Atlet SAAD Archery Academy Juara Panahan Tradisional Hanya dalam 7 Bulan Latihan
Senin, 13 Jul 2026 12:29
Anhar A Kelto, atlet SAAD Archery Academy saat beraksi menggunakan panahnya. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh atlet SAAD Archery Academy, Anhar A Kelto, yang sukses meraih Juara 1 pada ajang Panahan Tradisional Mushaf Vol. 3 Tahun 2026.
Hal yang membuat pencapaian ini semakin menginspirasi, Kelto hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan sejak mulai menekuni panahan secara serius hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Bagi sebagian orang, tujuh bulan mungkin baru cukup untuk mengenal teknik dasar. Namun, bagi Kelto, waktu tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi, disiplin, dan keberanian keluar dari zona nyaman mampu mengantarkan seseorang menuju prestasi.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Menurut Kelto, salah satu kebiasaan yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah tidak terpaku berlatih di satu tempat.Ia justru sering berpindah-pindah lokasi latihan agar terbiasa menghadapi berbagai kondisi lapangan dan suasana yang berbeda.
"Tempat baru berarti suasana baru, orang baru, dan karakter lapangan yang berbeda. Semua itu melatih mental. Bonusnya, setiap tempat menghadirkan teman dan guru baru. Selalu ada ilmu yang bisa dipelajari dari sesama archer," ujar Kelto.
Baginya, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting saat mengikuti turnamen karena setiap arena memiliki tantangan yang berbeda.
Konsisten Berlatih Setiap Hari
Kelto juga menegaskan bahwa prestasi tidak dibangun dari semangat sesaat, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.
Ia mengaku selalu menyempatkan diri berlatih setiap hari, meski hanya sekitar 45 menit.
"Saya tidak berlatih hanya ketika sedang ingin. Saya berlatih karena memang harus berlatih. Setiap hari minimal 45 menit. Bukan sekadar mengejar banyaknya anak panah yang tepat sasaran, tetapi membangun memori otot," jelasnya.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibanding latihan berat yang hanya dilakukan sesekali.
Berlatih Sendirian untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Selain rutin berlatih bersama komunitas, Kelto juga memiliki tempat latihan pribadi yang digunakannya untuk mengevaluasi kemampuan.
Di tempat itulah ia mencoba berbagai teknik, memperbaiki kesalahan, hingga menyeleksi anak panah terbaik yang akan digunakan saat bertanding.
"Tidak ada tepuk tangan, tidak ada sorakan. Hanya ada latihan yang diulang, diperbaiki, lalu diulang lagi. Sendirian," kata Kelto.
Menurutnya, latihan mandiri menjadi proses penting untuk mengenali kelemahan diri sekaligus meningkatkan kualitas teknik sebelum turun ke arena kompetisi.
Juara Dibentuk Sebelum Pertandingan
Kisah Kelto menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir dari bakat semata. Prestasi dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, keberanian keluar dari zona nyaman, serta disiplin yang dijaga tanpa henti.Menutup kisahnya, Kelto menyampaikan pesan yang menjadi prinsip selama menjalani proses latihan.
"Juara memang diumumkan di arena. Tetapi sesungguhnya, juara dibentuk jauh sebelum pertandingan dimulai." katanya.
Perjalanan Kelto menjadi inspirasi bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk meraih prestasi, selama mau belajar, konsisten berlatih, dan tidak takut menghadapi tantangan baru.
Hal yang membuat pencapaian ini semakin menginspirasi, Kelto hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan sejak mulai menekuni panahan secara serius hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Bagi sebagian orang, tujuh bulan mungkin baru cukup untuk mengenal teknik dasar. Namun, bagi Kelto, waktu tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi, disiplin, dan keberanian keluar dari zona nyaman mampu mengantarkan seseorang menuju prestasi.
Berani Keluar dari Zona Nyaman
Menurut Kelto, salah satu kebiasaan yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah tidak terpaku berlatih di satu tempat.Ia justru sering berpindah-pindah lokasi latihan agar terbiasa menghadapi berbagai kondisi lapangan dan suasana yang berbeda.
"Tempat baru berarti suasana baru, orang baru, dan karakter lapangan yang berbeda. Semua itu melatih mental. Bonusnya, setiap tempat menghadirkan teman dan guru baru. Selalu ada ilmu yang bisa dipelajari dari sesama archer," ujar Kelto.
Baginya, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting saat mengikuti turnamen karena setiap arena memiliki tantangan yang berbeda.
Konsisten Berlatih Setiap Hari
Kelto juga menegaskan bahwa prestasi tidak dibangun dari semangat sesaat, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan secara terus-menerus.
Ia mengaku selalu menyempatkan diri berlatih setiap hari, meski hanya sekitar 45 menit.
"Saya tidak berlatih hanya ketika sedang ingin. Saya berlatih karena memang harus berlatih. Setiap hari minimal 45 menit. Bukan sekadar mengejar banyaknya anak panah yang tepat sasaran, tetapi membangun memori otot," jelasnya.
Menurutnya, latihan yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibanding latihan berat yang hanya dilakukan sesekali.
Berlatih Sendirian untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Selain rutin berlatih bersama komunitas, Kelto juga memiliki tempat latihan pribadi yang digunakannya untuk mengevaluasi kemampuan.
Di tempat itulah ia mencoba berbagai teknik, memperbaiki kesalahan, hingga menyeleksi anak panah terbaik yang akan digunakan saat bertanding.
"Tidak ada tepuk tangan, tidak ada sorakan. Hanya ada latihan yang diulang, diperbaiki, lalu diulang lagi. Sendirian," kata Kelto.
Menurutnya, latihan mandiri menjadi proses penting untuk mengenali kelemahan diri sekaligus meningkatkan kualitas teknik sebelum turun ke arena kompetisi.
Juara Dibentuk Sebelum Pertandingan
Kisah Kelto menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak lahir dari bakat semata. Prestasi dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, keberanian keluar dari zona nyaman, serta disiplin yang dijaga tanpa henti.Menutup kisahnya, Kelto menyampaikan pesan yang menjadi prinsip selama menjalani proses latihan.
"Juara memang diumumkan di arena. Tetapi sesungguhnya, juara dibentuk jauh sebelum pertandingan dimulai." katanya.
Perjalanan Kelto menjadi inspirasi bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk meraih prestasi, selama mau belajar, konsisten berlatih, dan tidak takut menghadapi tantangan baru.
(MAN)
Berita Terkait
Sports
Ratusan Pemanah Ramaikan Arsy Archery Competition 2026, Hadiah Utama Umrah VIP
Sebanyak 273 peserta mengikuti Arsy Archery Competition 2026 yang digelar di Lapangan Masjid Babussalam, Jalan Borong Raya No. 77, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Minggu (29/3/2026).
Minggu, 29 Mar 2026 15:14
Sports
Putra Bupati Maros Juara Satu Memanah Berkuda Nasional
Putra Bupati Maros AS Chaidir Syam, Muhammad Fathan kembali menorehkan prestasi. Kali ini dia berhasil menjadi juara satu dalam lomba Memanah Berkuda Nasional yang digelar di Lampung.
Rabu, 11 Des 2024 14:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
ICATT Gandeng FKUB Gowa Edukasi Masyarakat Tolak Intoleransi dan Radikalisme
2
OlymRun 2026 Target 5.000 Peserta, Hadiah Ratusan Juta Rupiah
3
Atlet SAAD Archery Academy Juara Panahan Tradisional Hanya dalam 7 Bulan Latihan
4
Disdik Jeneponto Tekankan Pendidikan Karakter dan Sekolah Ramah Anak
5
Pemerintah Pusat Janji Revitalisasi Benteng Rotterdam Tahun Ini
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
ICATT Gandeng FKUB Gowa Edukasi Masyarakat Tolak Intoleransi dan Radikalisme
2
OlymRun 2026 Target 5.000 Peserta, Hadiah Ratusan Juta Rupiah
3
Atlet SAAD Archery Academy Juara Panahan Tradisional Hanya dalam 7 Bulan Latihan
4
Disdik Jeneponto Tekankan Pendidikan Karakter dan Sekolah Ramah Anak
5
Pemerintah Pusat Janji Revitalisasi Benteng Rotterdam Tahun Ini