LPS Luncurkan Pelajar Sulsel Menabung, Sasar 1.000 Siswa SMA

Jum'at, 25 Sep 2026 10:57
LPS Luncurkan Pelajar Sulsel Menabung, Sasar 1.000 Siswa SMA
LPS menginisiasi peluncuran program Pelajar Sulsel Menabung yang menyasar 1.000 pelajar SMA di Makassar, Gowa, dan Maros. Foto/Dok LPS
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak 1.000 pelajar SMA di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa didorong membangun kebiasaan menabung secara konsisten melalui program Pelajar Sulsel Menabung yang diinisiasi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Program tersebut diluncurkan Kantor Perwakilan LPS Wilayah III – Sulawesi, Maluku, dan Papua melalui kegiatan Kick Off dan Training of Trainers (ToT) di Hotel Claro Makassar, 24 September 2026. Peluncuran dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.

Program Pelajar Sulsel Menabung tidak hanya diarahkan untuk mendorong pelajar menyisihkan uang, tetapi juga membangun kedisiplinan dan pemahaman dalam mengelola keuangan sejak usia sekolah.

Jufri mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengapresiasi inisiatif LPS yang mendorong pembentukan kebiasaan menabung di kalangan generasi muda.

Menurut dia, kebiasaan mengelola keuangan sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, Pemprov Sulsel berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih luas bagi pelajar di Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Fuad Zaen mengatakan, Pelajar Sulsel Menabung merupakan program yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan untuk tahap awal dimulai di tiga kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Program ini yang pertama di Indonesia dan dimulai di tiga kota/kabupaten di Sulawesi Selatan. Harapannya, edukasi keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara konsisten melalui peran pembina dan satuan pendidikan masing-masing, serta berlanjut ke daerah lain di Sulawesi Selatan maupun Indonesia,” kata Fuad di hadapan 100 guru pembina.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar Arif Machfoed menilai program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan generasi muda.

Menurut Arif, perluasan akses terhadap layanan keuangan perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan. Hal tersebut sejalan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Bayu Martanto mengatakan, program Pelajar Sulsel Menabung juga diintegrasikan dengan program resirkulasi logam. Integrasi tersebut diarahkan untuk mendorong kembalinya uang logam ke dalam peredaran sekaligus menjadi sarana edukasi bagi pelajar mengenai pentingnya menggunakan dan merawat Rupiah.

Bukan Sekadar Menabung
Pelajar Sulsel Menabung dirancang sebagai rangkaian edukasi sekaligus praktik literasi dan inklusi keuangan. Program ini mendorong pelajar membangun kebiasaan menabung secara konsisten, bukan sekadar mengikuti kegiatan dalam satu momentum.

Selama delapan minggu, partisipasi, konsistensi, dan kualitas keterlibatan pelajar akan dipantau secara berkala. Program juga dilengkapi monitoring dan evaluasi serta sosialisasi langsung di tengah periode pelaksanaan.

Rangkaian program kemudian ditutup dengan awarding sebagai bentuk apresiasi bagi peserta, pembina, dan sekolah yang berpartisipasi.

100 Guru Jadi Penggerak
Untuk menjaga keberlanjutan edukasi setelah peluncuran program, LPS membekali 100 guru pembina melalui kegiatan ToT. Para guru diharapkan menjadi penggerak edukasi keuangan di lingkungan sekolah masing-masing.

Selain mendapatkan materi mengenai kebiasaan menabung dan literasi keuangan, para peserta mengikuti talkshow interaktif dengan narasumber dari LPS, Bank Indonesia, OJK, Bank Sulselbar, dan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan.

Melalui kolaborasi LPS, satuan pendidikan, guru pembina, dan sejumlah pemangku kepentingan tersebut, program Pelajar Sulsel Menabung diharapkan tidak berhenti pada kegiatan delapan minggu.

Program ini diarahkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda Sulawesi Selatan yang lebih cerdas, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru