Kalla Institute dan Indosat IM3 Bekali Mahasiswa dengan Literasi AI

Selasa, 06 Okt 2026 18:18
Kalla Institute dan Indosat IM3 Bekali Mahasiswa dengan Literasi AI
Kalla Institute berkolaborasi dengan Indosat IM3 menyelenggarakan Airena Belajar untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Kecerdasan artifisial (AI) semakin masuk ke berbagai aktivitas, termasuk dunia pendidikan dan pekerjaan. Bagi mahasiswa, kemampuan memanfaatkan teknologi tersebut secara tepat menjadi salah satu bekal untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri.

Kesadaran itu menjadi salah satu fokus Airena Belajar yang digelar Kalla Institute bersama Indosat IM3 di Kalla Institute, lantai 6 Nipah Park, Makassar. Kegiatan tersebut mengangkat tema “IM3 with Google Gemini: AI untuk Semua – Pemanfaatan AI Meningkatkan Produktivitas”.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai pemanfaatan AI, termasuk Google Gemini, untuk mendukung proses belajar, mencari informasi, menyelesaikan pekerjaan, hingga meningkatkan produktivitas dalam aktivitas sehari-hari.

Airena Belajar menghadirkan Head of Sales IM3 Sulawesi Widy Wibowo, AI & Digital Innovation Educator Muh. Zulfikar Aris, serta Quality Acq. & Mkt Intelligence Alif Randhy Pratama sebagai narasumber.

Wakil Rektor I Kalla Institute, Anhar Januar Malik, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri penting untuk memastikan pengalaman belajar mahasiswa tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri seperti ini sangat penting untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa. Melalui kegiatan Airena Belajar, kami berharap mahasiswa tidak hanya mengenal perkembangan teknologi AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung proses pembelajaran, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan produktivitas,” ujar Anhar.

Dalam sesi berbagi, peserta tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan AI, tetapi juga diajak melihat penggunaannya dalam kebutuhan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu belajar dan bekerja, selama digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

Muh. Zulfikar Aris mengatakan AI seharusnya dipandang sebagai alat yang dapat membantu manusia bekerja lebih efektif, bukan sekadar teknologi yang sedang populer.

“AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebuah tools yang dapat membantu kita bekerja lebih produktif. Yang penting adalah bagaimana kita memahami cara menggunakannya secara tepat dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan,” ujar Zulfikar.

Menurut dia, pemahaman terhadap cara kerja dan penggunaan AI menjadi penting agar teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat. Mahasiswa, kata Zulfikar, perlu memiliki kemampuan untuk menentukan kapan dan bagaimana AI digunakan sebagai alat bantu.

Sementara itu, Widy Wibowo menekankan pentingnya kemampuan belajar dan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda perlu terus belajar dan beradaptasi. Melalui kegiatan seperti Airena Belajar, kami ingin berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui teknologi digital,” kata Widy.

Bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai pemanfaatan AI dalam kehidupan perkuliahan. Salah seorang mahasiswa baru Kalla Institute mengaku mendapatkan wawasan tentang penggunaan AI untuk membantu mengerjakan tugas, mencari informasi, dan mendukung proses belajar.

Kegiatan Airena Belajar sekaligus menjadi bagian dari upaya Kalla Institute memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia industri. Kolaborasi semacam ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengenal perkembangan teknologi yang telah digunakan dalam lingkungan kerja sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan di masa mendatang.

Bagi Kalla Institute, literasi AI tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. Mahasiswa juga perlu memahami batasan, risiko, serta tanggung jawab dalam penggunaannya agar AI dapat dimanfaatkan secara kreatif dan produktif tanpa mengabaikan proses belajar dan kemampuan berpikir kritis.

Melalui Airena Belajar, Kalla Institute dan Indosat IM3 mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan dan memanfaatkan perkembangan AI sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi menuju dunia kerja.
(TRI)
Berita Terkait
Kunto Aji Meriahkan Peluncuran IM3 Istimewa di Makassar, Tawarkan Ragam Benefit
Ekbis
Kunto Aji Meriahkan Peluncuran IM3 Istimewa di Makassar, Tawarkan Ragam Benefit
Musisi Kunto Aji turut memeriahkan peluncuran IM3 Istimewa — Kalisumapa Circle Launch di Makassar, Jumat malam. Produk terbaru itu menawarkan ragam benefit.
Jum'at, 02 Okt 2026 22:31
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
News
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
Melalui Australia Experience Day, Indosat mempertemukan ekosistem pemerintah, pendidikan, perjalanan, dan konektivitas untuk membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan sebelum berangkat ke Australia.
Kamis, 01 Okt 2026 14:51
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI
Ekbis
Masa Jabatan Vikram Sinha Diperpanjang, Indosat Perkuat Transformasi Berbasis AI
PT Indosat Tbk (Indosat atau IOH; IDX: ISAT) memperpanjang masa jabatan Presiden Direktur dan CEO Vikram Sinha. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat pada 29 September 2026.
Rabu, 30 Sep 2026 13:46
Kalla Institute Masuk Lima Terbaik KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif
News
Kalla Institute Masuk Lima Terbaik KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia.
Selasa, 22 Sep 2026 21:43
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI
Ekbis
Bukan Cuma Jago Prompting, Telkomsel Ungkap Talenta yang Dibutuhkan di Era AI
Telkomsel menilai talenta masa depan justru perlu memiliki pemahaman kuat terhadap konteks, karakter, nilai, serta pengalaman nyata yang tidak mudah digantikan oleh teknologi.
Selasa, 22 Sep 2026 17:33
Berita Terbaru