Temilreg X Fossei Sulselbartra-Maluku Perkuat Jejaring Kader Ekonomi Syariah

Minggu, 12 Jul 2026 15:32
Temilreg X Fossei Sulselbartra-Maluku Perkuat Jejaring Kader Ekonomi Syariah
KSEI Forkeis UIN Alauddin Makassar menggelar rangkaian Temilreg X FoSSEI Regional Sulselbartra dan Maluku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Minggu (11/7/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Forum Kajian Ekonomi Islam (Forkeis) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar rangkaian Temu Ilmiah Regional (Temilreg) X FoSSEI Regional Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara (Sulselbartra), dan Maluku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Minggu (11/7/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai kompetisi di bidang akademik maupun nonakademik yang diikuti delegasi KSEI dari sejumlah perguruan tinggi di kawasan Sulselbartra dan Maluku.

Ketua Panitia Temilreg X Forkeis Celebration XVII, Achmad Dzaky Dwi Riza, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas kader ekonomi syariah.

"Harapan kami, melalui kompetisi ini lahir kader-kader ekonomi syariah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, serta mampu membangun jejaring dan kolaborasi antarkampus," harapnya.

Menurut Dzaky, kehadiran delegasi dari Makassar, Gowa, Palopo, Ambon, hingga Universitas Hasanuddin menunjukkan Temilreg menjadi wadah yang mempertemukan kader-kader terbaik FoSSEI Regional Sulselbartra dan Maluku dalam semangat ukhuwah serta kolaborasi.

"Kami ingin Temilreg menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman yang nantinya dapat melahirkan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia," sambungnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi kader-kader KSEI untuk menunjukkan kemampuan intelektual, kreativitas, serta semangat kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi syariah.

"Kompetisi Temilreg X FOCEL 2026 menghadirkan delapan cabang perlombaan, yaitu Olimpiade Ekonomi Islam, Tahfidz Al-Qur'an, Karya Tulis Ilmiah (KTI) Akademik, KTI Konseptual, Sharia Business Plan, Sharia Policy Case Study, Film Pendek, serta Forum Group Discussion (FGD)," papar Dzaky.

"Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan analisis, inovasi, kepemimpinan, komunikasi, serta pemahaman peserta terhadap nilai-nilai ekonomi Islam. Kompetisi ini diikuti oleh delegasi dari berbagai KSEI yang tergabung dalam FoSSEI Regional Sulselbartra & Maluku, yaitu KSEI FORKEIS UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah, FoSEI Universitas Hasanuddin, EKSY UIN Amsa Ambon, Himes STAI Al-Azhar Gowa, dan SEA UIN Palopo," ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran delegasi dari berbagai daerah menjadi bukti kuatnya semangat ukhuwah dan kolaborasi antarkelompok studi ekonomi Islam dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang unggul.

"Selama kompetisi berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menampilkan gagasan, karya, dan solusi inovatif terhadap berbagai isu ekonomi syariah. Proses perlombaan berlangsung secara sportif, objektif, dan kompetitif dengan penilaian yang dilakukan oleh dewan juri sesuai bidang keahlian masing-masing," pungkasnya.

Temilreg X FoSSEI Regional Sulselbartra dan Maluku diharapkan melahirkan kader ekonomi syariah yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, serta siap berkontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru