APIH Dukung Razia Narkoba, Tegaskan Komitmen Wujudkan THM Aman
Rabu, 30 Sep 2026 21:35
Ketua APIH Makassar, Hasrul Kaharuddin. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Razia penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, mendapat respons dari Asosiasi Pengusaha Industri Hiburan Malam (APIH).
Razia yang berlangsung pada Minggu (27/9) malam tersebut menyasar sejumlah pengunjung THM, termasuk Disc Jockey (DJ) serta tamu penampil.
Petugas melakukan pemeriksaan badan, tes urine, hingga pemeriksaan barang bawaan untuk mengantisipasi penggunaan maupun peredaran narkotika.
Ketua Umum APIH, Hasrul Kaharuddin, mengatakan pihaknya mendukung langkah kepolisian dalam melakukan razia di tempat hiburan malam.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah THM dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.
“Mewakili pengusaha hiburan malam, kami di APIH tentu mendukung penuh langkah ini. Jangan sampai ada pengunjung yang ternyata niatnya masuk untuk mengedarkan barang berbahaya itu,” ujar Hasrul, Rabu (30/9).
Ia menegaskan, pengunjung THM harus terbebas dari narkotika maupun obat-obatan terlarang.
Karena itu, APIH terus mengimbau para pelaku usaha untuk memperketat sistem keamanan di masing-masing tempat usaha.
“Pengunjung THM harus bersih dari obat-obatan terlarang atau apa pun itu. Makanya kita selalu imbau kepada pelaku usaha agar keamanan diperketat,” tambahnya.
Hasrul yang akrab disapa Arul itu menambahkan, tempat hiburan malam merupakan ruang usaha yang tetap harus menjalankan kegiatan sesuai aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menegaskan, para pelaku usaha hiburan malam, termasuk APIH, menolak keberadaan narkotika maupun benda berbahaya lainnya di dalam THM.
“Seluruh pelaku usaha, termasuk kami di APIH, juga tegas menolak kehadiran narkoba di dalam THM. Makanya selalu kita tekankan kepada pelaku usaha untuk memperketat pengawasan pengunjung, jangan lalai. Termasuk yang menyisipkan senjata tajam, jangan sampai lolos,” tegasnya.
"Kalaupun ada pengunjung atau tamu yang ketahuan menggunakan narkoba maka kita serahkan ke petugas keamanan untuk ditindaklanjuti." tutupnya.
Razia yang berlangsung pada Minggu (27/9) malam tersebut menyasar sejumlah pengunjung THM, termasuk Disc Jockey (DJ) serta tamu penampil.
Petugas melakukan pemeriksaan badan, tes urine, hingga pemeriksaan barang bawaan untuk mengantisipasi penggunaan maupun peredaran narkotika.
Ketua Umum APIH, Hasrul Kaharuddin, mengatakan pihaknya mendukung langkah kepolisian dalam melakukan razia di tempat hiburan malam.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mencegah THM dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.
“Mewakili pengusaha hiburan malam, kami di APIH tentu mendukung penuh langkah ini. Jangan sampai ada pengunjung yang ternyata niatnya masuk untuk mengedarkan barang berbahaya itu,” ujar Hasrul, Rabu (30/9).
Ia menegaskan, pengunjung THM harus terbebas dari narkotika maupun obat-obatan terlarang.
Karena itu, APIH terus mengimbau para pelaku usaha untuk memperketat sistem keamanan di masing-masing tempat usaha.
“Pengunjung THM harus bersih dari obat-obatan terlarang atau apa pun itu. Makanya kita selalu imbau kepada pelaku usaha agar keamanan diperketat,” tambahnya.
Hasrul yang akrab disapa Arul itu menambahkan, tempat hiburan malam merupakan ruang usaha yang tetap harus menjalankan kegiatan sesuai aturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menegaskan, para pelaku usaha hiburan malam, termasuk APIH, menolak keberadaan narkotika maupun benda berbahaya lainnya di dalam THM.
“Seluruh pelaku usaha, termasuk kami di APIH, juga tegas menolak kehadiran narkoba di dalam THM. Makanya selalu kita tekankan kepada pelaku usaha untuk memperketat pengawasan pengunjung, jangan lalai. Termasuk yang menyisipkan senjata tajam, jangan sampai lolos,” tegasnya.
"Kalaupun ada pengunjung atau tamu yang ketahuan menggunakan narkoba maka kita serahkan ke petugas keamanan untuk ditindaklanjuti." tutupnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Ketua RW 006 Gunung Sari Makassar Angkat Suara soal LGBT, Minta Warga Perkuat Pengawasan Anak
Ketua RW 006 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Hasrul Kaharuddin mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya konten viral di media sosial yang melibatkan pasangan sesama jenis.
Kamis, 24 Sep 2026 21:26
News
Tingkatkan Budaya K3, Kalla Translog & BNN Sulsel Tes Narkoba Seluruh Pengemudi
Kalla Translog memperkuat komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggelar pemeriksaan tes narkoba bagi seluruh pengemudi (driver) di lingkup operasional perusahaan.
Selasa, 15 Sep 2026 12:38
News
Pelindo Gandeng BNN Perkuat Edukasi Antinarkoba bagi Pelajar di Makassar
Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar diperkuat melalui kolaborasi Pelindo Regional 4, BNN Provinsi Sulawesi Selatan, dan Yayasan Sustainable Impact.ID.
Kamis, 10 Sep 2026 10:22
News
Pelindo Gandeng BNN Edukasi Pelajar Makassar tentang Bahaya Narkoba
Pelindo mengajak pelajar di Kota Makassar untuk membangun keberanian untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui edukasi sejak dini.
Selasa, 01 Sep 2026 14:04
News
APIH Tegaskan Kabar di Medsos Soal Helen’s Tidak Benar, Siap Tempuh Jalur Hukum
Kabar tidak sedap menghampiri salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Makassar, Helen’s Play Mart.
Minggu, 24 Mei 2026 20:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana