Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
Kamis, 08 Okt 2026 13:05
Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor UNM l, di lantai 14 Menara Pinisi UNM, Kamis (8/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031, di lantai 14 Menara Pinisi UNM, Jalan AP Pettarani, Kamis (8/10/2026).
Prof Hasmyati datang mendaftar dengan didampingi kolega, keluarga dan kerabat. Dari unsur fakultas, sejumlah pimpinan dan sivitas akademika turut mendampingi, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD), sejumlah anggota Senat, serta dosen yang merepresentasikan berbagai fakultas di UNM.
Usai pendaftaran dan penyerahan berkas di Panitia Pilrek UNM yang diterima langsung oleh Ketua Panitia, Prof Muhammad Idkhan dan seluruh anggotanya. Calon rektor dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan ini langsung melakukan sesi wawancara.
Prof Hasmyati mengatakan keputusan maju dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM merupakan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di kampus.
“Didampingi oleh keluarga, ada suami tercinta, yang menandakan bahwa keputusan ini didukung penuh oleh keluarga," ujar Prof Hasmyati.
Ia menyebut dirinya telah menjadi bagian dari UNM selama lebih dari empat dekade. Perjalanan tersebut dimulai sejak berstatus sebagai mahasiswa hingga kemudian menjalani karier sebagai dosen dan menempuh jenjang kepemimpinan akademik secara bertahap.
Karier kepemimpinannya antara lain dimulai dari Kepala Laboratorium FIKK, Ketua Jurusan, Wakil Dekan, hingga dipercaya menjadi Dekan FIKK selama dua periode atau delapan tahun.
Pengalaman tersebut, kata Prof Hasmyati, menjadi salah satu modal penting yang dibawanya dalam mengikuti Pilrek UNM.
“Karier kepemimpinan kami berjenjang, mulai dari level jurusan hingga menjadi dekan selama delapan tahun. Insyaallah, ini menjadi keunggulan kompetitif kami sebagai calon rektor,” katanya.
Dalam pencalonannya, Prof Hasmyati menawarkan visi menjadikan UNM sebagai Center of Excellence Kependidikan yang berbasis riset, inovatif, berdampak dan berdaya saing global.
Visi tersebut diarahkan untuk memastikan UNM terus berkembang sebagai perguruan tinggi kependidikan yang memiliki kekuatan akademik, riset, inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Saya menginginkan menjadi center of excellence kependidikan yang berbasis riset, inovatif, bermanfaat, dan berdaya saing global," paparnya.
Prof Hasmyati menegaskan, arah pengembangan UNM ke depan akan dibangun melalui keseimbangan antara keberlanjutan dan kebaruan.
Menurutnya, capaian yang telah dibangun UNM tidak perlu ditinggalkan ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Sebaliknya, capaian yang sudah baik perlu dipertahankan dan diperkuat, sementara program yang belum efektif harus dievaluasi dan diperbaiki.
“Keberlanjutan bagi kami bukan berarti sekadar melanjutkan program yang sudah ada. Yang baik kita lanjutkan dan perkuat, yang belum efektif kita perbaiki,” jelasnya.
Ia menegaskan, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya membuat universitas kembali memulai seluruh agenda dari awal.
“Intinya, pergantian kepemimpinan bukan berarti segalanya dimulai kembali dari nol. UNM harus terus bertumbuh dan melahirkan inovasi baru sesuai kebutuhan sebagai kampus berdampak,” ujarnya.
Prof Hasmyati mengatakan keputusannya maju sebagai calon rektor tidak terlepas dari perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui selama berada di UNM.
Ia menyebut pencalonan tersebut sebagai bagian dari panggilan jiwa untuk melanjutkan pengabdian pada institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Selain pengalaman kepemimpinan berjenjang, dukungan dari sivitas akademika UNM juga menjadi salah satu faktor yang menguatkan keputusannya untuk maju.
“Saya melihat ini sebagai panggilan jiwa, juga mencermati perkembangan UNM saat ini, kami menilai bahwa pencapaian UNM masih bisa dipacu berdasarkan modal SDM yang kita miliki,” katanya.
Terkait dinamika dukungan dalam Pilrek UNM, Prof Hasmyati mengatakan komunikasi dengan sejumlah anggota Senat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya tetap dijaga.
“Kami terus menjalin komunikasi secara intens bersama Senat yang mendukung kami. Kami optimistis bisa menang dan meraih suara signifikan pada Pilrek ini,” ujarnya.
Prof Hasmyati juga berharap seluruh tahapan Pilrek UNM berlangsung dalam suasana yang sejuk dan bermartabat.
Menurutnya, kontestasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk menguji gagasan, kapasitas dan visi masing-masing calon dalam membawa UNM menghadapi tantangan ke depan.
Meski enggan merinci jumlah dukungan senat yang telah dikantonginya, ia menegaskan kesiapannya untuk membawa UNM ke arah yang lebih baik tanpa membanding-bandingkan diri dengan kandidat lainnya.
"Tapi saya tidak akan mengatakan berapa jumlah pendukung saya. Saya tidak membandingkan diri saya dengan calon yang lain, semua baik. Yang saya mau katakan, saya siap bekerja untuk UNM untuk lebih baik ke depan," pungkasnya.
Prof Hasmyati datang mendaftar dengan didampingi kolega, keluarga dan kerabat. Dari unsur fakultas, sejumlah pimpinan dan sivitas akademika turut mendampingi, termasuk Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Dekan Fakultas Seni dan Desain (FSD), sejumlah anggota Senat, serta dosen yang merepresentasikan berbagai fakultas di UNM.
Usai pendaftaran dan penyerahan berkas di Panitia Pilrek UNM yang diterima langsung oleh Ketua Panitia, Prof Muhammad Idkhan dan seluruh anggotanya. Calon rektor dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan ini langsung melakukan sesi wawancara.
Prof Hasmyati mengatakan keputusan maju dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM merupakan bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya di kampus.
“Didampingi oleh keluarga, ada suami tercinta, yang menandakan bahwa keputusan ini didukung penuh oleh keluarga," ujar Prof Hasmyati.
Ia menyebut dirinya telah menjadi bagian dari UNM selama lebih dari empat dekade. Perjalanan tersebut dimulai sejak berstatus sebagai mahasiswa hingga kemudian menjalani karier sebagai dosen dan menempuh jenjang kepemimpinan akademik secara bertahap.
Karier kepemimpinannya antara lain dimulai dari Kepala Laboratorium FIKK, Ketua Jurusan, Wakil Dekan, hingga dipercaya menjadi Dekan FIKK selama dua periode atau delapan tahun.
Pengalaman tersebut, kata Prof Hasmyati, menjadi salah satu modal penting yang dibawanya dalam mengikuti Pilrek UNM.
“Karier kepemimpinan kami berjenjang, mulai dari level jurusan hingga menjadi dekan selama delapan tahun. Insyaallah, ini menjadi keunggulan kompetitif kami sebagai calon rektor,” katanya.
Dalam pencalonannya, Prof Hasmyati menawarkan visi menjadikan UNM sebagai Center of Excellence Kependidikan yang berbasis riset, inovatif, berdampak dan berdaya saing global.
Visi tersebut diarahkan untuk memastikan UNM terus berkembang sebagai perguruan tinggi kependidikan yang memiliki kekuatan akademik, riset, inovasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Saya menginginkan menjadi center of excellence kependidikan yang berbasis riset, inovatif, bermanfaat, dan berdaya saing global," paparnya.
Prof Hasmyati menegaskan, arah pengembangan UNM ke depan akan dibangun melalui keseimbangan antara keberlanjutan dan kebaruan.
Menurutnya, capaian yang telah dibangun UNM tidak perlu ditinggalkan ketika terjadi pergantian kepemimpinan. Sebaliknya, capaian yang sudah baik perlu dipertahankan dan diperkuat, sementara program yang belum efektif harus dievaluasi dan diperbaiki.
“Keberlanjutan bagi kami bukan berarti sekadar melanjutkan program yang sudah ada. Yang baik kita lanjutkan dan perkuat, yang belum efektif kita perbaiki,” jelasnya.
Ia menegaskan, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya membuat universitas kembali memulai seluruh agenda dari awal.
“Intinya, pergantian kepemimpinan bukan berarti segalanya dimulai kembali dari nol. UNM harus terus bertumbuh dan melahirkan inovasi baru sesuai kebutuhan sebagai kampus berdampak,” ujarnya.
Prof Hasmyati mengatakan keputusannya maju sebagai calon rektor tidak terlepas dari perjalanan kepemimpinan yang telah dilalui selama berada di UNM.
Ia menyebut pencalonan tersebut sebagai bagian dari panggilan jiwa untuk melanjutkan pengabdian pada institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademiknya.
Selain pengalaman kepemimpinan berjenjang, dukungan dari sivitas akademika UNM juga menjadi salah satu faktor yang menguatkan keputusannya untuk maju.
“Saya melihat ini sebagai panggilan jiwa, juga mencermati perkembangan UNM saat ini, kami menilai bahwa pencapaian UNM masih bisa dipacu berdasarkan modal SDM yang kita miliki,” katanya.
Terkait dinamika dukungan dalam Pilrek UNM, Prof Hasmyati mengatakan komunikasi dengan sejumlah anggota Senat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya tetap dijaga.
“Kami terus menjalin komunikasi secara intens bersama Senat yang mendukung kami. Kami optimistis bisa menang dan meraih suara signifikan pada Pilrek ini,” ujarnya.
Prof Hasmyati juga berharap seluruh tahapan Pilrek UNM berlangsung dalam suasana yang sejuk dan bermartabat.
Menurutnya, kontestasi kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang untuk menguji gagasan, kapasitas dan visi masing-masing calon dalam membawa UNM menghadapi tantangan ke depan.
Meski enggan merinci jumlah dukungan senat yang telah dikantonginya, ia menegaskan kesiapannya untuk membawa UNM ke arah yang lebih baik tanpa membanding-bandingkan diri dengan kandidat lainnya.
"Tapi saya tidak akan mengatakan berapa jumlah pendukung saya. Saya tidak membandingkan diri saya dengan calon yang lain, semua baik. Yang saya mau katakan, saya siap bekerja untuk UNM untuk lebih baik ke depan," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
Status keanggotaan Senat Universitas Negeri Makassar (UNM) Wakil Rektor II UNM, Prof Hartati, disorot menjelang pemilihan Rektor UNM.
Jum'at, 09 Okt 2026 06:31
Makassar City
6 Bakal Calon Daftar Pilrek UNM, Panitia Lakukan Verifikasi Ulang Berkas
Sebanyak enam akademisi telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (9/10/2026).
Kamis, 08 Okt 2026 14:47
Sulsel
Prof Suwardi Annas Diantar Ketua PWNU Sulsel Daftar Pilrek UNM, Kantongi 30% Dukungan Voters
Dekan FMIPA UNM, Prof Suwardi Annas mantap maju di Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM. Ia resmi menyerahkan berkas pencalonannya ke panitia di Gedung Pinisi UNM pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 14:55
News
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
Prof Hasmyati menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang.
Selasa, 06 Okt 2026 08:35
News
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
Pengalaman dalam kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) sebelumnya tidak membuat Prof Hasmyati memutus hubungan dengan para kolega di lingkungan kampus.
Kamis, 01 Okt 2026 17:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
2
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
3
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
4
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru di Makassar
5
Sinergi Pertamina - Kejati Sulsel Jaga Kelancaran Layanan Energi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
2
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
3
Logo HUT Makassar, Simbol Merawat Budaya dan Menyalakan Harapan
4
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru di Makassar
5
Sinergi Pertamina - Kejati Sulsel Jaga Kelancaran Layanan Energi