Konsisten Tumbuh Double Digit, Indosat Perkuat Ekspansi Bisnis AI

Kamis, 29 Okt 2026 16:48
Konsisten Tumbuh Double Digit, Indosat Perkuat Ekspansi Bisnis AI
Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) membukukan pendapatan Rp45,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja positif ini menjadi modal perusahaan untuk mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Selain pendapatan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2% secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp21,1 triliun. Kinerja tersebut memperkuat bisnis inti telekomunikasi sekaligus membuka ruang bagi Indosat untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui teknologi AI.

Penguatan bisnis inti ditopang strategi personalisasi layanan berbasis AI (AI hyper-personalization), peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan teknologi 5G. Strategi ini mendorong rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan naik 16,5% secara tahunan menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data meningkat 16% menjadi 14.829 petabyte.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi tetap menjadi fondasi utama transformasi perusahaan. Kekuatan tersebut memungkinkan Indosat memperkuat pengalaman pelanggan sekaligus membiayai investasi untuk pengembangan bisnis AI.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya,” ujarnya.

Percepat Monetisasi AI
Di luar bisnis konektivitas, Indosat mulai mencatatkan kontribusi komersial dari pengembangan infrastruktur dan solusi AI. Indosat AI Cloud membukukan pendapatan 50 juta dolar AS sepanjang sembilan bulan pertama 2026, melampaui pendapatan 28 juta dolar AS yang dicatatkan selama 2025. Perusahaan memperkirakan pendapatan tersebut mencapai 100 juta dolar AS hingga akhir 2026.

Untuk memperluas bisnis ini, Indosat membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan serat optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan. Ekosistem tersebut dirancang untuk menjawab peningkatan permintaan terhadap infrastruktur dan layanan AI di Indonesia maupun pasar global.

Dari sisi konektivitas, RAIA Grid mengandalkan jaringan serat optik sepanjang 86.000 kilometer untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan implementasi AI. Sementara itu, Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas hingga satu gigawatt (GW).

Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu platform terintegrasi. Layanan tersebut membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapannya secara terukur.

Melalui penguatan bisnis telekomunikasi dan pengembangan ekosistem AI, Indosat berupaya mengubah investasi teknologi menjadi sumber pendapatan baru. Strategi ini sekaligus diarahkan untuk memperluas akses terhadap teknologi AI, mendukung kebutuhan dunia usaha, dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional maupun global.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru