Pemkot Makassar Perkuat UMKM dan Batik Lokal Lewat Belanja Produk Daerah
Minggu, 12 Jul 2026 16:11
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian pada kegiatan penutupan HUT Dekranas di TSM Makassar. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mengembangkan batik lokal melalui kebijakan belanja produk daerah dan pembinaan pengrajin.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemerintah daerah terus mendorong agar belanja pemerintah lebih banyak menyerap produk lokal yang dihasilkan UMKM.
"Komitmen kita memastikan belanja itu di lokal dan belanjanya di UMKM. Sampaikan kepada seluruh SKPD untuk memastikan ini, presentasinya itu harus meningkat setiap tahunnya," kata Munafri, di sela-sela penutupan HUT Dekranas ke-46, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk UMKM agar memenuhi standar pengadaan pemerintah.
"Kewajiban kita adalah memastikan bahwa pengusaha-pengusaha kecil ekonomi UMKM ini harus terus dibina untuk memastikan kualitas dari produk yang dihasilkan ini bisa masuk dalam standarisasi untuk dilakukan proses belanja yang akan dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.
Munafri juga menegaskan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal melalui penggunaan Batik Lontara. Saat ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar diwajibkan mengenakan Batik Lontara setiap hari Kamis.
Selain itu, Pemkot Makassar terus mendorong pengembangan industri batik dengan memperkuat ekosistem para pembatik lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap produk tersebut.
"Karena kita tidak tahu di mana beli. Inilah yang nanti akan kita pastikan untuk memperlihatkan bahwa tempat belinya ada yang mudah, ada yang klasifikasinya juga berbeda-beda, bertingkat-tingkat, supaya semua orang mampu bisa mengakses ini," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penyelenggaraan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah.
Menurut Tito, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, restoran, hingga UMKM.
"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," katanya.
Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman produk kerajinan yang lahir dari kekayaan budaya dan sumber daya alam di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah daerah dan Dekranas didorong terus meningkatkan inovasi, kualitas produk, serta pemanfaatan bahan baku lokal agar industri kerajinan nasional mampu bersaing di pasar global.
Pada penutupan HUT Dekranas ke-46, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa juga menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas kontribusi dalam pengembangan sektor wastra dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis budaya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan pemerintah daerah terus mendorong agar belanja pemerintah lebih banyak menyerap produk lokal yang dihasilkan UMKM.
"Komitmen kita memastikan belanja itu di lokal dan belanjanya di UMKM. Sampaikan kepada seluruh SKPD untuk memastikan ini, presentasinya itu harus meningkat setiap tahunnya," kata Munafri, di sela-sela penutupan HUT Dekranas ke-46, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas produk UMKM agar memenuhi standar pengadaan pemerintah.
"Kewajiban kita adalah memastikan bahwa pengusaha-pengusaha kecil ekonomi UMKM ini harus terus dibina untuk memastikan kualitas dari produk yang dihasilkan ini bisa masuk dalam standarisasi untuk dilakukan proses belanja yang akan dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.
Munafri juga menegaskan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal melalui penggunaan Batik Lontara. Saat ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar diwajibkan mengenakan Batik Lontara setiap hari Kamis.
Selain itu, Pemkot Makassar terus mendorong pengembangan industri batik dengan memperkuat ekosistem para pembatik lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap produk tersebut.
"Karena kita tidak tahu di mana beli. Inilah yang nanti akan kita pastikan untuk memperlihatkan bahwa tempat belinya ada yang mudah, ada yang klasifikasinya juga berbeda-beda, bertingkat-tingkat, supaya semua orang mampu bisa mengakses ini," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai penyelenggaraan HUT ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Makassar memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah.
Menurut Tito, kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, restoran, hingga UMKM.
"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," katanya.
Ia menyebut Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman produk kerajinan yang lahir dari kekayaan budaya dan sumber daya alam di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah daerah dan Dekranas didorong terus meningkatkan inovasi, kualitas produk, serta pemanfaatan bahan baku lokal agar industri kerajinan nasional mampu bersaing di pasar global.
Pada penutupan HUT Dekranas ke-46, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa juga menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri atas kontribusi dalam pengembangan sektor wastra dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis budaya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
1.157 Peserta Ikuti MTQ VIII KORPRI Nasional, Makassar-Pangkep Tuan Rumah
Sebanyak 1.157 peserta dari 117 kafilah mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional 2026 di Sulawesi Selatan.
Selasa, 25 Agu 2026 07:19
Sulsel
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pemkot Makassar memastikan kesiapan menyambut ribuan kafilah MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 dan menjadi salah satu pusat pelaksanaan sekaligus lokasi pembukaan hajatan nasional tersebut.
Senin, 24 Agu 2026 06:16
Makassar City
Serapan Anggaran Baru 35%, Legislator Makassar Desak Pelaksanaan Program Strategis
DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam monitoring dan evaluasi (monev) triwulan II 2026.
Jum'at, 21 Agu 2026 23:42
News
Wali Kota Munafri Warning Kepala OPD Makassar, Minta Kadis Ubah Cara Kerja
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar segera mempercepat realisasi belanja pemerintah daerah.
Kamis, 20 Agu 2026 15:44
Sulsel
Perumda Air Minum Makassar Gandeng Kejati Sulsel Cegah Korupsi
Perumda Air Minum Kota Makassar menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan untuk memperkuat pemahaman hukum dan mencegah tindak pidana korupsi dalam pengelolaan perusahaan.
Kamis, 20 Agu 2026 13:08
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah