Kontribusi Tangani Gempa NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM
Kamis, 01 Okt 2026 15:41
Kontribusi PT Vale Indonesia Tbk dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto/Istimewa
JAKARTA - Kontribusi PT Vale Indonesia Tbk dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Vale Indonesia menerima penghargaan atas keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Dalam daftar resmi Kementerian ESDM, Vale Indonesia tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan kategori “Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan.”
Penghargaan diterima oleh Corporate Health and Safety Vale Indonesia, Otok Nugroho. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas penghargaan yang diberikan sekaligus menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas kepercayaannya kepada Vale Indonesia melalui penghargaan ini. Penghargaan ini kami maknai sebagai apresiasi atas kerja bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam,” ujar Otok.
Menurut dia, dalam situasi bencana, kecepatan menerjemahkan kapasitas yang dimiliki menjadi bantuan yang dibutuhkan masyarakat menjadi hal penting. Karena itu, keterlibatan dalam aksi kemanusiaan menjadi bagian dari komitmen Vale Indonesia untuk memberikan dukungan ketika dibutuhkan.
“Di tengah bencana, yang paling penting adalah bagaimana kapasitas yang kita miliki dapat segera diterjemahkan menjadi dukungan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak,” katanya.
Bantuan untuk Masyarakat Terdampak
Gempa bumi yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026 mendorong berbagai pihak untuk bergerak memberikan bantuan. Vale Indonesia turut terlibat dengan menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak pada 21 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Otok mengatakan, respons terhadap bencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Menurut dia, kerja sama lintas pihak menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi situasi kebencanaan.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam setiap respons kebencanaan. Kolaborasi antarpihak tersebut dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan mengenali risiko, mempersiapkan respons, dan membangun koordinasi secara cepat juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang diterapkan Vale Indonesia.
“Bantuan bencana alam yang tanggap juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang kuat di Vale Indonesia. Kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan respons, serta berkolaborasi secara cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagian dari Respons ESDM
Keterlibatan Vale Indonesia dalam penanganan bencana NTT merupakan bagian dari kolaborasi pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral bersama Pemerintah RI melalui Kementerian ESDM.
Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM, program ESDM Siaga Bencana mulai bergerak pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa melanda NTT. Hingga akhir Agustus, Kementerian ESDM telah menyiapkan antara lain 48 unit genset untuk mendukung fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.
Selanjutnya, pada 3 September 2026, Kementerian ESDM melaporkan sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan ke lapangan. Pengerahan tersebut turut didukung oleh Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.
Dukungan sektor ESDM dalam penanganan bencana tidak hanya berupa pengerahan personel dan logistik, tetapi juga mencakup penyediaan layanan kesehatan serta kebutuhan energi untuk mendukung operasional fasilitas vital di wilayah terdampak.
Kementerian ESDM menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT. Penghargaan yang diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Penyerahan penghargaan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bagi Vale Indonesia, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam respons kebencanaan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memberikan dukungan yang cepat dan tepat kepada masyarakat terdampak.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan Penghargaan Aksi Kemanusiaan Tim ESDM Siaga Bencana Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Dalam daftar resmi Kementerian ESDM, Vale Indonesia tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan kategori “Bantuan Tanggap Darurat Turun ke Lapangan.”
Penghargaan diterima oleh Corporate Health and Safety Vale Indonesia, Otok Nugroho. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas penghargaan yang diberikan sekaligus menegaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM atas kepercayaannya kepada Vale Indonesia melalui penghargaan ini. Penghargaan ini kami maknai sebagai apresiasi atas kerja bersama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam,” ujar Otok.
Menurut dia, dalam situasi bencana, kecepatan menerjemahkan kapasitas yang dimiliki menjadi bantuan yang dibutuhkan masyarakat menjadi hal penting. Karena itu, keterlibatan dalam aksi kemanusiaan menjadi bagian dari komitmen Vale Indonesia untuk memberikan dukungan ketika dibutuhkan.
“Di tengah bencana, yang paling penting adalah bagaimana kapasitas yang kita miliki dapat segera diterjemahkan menjadi dukungan yang dibutuhkan masyarakat yang terdampak,” katanya.
Bantuan untuk Masyarakat Terdampak
Gempa bumi yang melanda NTT pada 15 Agustus 2026 mendorong berbagai pihak untuk bergerak memberikan bantuan. Vale Indonesia turut terlibat dengan menyalurkan kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak pada 21 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Otok mengatakan, respons terhadap bencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Menurut dia, kerja sama lintas pihak menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi situasi kebencanaan.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat sangat penting dalam setiap respons kebencanaan. Kolaborasi antarpihak tersebut dapat membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan, kemampuan mengenali risiko, mempersiapkan respons, dan membangun koordinasi secara cepat juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang diterapkan Vale Indonesia.
“Bantuan bencana alam yang tanggap juga sejalan dengan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang kuat di Vale Indonesia. Kemampuan untuk mengenali risiko, mempersiapkan respons, serta berkolaborasi secara cepat menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebencanaan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bagian dari Respons ESDM
Keterlibatan Vale Indonesia dalam penanganan bencana NTT merupakan bagian dari kolaborasi pelaku usaha sektor energi dan sumber daya mineral bersama Pemerintah RI melalui Kementerian ESDM.
Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM, program ESDM Siaga Bencana mulai bergerak pada 16 Agustus 2026, sehari setelah gempa melanda NTT. Hingga akhir Agustus, Kementerian ESDM telah menyiapkan antara lain 48 unit genset untuk mendukung fasilitas kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.
Selanjutnya, pada 3 September 2026, Kementerian ESDM melaporkan sebanyak 58 tim dari 78 perusahaan subsektor mineral dan batubara telah dikerahkan ke lapangan. Pengerahan tersebut turut didukung oleh Inspektur Tambang di sejumlah wilayah terdampak.
Dukungan sektor ESDM dalam penanganan bencana tidak hanya berupa pengerahan personel dan logistik, tetapi juga mencakup penyediaan layanan kesehatan serta kebutuhan energi untuk mendukung operasional fasilitas vital di wilayah terdampak.
Kementerian ESDM menempatkan kolaborasi lintas sektor sebagai bagian penting dalam mempercepat penanganan dampak bencana di NTT. Penghargaan yang diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang terlibat menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Penyerahan penghargaan tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta surat Kementerian ESDM tertanggal 16 Agustus 2026 mengenai bantuan penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Bagi Vale Indonesia, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam respons kebencanaan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk memberikan dukungan yang cepat dan tepat kepada masyarakat terdampak.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Vale Indonesia Raih Platinum dan Dua Gold Award ICA–ISDA 2026
Tiga program pemberdayaan masyarakat PT Vale Indonesia Tbk mendapat pengakuan dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 12:36
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
News
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
News
Jejak Lestari Danau Purba Matano di Tengah Denyut Industri Nikel
Dikelola PT Vale, LGS menjadi salah satu benteng ekologis yang menjaga agar aktivitas industri nikel tetap berjalan berdampingan dengan kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 22:27
News
PT Vale Dorong Kolaborasi Multipihak untuk Jaga Keberlanjutan Danau Matano
Sebagai bagian dari ekosistem di sekitar Danau Matano, PT Vale memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendukung kelestarian lingkungan.
Kamis, 24 Sep 2026 07:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
2
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja
3
Jadi Mentor di PKP III, Andi Zulkifly Minta Inovasi Diperluas dan Terukur
4
LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan, DPK dan Kredit Perbankan Terus Tumbuh
5
Kalla Translog Tingkatkan Kompetensi Teknisi Senior untuk Perkuat Keandalan Armada
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
2
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja
3
Jadi Mentor di PKP III, Andi Zulkifly Minta Inovasi Diperluas dan Terukur
4
LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan, DPK dan Kredit Perbankan Terus Tumbuh
5
Kalla Translog Tingkatkan Kompetensi Teknisi Senior untuk Perkuat Keandalan Armada