OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah

Sabtu, 26 Sep 2026 12:14
OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah
OJK menjadikan ISFO 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus mendorong generasi muda menjadi penggerak ekonomi dan keuangan syariah. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Sebanyak 11.952 generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan ajang tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus mendorong generasi muda menjadi penggerak ekonomi dan keuangan syariah.

Mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate”, ISFO 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi pengetahuan keuangan syariah, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, kreativitas, serta kemampuan kewirausahaan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, edukasi keuangan syariah perlu dikemas secara interaktif agar lebih dekat dengan karakter generasi muda.

Hal itu disampaikan Dicky dalam Puncak Indonesia Sharia Forum Olympiad 2026 di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.

ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen, sementara jumlah tim bertambah sekitar 15 persen.

Menurut Dicky, peningkatan partisipasi tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mempelajari keuangan syariah sekaligus mengembangkan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan kegiatan ekonomi.

Ia menegaskan, capaian utama ISFO bukan sekadar menjadi juara. Lebih dari itu, proses yang dilalui peserta diharapkan membentuk generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI dalam mengelola keuangan.

CAKAP berarti memahami keuangan, BIJAK dalam memilih produk dan layanan sesuai kebutuhan serta kemampuan, PRODUKTIF dengan menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta TERLINDUNGI dengan memahami hak dan risiko, bertransaksi secara aman, menjaga data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan di ekosistem keuangan digital.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, dan memiliki idealisme kuat.

“Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, ekonomi syariah tidak semata berbicara mengenai akumulasi kekayaan, tetapi juga bagaimana manfaat ekonomi dapat didistribusikan dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Karena itu, ia menilai perluasan inklusi ekonomi syariah menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab bersama. Generasi muda didorong untuk terus belajar, berkreasi, mengelola keuangan secara bijak, membangun usaha produktif, dan menciptakan nilai tambah bagi bangsa.

Sementara itu, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menilai koperasi dapat menjadi salah satu wadah usaha yang relevan bagi generasi muda.

Menurut Ferry, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah perlu berjalan beriringan dengan penguatan akses pembiayaan dan ketersediaan wadah ekonomi yang memadai.

“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ferry juga mendorong generasi muda tidak berhenti sebagai pengguna teknologi dan layanan yang tersedia. Mereka diharapkan mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan melahirkan inovasi yang memberikan nilai tambah.

Perkuat Literasi Keuangan di Sekolah
Rangkaian Puncak ISFO 2026 juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara OJK dan Kemendikdasmen. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta program pendidikan dan literasi keuangan, termasuk keuangan syariah, di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam kesempatan yang sama, OJK dan Kemendikdasmen meluncurkan Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F. Bahan ajar tersebut disusun OJK bersama pemangku kepentingan terkait untuk mendukung Panduan Pendidikan Literasi Finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024.

Materinya mengintegrasikan kompetensi literasi finansial dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler, antara lain Matematika dan Ekonomi, serta kegiatan kokurikuler. Bahan ajar tersebut telah dikurasi dan tersedia melalui platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen.

OJK berharap materi tersebut dapat membantu tenaga pendidik menyampaikan literasi keuangan secara lebih relevan dan aplikatif, sekaligus menjadi bekal bagi pelajar dalam mengambil keputusan keuangan pada masa kini maupun masa depan.

Tiga Kompetisi, Tiga Jalur Pengembangan
ISFO 2026 mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah melalui tiga kategori kompetisi, yakni Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar dan mahasiswa serta Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.

Grand Final CCKS kategori pelajar menghadirkan empat tim terbaik. Juara pertama diraih tim MAN Insan Cendekia Kota Batam yang beranggotakan Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, dan M. Razan Aqil Muflih.

Juara kedua diraih tim MAN Insan Cendekia Serpong, disusul MAN 2 Kota Malang sebagai juara ketiga dan tim kedua MAN Insan Cendekia Batam sebagai juara keempat.

Pada kategori mahasiswa, juara pertama diraih tim Universitas Brawijaya Malang yang beranggotakan Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani.

Juara kedua dan ketiga masing-masing diraih tim Politeknik Keuangan Negara STAN, sedangkan juara keempat diraih tim Universitas Padjadjaran Sumedang.

Sementara itu, kompetisi Wirausaha Muda Syariah menempatkan Athar Ibrahim Toyib dan Zahra Nurul Rizkiyah dari IPB University sebagai juara pertama melalui usaha Sortine.

Juara kedua diraih Siti Syahlah Septiyani, Naila Fidriatul Ilham, dan Dina Widyastuti dari Universitas Widyatama melalui usaha FitDaYs. Posisi ketiga ditempati Azid Ramadhan, Bintang Najwa Manurung, dan M. Ariel Zulya Ramadhan dari Universitas Syiah Kuala melalui usaha ELPIS.

Melalui ISFO 2026, OJK berharap para peserta tidak berhenti pada pencapaian kompetisi. Mereka diharapkan dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu membagikan pengetahuan dan pemahaman mengenai ekonomi serta keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru