Reksa Dana Jadi Motor Pertumbuhan Investor Pasar Modal Sulsel
Selasa, 11 Agu 2026 12:42
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin menyebut investasi di sektor pasar modal di Sulsel mengalami pertumbuhan signifikan. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Minat masyarakat Sulawesi Selatan terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah investor tercatat mencapai 766.125 Single Investor Identification (SID), atau tumbuh 79,28 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Hal itu juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Berdasarkan jenis instrumen, reksa dana mencatat pertumbuhan investor tertinggi, yakni sebesar 81,35 persen yoy. Pertumbuhan investor saham mencapai 44,66 persen, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 24,30 persen hingga Juni 2026.
“Pertumbuhan investor yang tinggi menunjukkan semakin kuatnya inklusi keuangan di daerah melalui pemanfaatan berbagai instrumen investasi yang tersedia,” ujar Muchlasin.
Perkembangan tersebut juga terlihat dari tren jumlah investor berdasarkan instrumen sepanjang Desember 2024 hingga Juni 2026. Pada instrumen saham, jumlah investor meningkat dari 322.895 pada Desember 2024 menjadi 536.779 pada Juni 2026.
Pada periode yang sama, jumlah investor reksa dana meningkat dari 935.664 menjadi 1.874.894, sedangkan investor SBN bertambah dari 36.782 menjadi 47.444.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar modal semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Sulawesi Selatan. Beragam pilihan instrumen investasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan investasi dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta profil risikonya.
OJK menilai meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal menjadi salah satu indikator semakin luasnya akses dan pemanfaatan layanan keuangan di Sulawesi Selatan.
Secara nasional, jumlah Single Investor Identification (SID) kini bahkan mencapai 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Dari sisi kinerja, hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di pasar modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan.
Jumlah investor mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor. Sebanyak 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Mochammad Muchlasin, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Hal itu juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Berdasarkan jenis instrumen, reksa dana mencatat pertumbuhan investor tertinggi, yakni sebesar 81,35 persen yoy. Pertumbuhan investor saham mencapai 44,66 persen, sedangkan investor Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh 24,30 persen hingga Juni 2026.
“Pertumbuhan investor yang tinggi menunjukkan semakin kuatnya inklusi keuangan di daerah melalui pemanfaatan berbagai instrumen investasi yang tersedia,” ujar Muchlasin.
Perkembangan tersebut juga terlihat dari tren jumlah investor berdasarkan instrumen sepanjang Desember 2024 hingga Juni 2026. Pada instrumen saham, jumlah investor meningkat dari 322.895 pada Desember 2024 menjadi 536.779 pada Juni 2026.
Pada periode yang sama, jumlah investor reksa dana meningkat dari 935.664 menjadi 1.874.894, sedangkan investor SBN bertambah dari 36.782 menjadi 47.444.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar modal semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Sulawesi Selatan. Beragam pilihan instrumen investasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyesuaikan investasi dengan kebutuhan, tujuan keuangan, serta profil risikonya.
OJK menilai meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal menjadi salah satu indikator semakin luasnya akses dan pemanfaatan layanan keuangan di Sulawesi Selatan.
Secara nasional, jumlah Single Investor Identification (SID) kini bahkan mencapai 30,27 juta atau tumbuh 48,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Dari sisi kinerja, hingga 7 Agustus 2026, penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di pasar modal Indonesia juga telah melampaui 962 perusahaan.
Jumlah investor mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor. Sebanyak 78 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK Dorong Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini Hadapi Masa Tua
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong masyarakat mempersiapkan dana pensiun sejak dini untuk menghadapi masa purnabakti atau di masa tua.
Minggu, 06 Sep 2026 20:25
News
OJK Perkuat Organisasi, Tujuh Pejabat Baru Resmi Dilantik
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat struktur organisasi dan kapasitas kelembagaan dengan melantik tujuh pejabat pimpinan satuan kerja.
Rabu, 02 Sep 2026 15:18
Ekbis
OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Teknologi dan Data
OJK mendorong pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Selasa, 01 Sep 2026 13:09
Ekbis
OJK Sanksi 1.277 Pelanggaran Pasar Modal hingga Agustus 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat penegakan hukum di sektor pasar modal. Hingga 31 Agustus 2026, OJK telah menetapkan 1.277 sanksi administratif.
Senin, 31 Agu 2026 18:37
Ekbis
OJK Dorong Generasi Muda Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini
OJK memperkuat budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar dan generasi muda sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan serta membangun kemandirian finansial masyarakat
Minggu, 30 Agu 2026 13:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros