Edukasi Prinsip Berkelanjutan, XL Axiata Ajak Karyawan Kelola Sampah
Sabtu, 22 Jun 2024 08:13

Sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang pada acara talkshow Sustainability Week tentang pengelolaan sampah di Axiata Tower, Jakarta (5/6). Foto/Dok XL Axiata
JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat program keberlanjutan atau ESG (Environment, Social, Governance) dalam proses bisnisnya. Salah satunya dengan edukasi kepada karyawan. Untuk itu, pada awal Juni 2024 lalu XL Axiata menggelar program Sustainability Week dengan berbagai acara, mulai talkshow, podcast, pemutaran film, bazaar produk green, hingga workshop mengenai pengelolaan sampah.
Melalui program ini, manajemen mengajak karyawan untuk peduli dalam mengelola sampah, baik di rumah masing-masing maupun di tempat kerja. XL Axiata bertekad juga untuk memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah dengan langkah-langkah konkret demi membuat lingkungan perusahaan #JadiLebihBaik.
Direktur & Chief Enterprise Business Officer and Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, mengatakan acara Sustainability Week menjadi sarana bagi pihaknya untuk belajar mengenai isu-isu terkait penerapan prinsip ESG yang bisa didopsi dan terapkan secara konkret.
"Karyawan menjadi pihak pertama yang juga harus kami rangkul dan gerakkan untuk penerapan prinsip ESG karena pada prinsipnya karyawanlah yang akan berperan paling besar dalam implementasinya dalam proses bisnis. Untuk itu, kesadaran karyawan juga perlu kami pupuk. Sejauh ini, manajemen sangat senang karena banyak masukan dan dukungan karyawan untuk penerapan sustainability ini," katanya.
Yessie menambahkan, sasaran utama dari program Sustainability Week adalah karyawan XL Axiata karena mereka merupakan bagian integral dari perusahaan yang dapat membawa perubahan signifikan dalam hal praktik sustainability. Dengan meningkatkan kesadaran mereka terhadap konsep sustainability, diharapkan karyawan dapat memahami pentingnya keberlanjutan dalam operasional perusahaan.
Secara keseluruhan, dengan menargetkan karyawan sebagai audien, XL Axiata berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sadar akan sustainability, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan baik dari segi operasional maupun reputasi.
Menurut Yessie, karyawan yang memiliki pemahaman mendalam tentang sustainability akan lebih mampu untuk menerapkan praktik-praktik yang ramah lingkungan dan efisien dalam pekerjaan mereka. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Selain itu, ketika karyawan terlibat aktif dalam inisiatif sustainability, mereka cenderung merasa lebih berkontribusi dan memiliki keterlibatan yang lebih tinggi terhadap perusahaan. Hal ini dapat menciptakan budaya perusahaan yang lebih kuat dan meningkatkan retensi karyawan.
Terkait penanganan sampah, XL Axiata mengaja mengangkatnya untuk edukasi karyawan karena isu sampah sudah menjadi isu global yang mendesak. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan seperti pencemaran air dan tanah, serta kontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca dari tempat pembuangan akhir.
Perusahaan merasa perlu untuk memperkenalkan tindakan nyata dan solusi praktis dalam penanganan sampah, seperti daur ulang, pengomposan, dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Karyawan dapat belajar cara-cara sederhana namun efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
“Setelah mendapatkan masukan dari para ahli dan praktisi, perusahaan berencana untuk menerapkan beberapa inisiatif baru. Salah satunya adalah memulai program pemisahan sampah organik, non-organik dan plastik, yang akan diterapkan di kantor pusat dan seluruh kantor XL Axiata di daerah. Implementasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memastikan bahwa seluruh operasi perusahaan mendukung praktik keberlanjutan yang konsisten,” tegas Yessie.
Sebagai salah satu pembicara talkshow Sustainability Talk : Waste Management : Why Should I Care, Saka Dwi Hanggara selaku perwakilan dari Waste4Change menuturkan "Guna mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah, butuh peran aktif dari semua pihak.
Dalam hal ini pemerintah berperan untuk membuat regulasi dan kebijakan, produsen dan masyarakat berperan untuk membatasi serta menangani timbulan sampahnya, serta pihak lainnya dengan perannya masing-masing. Hal tersebut penting dilakukan karena sejatinya, sampah adalah tanggung jawab kita semua”.
Acara perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diselenggarakan oleh XL Axiata bertepatan dengan Sustainability Week. Dalam rangkaian acara tersebut, kampanye praktik penanganan sampah digencarkan oleh pembicara talkshow bertajuk The Green Scene: Empowering Eco-Lifestyle. ”Bukan bumi yang butuh kita, tapi kita yang butuh bumi.
Maka dibutuhkan lebih banyak manusia melakukan usaha kecil yang tidak sempurna, bukan menuntut satu orang melakakuan usaha yg besar dengan sempurna. Yuk kita mulai mengompos, untuk berkontribusi mengurangi tumpukan sampah organik di TPA yang berbahaya”, ajakan dari duo Valerie dan Veronika Twins, yang juga merupakan founder dari Sustainbabes.
Dengan meningkatkan praktik penanganan sampah, perusahaan dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Ini tidak hanya baik bagi planet kita, tetapi juga dapat meningkatkan citra perusahaan sebagai organisasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Salah satu pelajaran paling penting yang didapatkan XL Axiata dari para ahli selama program Sustainability Week adalah mengenai pemisahan sampah organik, non-organik dan plastik. Dengan memisahkan sampah, perusahaan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan meningkatkan tingkat daur ulang.
Melalui program ini, manajemen mengajak karyawan untuk peduli dalam mengelola sampah, baik di rumah masing-masing maupun di tempat kerja. XL Axiata bertekad juga untuk memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah dengan langkah-langkah konkret demi membuat lingkungan perusahaan #JadiLebihBaik.
Direktur & Chief Enterprise Business Officer and Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya, mengatakan acara Sustainability Week menjadi sarana bagi pihaknya untuk belajar mengenai isu-isu terkait penerapan prinsip ESG yang bisa didopsi dan terapkan secara konkret.
"Karyawan menjadi pihak pertama yang juga harus kami rangkul dan gerakkan untuk penerapan prinsip ESG karena pada prinsipnya karyawanlah yang akan berperan paling besar dalam implementasinya dalam proses bisnis. Untuk itu, kesadaran karyawan juga perlu kami pupuk. Sejauh ini, manajemen sangat senang karena banyak masukan dan dukungan karyawan untuk penerapan sustainability ini," katanya.
Yessie menambahkan, sasaran utama dari program Sustainability Week adalah karyawan XL Axiata karena mereka merupakan bagian integral dari perusahaan yang dapat membawa perubahan signifikan dalam hal praktik sustainability. Dengan meningkatkan kesadaran mereka terhadap konsep sustainability, diharapkan karyawan dapat memahami pentingnya keberlanjutan dalam operasional perusahaan.
Secara keseluruhan, dengan menargetkan karyawan sebagai audien, XL Axiata berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sadar akan sustainability, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan baik dari segi operasional maupun reputasi.
Menurut Yessie, karyawan yang memiliki pemahaman mendalam tentang sustainability akan lebih mampu untuk menerapkan praktik-praktik yang ramah lingkungan dan efisien dalam pekerjaan mereka. Hal ini tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Selain itu, ketika karyawan terlibat aktif dalam inisiatif sustainability, mereka cenderung merasa lebih berkontribusi dan memiliki keterlibatan yang lebih tinggi terhadap perusahaan. Hal ini dapat menciptakan budaya perusahaan yang lebih kuat dan meningkatkan retensi karyawan.
Terkait penanganan sampah, XL Axiata mengaja mengangkatnya untuk edukasi karyawan karena isu sampah sudah menjadi isu global yang mendesak. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah lingkungan seperti pencemaran air dan tanah, serta kontribusi terhadap perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca dari tempat pembuangan akhir.
Perusahaan merasa perlu untuk memperkenalkan tindakan nyata dan solusi praktis dalam penanganan sampah, seperti daur ulang, pengomposan, dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Karyawan dapat belajar cara-cara sederhana namun efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
“Setelah mendapatkan masukan dari para ahli dan praktisi, perusahaan berencana untuk menerapkan beberapa inisiatif baru. Salah satunya adalah memulai program pemisahan sampah organik, non-organik dan plastik, yang akan diterapkan di kantor pusat dan seluruh kantor XL Axiata di daerah. Implementasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah dan memastikan bahwa seluruh operasi perusahaan mendukung praktik keberlanjutan yang konsisten,” tegas Yessie.
Sebagai salah satu pembicara talkshow Sustainability Talk : Waste Management : Why Should I Care, Saka Dwi Hanggara selaku perwakilan dari Waste4Change menuturkan "Guna mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah, butuh peran aktif dari semua pihak.
Dalam hal ini pemerintah berperan untuk membuat regulasi dan kebijakan, produsen dan masyarakat berperan untuk membatasi serta menangani timbulan sampahnya, serta pihak lainnya dengan perannya masing-masing. Hal tersebut penting dilakukan karena sejatinya, sampah adalah tanggung jawab kita semua”.
Acara perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga diselenggarakan oleh XL Axiata bertepatan dengan Sustainability Week. Dalam rangkaian acara tersebut, kampanye praktik penanganan sampah digencarkan oleh pembicara talkshow bertajuk The Green Scene: Empowering Eco-Lifestyle. ”Bukan bumi yang butuh kita, tapi kita yang butuh bumi.
Maka dibutuhkan lebih banyak manusia melakukan usaha kecil yang tidak sempurna, bukan menuntut satu orang melakakuan usaha yg besar dengan sempurna. Yuk kita mulai mengompos, untuk berkontribusi mengurangi tumpukan sampah organik di TPA yang berbahaya”, ajakan dari duo Valerie dan Veronika Twins, yang juga merupakan founder dari Sustainbabes.
Dengan meningkatkan praktik penanganan sampah, perusahaan dapat mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan. Ini tidak hanya baik bagi planet kita, tetapi juga dapat meningkatkan citra perusahaan sebagai organisasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Salah satu pelajaran paling penting yang didapatkan XL Axiata dari para ahli selama program Sustainability Week adalah mengenai pemisahan sampah organik, non-organik dan plastik. Dengan memisahkan sampah, perusahaan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan meningkatkan tingkat daur ulang.
(TRI)
Berita Terkait

News
Karyawan XL Axiata Berbagi Kebaikan di Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi
Melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL Axiata), program "Berbagi Kebaikan" digelar dengan tujuan berbagi dan peduli kepada sesama di bulan penuh berkah.
Kamis, 27 Mar 2025 12:52

Ekbis
XL Axiata Hadirkan Bundling eSIM 60GB untuk Xiaomi 15 Series
XL Axiata memperkuat komitmennya untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan dengan meluncurkan bundling eksklusif eSIM 60GB bersama Xiaomi 15 Series.
Selasa, 18 Mar 2025 21:47

News
Di Markas PBB, CEO XL Axiata Dorong Percepatan Inklusi Digital Berbasis Gender
XL Axiata bersama Kementerian PPPA RI menegaskan komitmennya dalam mempercepat inklusi digital berbasis gender melalui program pemberdayaan perempuan Sisternet.
Sabtu, 15 Mar 2025 12:27

Ekbis
XL Axiata Luncurkan XL Circle, Fitur Baru untuk Berbagi Kuota
Fitur XL Circle memungkinkan pelanggan XL Prabayar untuk membuat grup atau komunitas kecil, seperti keluarga atau teman-teman, di dalam aplikasi.
Kamis, 13 Mar 2025 15:55

Ekbis
Festival Gadget 2025 di XL Center: Isi Kuota Dapat SmartTV hingga Smartphone Hanya Rp1
XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mengadakan ajang Festival Gadget XL Center 2025 yang berlangsung mulai 28 Februari hingga 31 Maret 2025.
Senin, 03 Mar 2025 12:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Warga Diaspora Antusias Hadiri PSBM dan Mubes KKSS
5

Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Menteri Pertahanan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1

Idrus Marham: Mentan Amran Sulaiman Paling Cocok jadi Nakhoda KKSS
2

Kebakaran di Pulau Barrang Lompo Hanguskan Satu Rumah Milik Warga
3

Ada Oknum Diduga Ingin Ambil Alih Yayasan Atma Jaya Makassar Secara Paksa
4

Warga Diaspora Antusias Hadiri PSBM dan Mubes KKSS
5

Gubernur Sulsel Sambut Kedatangan Menteri Pertahanan