OJK dan UIN Alauddin Perkuat Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa

Rabu, 04 Nov 2026 09:18
OJK dan UIN Alauddin Perkuat Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memperkuat literasi keuangan syariah. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa melalui program OJK Mengajar. Kegiatan ini membahas tantangan, peluang, dan prospek pembiayaan syariah di tengah perkembangan industri jasa keuangan.

Kuliah umum bertajuk OJK Mengajar: Berbagi Ilmu, Menginspirasi Masa Depan dengan tema “Pembiayaan Syariah: Tantangan, Peluang, dan Prospek” tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar sekaligus agenda peringatan HUT ke-15 OJK.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai industri keuangan syariah.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami karakteristik, mekanisme, serta perbedaan pembiayaan syariah dengan pembiayaan konvensional.

Ia juga mendorong agar kerja sama OJK dan UIN Alauddin tidak terbatas pada kuliah umum. Kolaborasi tersebut dapat dikembangkan melalui kunjungan mahasiswa ke kantor OJK, program magang, hingga peluang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkaitan dengan edukasi keuangan.

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai literasi keuangan syariah perlu diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengenal istilah atau simbol keislaman, tetapi juga memahami nilai yang mendasari praktiknya.

Dalam sambutannya, Hamdan mengingatkan bahwa uang semestinya menjadi pelayan bagi manusia, bukan sebaliknya. Aktivitas ekonomi dan pembiayaan harus tetap menempatkan manusia sebagai tujuan, sehingga keuntungan yang diperoleh berjalan beriringan dengan tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Ia juga menekankan bahwa prinsip syariah harus tercermin dalam praktik nyata. Identitas syariah tidak cukup hanya ditandai dengan penggunaan istilah atau akad tertentu, tetapi perlu diwujudkan melalui nilai keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Kuliah umum tersebut menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Agusman menjelaskan perkembangan industri jasa keuangan nonbank, mulai dari perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, pergadaian, hingga layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi.

Ia juga menguraikan peluang dan tantangan pembiayaan syariah di tengah perkembangan layanan keuangan digital. Mahasiswa diingatkan agar memahami karakteristik produk keuangan sebelum menggunakannya, termasuk fasilitas Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater.

Kemudahan akses layanan keuangan digital, menurut materi yang disampaikan, perlu diimbangi dengan kesadaran terhadap kewajiban pembayaran dan risiko yang mungkin timbul.

Selain itu, Agusman mengingatkan pentingnya perlindungan konsumen dan keamanan data pribadi. Mahasiswa diminta menjaga informasi identitas, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK), serta tidak menyerahkannya secara sembarangan kepada pihak lain.

Ia turut memperkenalkan prinsip 2L, yakni Logis dan Legal, sebagai pedoman dalam memilih layanan keuangan. Masyarakat perlu memastikan legalitas lembaga jasa keuangan melalui informasi resmi OJK sekaligus menilai kewajaran setiap penawaran yang diterima.

Melalui kegiatan ini, OJK dan UIN Alauddin berharap pemahaman mahasiswa mengenai keuangan syariah dan layanan jasa keuangan semakin meningkat. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, dan literasi keuangan masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru