Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban

Sabtu, 11 Apr 2026 10:55
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
Pemain PSM Makassar dan PSIM berebut bola saat berjumpa pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Foto: BRI Super League
Comment
Share
BANTUL - PSIM Yogyakarta harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/26. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/4), PSIM kalah dengan skor 1-2 meski sempat unggul lebih dulu.

Tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-56 lewat aksi Deri Corfe. PSIM sempat mengontrol permainan, namun PSM Makassar mampu bangkit di babak kedua.

PSM menyamakan kedudukan melalui Luka Cumić pada menit ke-79 usai memanfaatkan bola rebound. Juku Eja kemudian memastikan kemenangan dramatis lewat sundulan Dusan Lagator pada menit ke-90+7 yang berawal dari situasi tendangan pojok.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM Yogyakarta. Dalam 10 pertandingan terakhir, tim asuhan Jean Paul Van Gastel hanya meraih satu kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan.

Van Gastel mengaku tidak menyangka timnya bisa kalah dalam pertandingan tersebut. Ia menilai PSIM tampil lebih baik dibandingkan PSM Makassar.

“Saya pikir ini adalah sebuah keajaiban bahwa kita kalah dalam pertandingan ini. Saya rasa secara keseluruhan kita adalah tim yang bermain lebih baik. Sepak bola terkadang tidak adil, tetapi di sisi lain, kita terus melakukan kesalahan sama. Dua gol bersarang di gawang kita kembali merupakan pengulangan dari musim ini, dan sepertinya tidak ada perkembangan dalam masalah tersebut. Kita harus terus maju, tetapi sesuatu harus berubah,” kata pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel dikutip dari laman BRI Super League.

Pelatih asal Belanda itu juga menyoroti kelemahan timnya dalam mengantisipasi bola mati, yang kembali menjadi penyebab kebobolan.

“Kita kalah dua kali berturut-turut melalui bola mati. Saya pikir lebih dari 50 persen kebobolan kita berasal dari bola mati,” ucapnya.

Menurut Van Gastel, persoalan tersebut harus segera dibenahi jika PSIM ingin memperbaiki hasil di sisa musim.

“Saya pikir hal itu akan berlanjut di sisa musim ini apabila kita tidak segera memperbaiki untuk bertahan menghadapi bola mati,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menilai pengambilan keputusan pemain di sepertiga akhir lapangan masih perlu ditingkatkan.

“Keputusan di sepertiga akhir lapangan masih perlu perbaikan. Ya, saya setuju tentang itu,” ungkap Van Gastel.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi PSM Makassar yang sebelumnya berada dalam tren negatif. Juku Eja berhasil memanfaatkan peluang secara efektif untuk mencuri tiga poin penting di Bantul.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru