Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Bone Ditargetkan Rampung 1 Juli 2027
Sabtu, 26 Sep 2026 01:01
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, meninjau lokasi pembangunan kawasan HAT di Bone, Jumat (25/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
BONE - Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) PT Berdikari (Persero) di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada 1 Juli 2027.
Proyek tersebut disiapkan sebagai kawasan peternakan unggas terintegrasi yang mencakup produksi bibit ayam atau day-old chick (DOC), peternakan, hingga pabrik pakan. Kapasitasnya ditargetkan dapat memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan DOC di Sulawesi Selatan.
Target tersebut disampaikan saat Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, meninjau lokasi pembangunan kawasan HAT di Bone, Jumat (25/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN Holding, ID FOOD, PT Berdikari, serta sejumlah pihak terkait.
Amran mengatakan percepatan pembangunan kawasan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk mengembangkan fasilitas peternakan unggas terintegrasi di sejumlah wilayah.
"Kami hadir di sini lengkap, ada BUMN, direksi dan kawan-kawan, PTPN lengkap," ujar Amran.
Menurut Amran, pemerintah menargetkan pembangunan lima unit pabrik pakan dan fasilitas DOC di sejumlah daerah dapat selesai dan diresmikan pada 2027.
"Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan. Rp2,2 triliun untuk lima. Dan total anggaran dipersiapkan oleh pemerintah, karena bukan ini saja, itu Rp17 triliun," ungkapnya.
General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari (Persero), AS. Hasbi Al-Islahi, mengatakan kunjungan Mentan dilakukan untuk memastikan pembangunan HAT di Bone berjalan sesuai rencana sekaligus mempercepat pengerjaannya.
"Pak Menteri Pertanian ingin memastikan program hilirisasi ayam terintegrasi ini betul-betul bisa dikerjakan dan terealisasi dengan baik. Namun, tidak sekadar terealisasi, tetapi harus ada percepatan sehingga Bapak Mentan langsung meninjau ke sini," jelas Hasbi.
Sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan di lokasi, mulai dari pembangunan jalan, pagar, hingga pengeboran sumur.
"Tadi beberapa lokasi sudah kita lakukan pengerjaan seperti pembuatan jalan, pagar, sumur bor sudah jalan semua. Ini akan kita kejar dalam waktu tiga minggu, 2.600 meter akan kita kerja dalam sebulan," ungkapnya.
Setelah infrastruktur dasar selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke fasilitas utama peternakan.
"Kapasitas produksi, Farm Parent Stock Broiler 168.000 betina produktif ditambah jantan sesuai mating ratio, Hatchery 500.000 HE/minggu, dan Feedmill 10.000 ton/bulan," jelasnya.
Dengan kapasitas tersebut, PT Berdikari memproyeksikan kawasan HAT Bone mampu memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan DOC Sulawesi Selatan. Sisanya dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di luar Sulawesi Selatan.
"90 persen akan mencover Sulawesi Selatan. Kapasitas ini 90 persen bisa menutup kebutuhan Sulawesi Selatan, dan 10 persen ini bisa menutupi luar Sulsel," jelasnya.
Hasbi mengatakan pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat industri ayam terintegrasi di kawasan Indonesia Timur.
"Ke depan pasti ini akan bertambah, dan Sulsel akan menjadi pusat ayam terintegrasi di Indonesia Timur," katanya.
Ia menegaskan PT Berdikari mengejar target penyelesaian pada 1 Juli 2027.
"Pembangunan ini Bapak Menteri Pertanian minta 1 Juli 2027 bisa gunting pita, dan semoga Bapak Presiden bisa hadir," ujarnya.
Ia juga meminta agar proses pembangunan tidak terkendala birokrasi.
"1 Juli 2027 bisa menuju ke sana. Kita semua akan kerja keras, tidak ada bottleneck birokrasi, tidak ada rintangan birokrasi," tegasnya.
Proyek HAT Bone dirancang sebagai ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Rantai produksinya mencakup penyediaan bibit ayam, pabrik pakan, peternakan, hingga produksi komoditas pangan.
Amran mengatakan keberadaan pabrik pakan juga akan membuka pasar bagi jagung produksi petani lokal. Kebutuhan bahan baku pakan akan didukung produksi jagung dari Bone, Soppeng, dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.
Dengan adanya fasilitas pengolahan di Bone, jagung dapat diproses menjadi pakan di wilayah Sulawesi Selatan tanpa harus dikirim ke daerah lain untuk diolah.
"Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," ujarnya.
Selain unggas, pemerintah juga menyiapkan pengembangan peternakan sapi perah untuk mendukung ketersediaan susu, telur, dan ayam sebagai sumber pangan bergizi, termasuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran mengatakan pengembangan ekosistem tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di kawasan Indonesia Timur.
"Minum susu, telur, ayam, dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan. Mencapai Indonesia Emas," pungkasnya.
Proyek tersebut disiapkan sebagai kawasan peternakan unggas terintegrasi yang mencakup produksi bibit ayam atau day-old chick (DOC), peternakan, hingga pabrik pakan. Kapasitasnya ditargetkan dapat memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan DOC di Sulawesi Selatan.
Target tersebut disampaikan saat Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Andi Amran Sulaiman, meninjau lokasi pembangunan kawasan HAT di Bone, Jumat (25/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN Holding, ID FOOD, PT Berdikari, serta sejumlah pihak terkait.
Amran mengatakan percepatan pembangunan kawasan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk mengembangkan fasilitas peternakan unggas terintegrasi di sejumlah wilayah.
"Kami hadir di sini lengkap, ada BUMN, direksi dan kawan-kawan, PTPN lengkap," ujar Amran.
Menurut Amran, pemerintah menargetkan pembangunan lima unit pabrik pakan dan fasilitas DOC di sejumlah daerah dapat selesai dan diresmikan pada 2027.
"Anggarannya sudah turun, beliau sudah tanda tangan. Rp2,2 triliun untuk lima. Dan total anggaran dipersiapkan oleh pemerintah, karena bukan ini saja, itu Rp17 triliun," ungkapnya.
General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari (Persero), AS. Hasbi Al-Islahi, mengatakan kunjungan Mentan dilakukan untuk memastikan pembangunan HAT di Bone berjalan sesuai rencana sekaligus mempercepat pengerjaannya.
"Pak Menteri Pertanian ingin memastikan program hilirisasi ayam terintegrasi ini betul-betul bisa dikerjakan dan terealisasi dengan baik. Namun, tidak sekadar terealisasi, tetapi harus ada percepatan sehingga Bapak Mentan langsung meninjau ke sini," jelas Hasbi.
Sejumlah pekerjaan awal telah dilakukan di lokasi, mulai dari pembangunan jalan, pagar, hingga pengeboran sumur.
"Tadi beberapa lokasi sudah kita lakukan pengerjaan seperti pembuatan jalan, pagar, sumur bor sudah jalan semua. Ini akan kita kejar dalam waktu tiga minggu, 2.600 meter akan kita kerja dalam sebulan," ungkapnya.
Setelah infrastruktur dasar selesai, pembangunan akan dilanjutkan ke fasilitas utama peternakan.
"Kapasitas produksi, Farm Parent Stock Broiler 168.000 betina produktif ditambah jantan sesuai mating ratio, Hatchery 500.000 HE/minggu, dan Feedmill 10.000 ton/bulan," jelasnya.
Dengan kapasitas tersebut, PT Berdikari memproyeksikan kawasan HAT Bone mampu memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan DOC Sulawesi Selatan. Sisanya dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di luar Sulawesi Selatan.
"90 persen akan mencover Sulawesi Selatan. Kapasitas ini 90 persen bisa menutup kebutuhan Sulawesi Selatan, dan 10 persen ini bisa menutupi luar Sulsel," jelasnya.
