Pemerintah Pusat Janji Revitalisasi Benteng Rotterdam Tahun Ini
Minggu, 12 Jul 2026 21:15
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, di Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Minggu (12/7/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meninjau kawasan Benteng Rotterdam, Kota Makassar, Minggu.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan kondisi salah satu cagar budaya nasional sekaligus ikon sejarah terpenting di kawasan Indonesia Timur oleh Kementerian Kebudayaan.
Wali Kota yang akrab disapa Appi mendampingi Fadly Zon menjelajahi satu per satu bangunan dan ruang-ruang bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik benteng, termasuk sejumlah bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia.
Di sela-sela kunjungan, Fadly Zon juga memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Benteng Rotterdam oleh Pengelola Benteng Rotterdam.
Selain melihat kondisi bangunan, Fadly Zon turut meninjau koleksi museum dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam kompleks benteng.
Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan arsip serta penguatan fungsi edukasi agar kawasan Benteng Rotterdam semakin menarik sebagai destinasi wisata sejarah dan kebudayaan.
Fadli Zon mengatakan Benteng Rotterdam merupakan salah satu benteng paling penting dalam sejarah Indonesia. Benteng yang cikal bakal pembangunannya dimulai pada abad ke-16 itu kemudian dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17 dan menjadi benteng terbesar di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Benteng Rotterdam juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi lokasi penahanan Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830 hingga wafatnya.
"Tahun ini kita harapkan akan dilakukan revitalisasi Benteng Rotterdam dengan melakukan berbagai perbaikan. Ternyata masih banyak dinding yang terkelupas, terjadi kebocoran, dan membutuhkan penataan kawasan agar benteng ini dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat edukasi, pusat kebudayaan, pusat sejarah, sekaligus ruang aktivitas seni budaya," ujarnya.
Ia menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya.
"Sejumlah fasilitas yang ada juga akan dimaksimalkan seperti museum dan perpustakaan sebagai ruang edukasi. Hingga pengembangan fasilitas baru seperti penyajian sejarah secara imersif agar pengalaman pengunjung semakin menarik. Kita harapkan dalam waktu dekat revitalisasi ini segera dilaksanakan. Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian yang cepat namun tetap tepat sesuai prinsip-prinsip pemugaran cagar budaya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi Benteng Rotterdam. Bagi Munafri pelestarian kawasan budaya bersejarah tidak hanya untuk menjaga warisan bangsa tapi sebagai investasi jangka panjang kota.
"Pelestarian kawasan bersejarah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.
Munafri berharap revitalisasi nantinya mampu memperkuat posisi Benteng Rotterdam sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Sehingga tidak hanya menghadirkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang semakin hidup bagi berbagai aktivitas seni, budaya, riset, dan edukasi masyarakat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peninjauan kondisi salah satu cagar budaya nasional sekaligus ikon sejarah terpenting di kawasan Indonesia Timur oleh Kementerian Kebudayaan.
Wali Kota yang akrab disapa Appi mendampingi Fadly Zon menjelajahi satu per satu bangunan dan ruang-ruang bersejarah yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi fisik benteng, termasuk sejumlah bagian bangunan yang mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia.
Di sela-sela kunjungan, Fadly Zon juga memperoleh penjelasan mengenai perjalanan sejarah Benteng Rotterdam oleh Pengelola Benteng Rotterdam.
Selain melihat kondisi bangunan, Fadly Zon turut meninjau koleksi museum dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam kompleks benteng.
Ia juga memberikan sejumlah masukan terkait pengelolaan arsip serta penguatan fungsi edukasi agar kawasan Benteng Rotterdam semakin menarik sebagai destinasi wisata sejarah dan kebudayaan.
Fadli Zon mengatakan Benteng Rotterdam merupakan salah satu benteng paling penting dalam sejarah Indonesia. Benteng yang cikal bakal pembangunannya dimulai pada abad ke-16 itu kemudian dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17 dan menjadi benteng terbesar di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Benteng Rotterdam juga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena menjadi lokasi penahanan Pangeran Diponegoro setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830 hingga wafatnya.
"Tahun ini kita harapkan akan dilakukan revitalisasi Benteng Rotterdam dengan melakukan berbagai perbaikan. Ternyata masih banyak dinding yang terkelupas, terjadi kebocoran, dan membutuhkan penataan kawasan agar benteng ini dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat edukasi, pusat kebudayaan, pusat sejarah, sekaligus ruang aktivitas seni budaya," ujarnya.
Ia menjelaskan, revitalisasi akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya.
"Sejumlah fasilitas yang ada juga akan dimaksimalkan seperti museum dan perpustakaan sebagai ruang edukasi. Hingga pengembangan fasilitas baru seperti penyajian sejarah secara imersif agar pengalaman pengunjung semakin menarik. Kita harapkan dalam waktu dekat revitalisasi ini segera dilaksanakan. Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian yang cepat namun tetap tepat sesuai prinsip-prinsip pemugaran cagar budaya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi Benteng Rotterdam. Bagi Munafri pelestarian kawasan budaya bersejarah tidak hanya untuk menjaga warisan bangsa tapi sebagai investasi jangka panjang kota.
"Pelestarian kawasan bersejarah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.
Munafri berharap revitalisasi nantinya mampu memperkuat posisi Benteng Rotterdam sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Sehingga tidak hanya menghadirkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang semakin hidup bagi berbagai aktivitas seni, budaya, riset, dan edukasi masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
Makassar City
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
Perumda Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan terhadap juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar.
Minggu, 18 Okt 2026 06:08
Sulsel
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Festival Olahraga Kota Makassar (Forkot) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 05:49
News
Sidak Puskesmas Jongaya, Wali Kota Munafri Temukan Bagian yang Kumuh
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegur pengelola Puskesmas Jongaya setelah menemukan kondisi lingkungan bagian belakang fasilitas kesehatan tersebut kumuh.
Sabtu, 17 Okt 2026 15:57
News
Wali Kota Antisipasi Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir dengan mendatangi kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin.
Jum'at, 16 Okt 2026 18:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
3
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
4
PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri
5
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
3
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
4
PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri
5
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar