi utama kami adalah mendekatkan pasar modal kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kewilayahan. Salah satunya dengan memperkuat keberadaan Galeri Investasi BEI sebagai pusat informasi, edukasi, dan pengembangan investor,” ujar dia, kepada SINDO Makassar.
Menurut Alberto, Galeri Investasi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem literasi dan inklusi pasar modal, khususnya di kalangan mahasiswa. Fasilitas ini bukan sekadar sarana memperkenalkan pasar modal dan membuka akses investasi, melainkan juga ruang pembelajaran untuk memahami mekanisme perdagangan serta praktik investasi secara langsung.
Melalui Galeri Investasi, mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari Sekolah Pasar Modal, seminar, diskusi, simulasi investasi, kompetisi pasar modal, hingga praktik dan penelitian. Berbagai aktivitas tersebut diharapkan membentuk investor yang tidak hanya mengenal produk investasi, tetapi juga memiliki kemampuan analisis dan kesadaran terhadap risiko.
BEI, kata Alberto, juga mendorong agar keberadaan Galeri Investasi tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah pembukaan rekening. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya investasi yang sehat, kritis, dan berorientasi jangka panjang.
“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan untuk menganalisis informasi, memahami fundamental perusahaan, mengenali risiko, serta membedakan antara investasi dan spekulasi,” jelasnya.
Penguatan Galeri Investasi menjadi semakin relevan di tengah pertumbuhan jumlah investor di Sulsel. Hingga September 2026, jumlah investor pasar modal di provinsi ini mencapai 857.702 Single Investor Identification (SID), tumbuh 63 persen sepanjang tahun. Sebanyak 72 persen investor bahkan tercatat berasal dari luar Kota Makassar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Penambahan investor juga terlihat di sejumlah daerah, antara lain Makassar sebanyak 70.429 investor baru, Kabupaten Gowa 33.734 investor, Bone 23.635 investor, dan Bulukumba 15.117 investor.
Meski demikian, peningkatan jumlah investor perlu diikuti penguatan pemahaman terhadap karakteristik produk dan risiko investasi. Sebab, bertambahnya kepemilikan rekening belum tentu mencerminkan kemampuan masyarakat dalam menentukan instrumen investasi sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Selain memperluas Galeri Investasi, BEI juga mengoptimalkan kolaborasi dengan perusahaan sekuritas dan mitra edukasi untuk mempermudah pembukaan rekening serta memberikan pendampingan kepada calon investor. Saat ini, terdapat 15 perusahaan sekuritas di Sulsel yang menjadi mitra penting dalam memperluas akses masyarakat untuk mulai berinvestasi.
Sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut diperkuat melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan, termasuk kegiatan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan pemangku kepentingan lainnya.
Ke depan, BEI Sulsel akan terus mendorong penambahan dan penguatan Galeri Investasi, tidak hanya di perguruan tinggi, tetapi juga di tingkat SMA dan SMK. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menanamkan pemahaman pasar modal sejak dini sekaligus memperluas jangkauan edukasi hingga ke daerah.
Melalui penguatan Galeri Investasi dan kolaborasi lintas sektor, BEI berharap pertumbuhan investor di Sulawesi Selatan tidak hanya tercermin dari bertambahnya jumlah rekening, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas investor yang cerdas, kritis, dan mampu berinvestasi secara berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Investor Pasar Modal di Sulsel Tumbuh Double Digit, Partisipasi Daerah Meluas
Hingga September 2026, jumlah investor pasar modal di provinsi ini mencapai 857.702 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 63 persen sepanjang tahun.
Minggu, 08 Nov 2026 14:56
Ekbis
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen mempercepat reformasi untuk memperkuat kepercayaan investor sekaligus meningkatkan daya saing pasar modal nasional.
Jum'at, 23 Okt 2026 08:51
Ekbis
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
OJK menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp2,1 triliun kepada pihak-pihak yang terkait dengan dugaan pelanggaran di pasar modal yang melihatkan DSSA, BREN & CUAN.
Sabtu, 17 Okt 2026 05:36
Ekbis
OJK Sanksi 1.277 Pelanggaran Pasar Modal hingga Agustus 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat penegakan hukum di sektor pasar modal. Hingga 31 Agustus 2026, OJK telah menetapkan 1.277 sanksi administratif.
Senin, 31 Agu 2026 18:37
Ekbis
Reksa Dana Jadi Motor Pertumbuhan Investor Pasar Modal Sulsel
Berdasarkan jenis instrumen, reksa dana mencatat pertumbuhan investor tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni sebesar 81,35 persen yoy.
Selasa, 11 Agu 2026 12:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Debut di Porprov, Petanque Langsung Antar Maros Raih Emas
2
Maros Masuk 4 Besar Klasemen Sementara Perolehan Medali Porprov Sulsel 2026
3
Investor Pasar Modal di Sulsel Tumbuh Double Digit, Partisipasi Daerah Meluas
4
King Kobra Sepanjang 2,5 Meter Dievakuasi dari Belakang Polsek Tanralili
5
Pasang Badan untuk Bahlil, Idrus Marham Balas Serangan Pembuat Opini Menyesatkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Debut di Porprov, Petanque Langsung Antar Maros Raih Emas
2
Maros Masuk 4 Besar Klasemen Sementara Perolehan Medali Porprov Sulsel 2026
3
Investor Pasar Modal di Sulsel Tumbuh Double Digit, Partisipasi Daerah Meluas
4
King Kobra Sepanjang 2,5 Meter Dievakuasi dari Belakang Polsek Tanralili
5
Pasang Badan untuk Bahlil, Idrus Marham Balas Serangan Pembuat Opini Menyesatkan