Hasbi mengatakan pengembangan kawasan tersebut diarahkan untuk menjadikan Sulawesi Selatan sebagai pusat industri ayam terintegrasi di kawasan Indonesia Timur.
"Ke depan pasti ini akan bertambah, dan Sulsel akan menjadi pusat ayam terintegrasi di Indonesia Timur," katanya.
Ia menegaskan PT Berdikari mengejar target penyelesaian pada 1 Juli 2027.
"Pembangunan ini Bapak Menteri Pertanian minta 1 Juli 2027 bisa gunting pita, dan semoga Bapak Presiden bisa hadir," ujarnya.
Ia juga meminta agar proses pembangunan tidak terkendala birokrasi.
"1 Juli 2027 bisa menuju ke sana. Kita semua akan kerja keras, tidak ada bottleneck birokrasi, tidak ada rintangan birokrasi," tegasnya.
Proyek HAT Bone dirancang sebagai ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir. Rantai produksinya mencakup penyediaan bibit ayam, pabrik pakan, peternakan, hingga produksi komoditas pangan.
Amran mengatakan keberadaan pabrik pakan juga akan membuka pasar bagi jagung produksi petani lokal. Kebutuhan bahan baku pakan akan didukung produksi jagung dari Bone, Soppeng, dan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.
Dengan adanya fasilitas pengolahan di Bone, jagung dapat diproses menjadi pakan di wilayah Sulawesi Selatan tanpa harus dikirim ke daerah lain untuk diolah.
"Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," ujarnya.
Selain unggas, pemerintah juga menyiapkan pengembangan peternakan sapi perah untuk mendukung ketersediaan susu, telur, dan ayam sebagai sumber pangan bergizi, termasuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Amran mengatakan pengembangan ekosistem tersebut juga diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rantai pasok pangan di kawasan Indonesia Timur.
"Minum susu, telur, ayam, dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan. Mencapai Indonesia Emas," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengungkap sejumlah proyek strategis bernilai triliunan rupiah yang diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka ribuan peluang kerja.
Jum'at, 25 Sep 2026 15:49
News
Bupati Bone Serahkan Bantuan Uang Rp165 Juta untuk 13 Korban Kebakaran di Sanrangeng
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyerahkan bantuan dengan total nilai Rp165 juta kepada 13 warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Sanrangeng, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Jumat (18/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 15:13
Sulsel
Bupati Bone Resmikan Jalan Lemo-Pasaka, Akses Kahu-Kajuara Makin Lancar
Pemerintah Kabupaten Bone meresmikan peningkatan ruas Jalan Lemo-Pasaka sepanjang 1,6 kilometer di Desa Pasaka, Kecamatan Kahu, Kamis (17/9/2026).
Kamis, 17 Sep 2026 15:48
News
Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Fortifikasi, Harga Tembus Rp42 Ribu per Kg
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar dugaan praktik permainan dalam penjualan beras fortifikasi yang dipasarkan dengan harga jauh di atas kewajaran.
Kamis, 30 Jul 2026 16:10
News
Bone Diusulkan Terima Hibah Kendaraan Damkar dari Jepang dan Korea Selatan
Pemerintah Kabupaten Bone berpeluang mendapatkan tambahan armada pemadam kebakaran setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan respons positif terhadap usulan bantuan hibah kendaraan operasional yang diajukan pemerintah daerah.
Senin, 08 Jun 2026 18:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
3
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bertahun-Tahun Mangkrak, Warga Tole-Tole Desak Pindahkan Ekskavator dari Badan Jalan
2
Pattallassang Memorial Estate, Pemakaman Muslim Premium dengan Layanan All-in-One di Gowa
3
Sitti Husniah Talenrang jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBG
4
YBM PLN Rayakan Milad ke-20 dengan Servis Gratis bagi 120 Pengemudi Ojol
5
Bupati AAS Ungkap Proyek Triliunan Masuk Bone, Ribuan Lapangan Kerja Terbuka