Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Raih Juara 1 National Ecofeb Competition 2026
Selasa, 12 Mei 2026 09:03
Scopus Team UIN Alauddin Makassar meraih Juara 1 pada ajang National Ecofeb Competition 2026 cabang Business Plan di FEB Universitas Wijaya Putra Surabaya, Senin (11/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meraih Juara 1 pada ajang National Ecofeb Competition 2026 cabang lomba Business Plan yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, Senin (11/5/2026).
Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Business Idea As a Mantra of Innovation and Creativity for Young Generation” dan berlangsung pada 30 April hingga 10 Mei 2026.
Sebanyak 143 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut dengan mempresentasikan gagasan bisnis inovatif. Dari jumlah itu, hanya 15 tim terbaik yang lolos ke babak grand final setelah melalui proses seleksi dan kurasi.
UIN Alauddin Makassar diwakili Scopus Team yang terdiri atas Adnan Apriansyah Putra sebagai ketua tim, Muhammad Husdar, dan Ashey Yuniar.
Dalam kompetisi itu, tim mengusung inovasi bertajuk “BIOGON: Inovasi Produk Sanitasi Ternak Berbasis Limbah Eceng Gondok Guna Mewujudkan Praktik Green Farming dan Peningkatan Kualitas Budidaya Peternakan Indonesia.”
Inovasi tersebut memanfaatkan limbah eceng gondok sebagai produk sanitasi ternak ramah lingkungan yang dinilai mampu mendukung praktik green farming dan meningkatkan kualitas budidaya peternakan di Indonesia.
Dekan FEB UWP, Dr Woro Utari, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan ide bisnis kreatif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak sosial bagi masyarakat.
“Tema tahun ini diambil karena kita percaya, ide bisnis adalah ‘mantra’ yang mampu membangkitkan keajaiban inovasi dan kreativitas di tangan anak muda. Kami ingin mendorong mereka menjadi problem solver melalui pendekatan wirausaha,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UWP, Dr Budi Endarto, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus dalam mewujudkan visi pengembangan sociopreneurship berbasis riset.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengajarkan teori bisnis, tetapi juga menciptakan ekosistem agar mahasiswa mampu meriset kebutuhan sosial dan menjawabnya melalui inovasi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak,” katanya.
Ketua Scopus Team, Adnan Apriansyah Putra, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih bersama timnya. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang mulai dari penyusunan konsep, riset, hingga presentasi final.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa pulang juara 1 untuk UIN Alauddin Makassar. Persiapan yang kami lakukan cukup panjang dan tentu tidak mudah karena harus bersaing dengan banyak tim dari berbagai kampus di Indonesia,” ucapnya.
Ia mengatakan kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, khususnya di bidang bisnis dan lingkungan.
“Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mencoba dan berani mengikuti kompetisi. Karena dari proses itulah kita belajar, berkembang, dan membawa nama baik kampus,” tambahnya.
Pada akhir kompetisi, UIN Alauddin Makassar meraih Juara 1, disusul Universitas Negeri Semarang sebagai Juara 2 dan IPB University sebagai Juara 3. Kategori Presenter Terbaik diraih Universitas Ciputra, sedangkan Proposal Terbaik diraih IPB University.
Keberhasilan Scopus Team menunjukkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang inovasi dan pengembangan ide bisnis berbasis lingkungan.
Kompetisi tingkat nasional tersebut mengangkat tema “Business Idea As a Mantra of Innovation and Creativity for Young Generation” dan berlangsung pada 30 April hingga 10 Mei 2026.
Sebanyak 143 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut dengan mempresentasikan gagasan bisnis inovatif. Dari jumlah itu, hanya 15 tim terbaik yang lolos ke babak grand final setelah melalui proses seleksi dan kurasi.
UIN Alauddin Makassar diwakili Scopus Team yang terdiri atas Adnan Apriansyah Putra sebagai ketua tim, Muhammad Husdar, dan Ashey Yuniar.
Dalam kompetisi itu, tim mengusung inovasi bertajuk “BIOGON: Inovasi Produk Sanitasi Ternak Berbasis Limbah Eceng Gondok Guna Mewujudkan Praktik Green Farming dan Peningkatan Kualitas Budidaya Peternakan Indonesia.”
Inovasi tersebut memanfaatkan limbah eceng gondok sebagai produk sanitasi ternak ramah lingkungan yang dinilai mampu mendukung praktik green farming dan meningkatkan kualitas budidaya peternakan di Indonesia.
Dekan FEB UWP, Dr Woro Utari, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan ide bisnis kreatif yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak sosial bagi masyarakat.
“Tema tahun ini diambil karena kita percaya, ide bisnis adalah ‘mantra’ yang mampu membangkitkan keajaiban inovasi dan kreativitas di tangan anak muda. Kami ingin mendorong mereka menjadi problem solver melalui pendekatan wirausaha,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UWP, Dr Budi Endarto, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus dalam mewujudkan visi pengembangan sociopreneurship berbasis riset.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mengajarkan teori bisnis, tetapi juga menciptakan ekosistem agar mahasiswa mampu meriset kebutuhan sosial dan menjawabnya melalui inovasi bisnis yang berkelanjutan dan berdampak,” katanya.
Ketua Scopus Team, Adnan Apriansyah Putra, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih bersama timnya. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari proses panjang mulai dari penyusunan konsep, riset, hingga presentasi final.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa pulang juara 1 untuk UIN Alauddin Makassar. Persiapan yang kami lakukan cukup panjang dan tentu tidak mudah karena harus bersaing dengan banyak tim dari berbagai kampus di Indonesia,” ucapnya.
Ia mengatakan kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, khususnya di bidang bisnis dan lingkungan.
“Kami berharap capaian ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mencoba dan berani mengikuti kompetisi. Karena dari proses itulah kita belajar, berkembang, dan membawa nama baik kampus,” tambahnya.
Pada akhir kompetisi, UIN Alauddin Makassar meraih Juara 1, disusul Universitas Negeri Semarang sebagai Juara 2 dan IPB University sebagai Juara 3. Kategori Presenter Terbaik diraih Universitas Ciputra, sedangkan Proposal Terbaik diraih IPB University.
Keberhasilan Scopus Team menunjukkan mahasiswa UIN Alauddin Makassar mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang inovasi dan pengembangan ide bisnis berbasis lingkungan.
(MAN)
Berita Terkait
News
Temilreg X Fossei Sulselbartra-Maluku Perkuat Jejaring Kader Ekonomi Syariah
KSEI Forkeis UIN Alauddin Makassar menggelar Temilreg X FoSSEI Regional Sulselbartra, dan Maluku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar, Minggu (11/7/2026).
Minggu, 12 Jul 2026 15:32
Sulsel
UIN Alauddin Makassar Raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025
UIN Alauddin Makassar menerima dokumen final hasil audit atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dalam kegiatan Closing Meeting yang berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Gowa, Kamis (18/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:23
Sulsel
Menteri Agama Dorong RS UIN Alauddin Jadi Rumah Sakit Modern dan Inklusif
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., mengunjungi Rumah Sakit (RS) UIN Alauddin Makassar, Minggu (14/6/2026).
Selasa, 16 Jun 2026 15:59
News
Dirut BPJS Kesehatan Puji Fasilitas RS UIN Alauddin, Layak Layani Peserta JKN
Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar resmi menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan melalui kegiatan peluncuran kerja sama pelayanan yang digelar Jumat (22/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 07:46
Sulsel
Rektor UIN Alauddin Singgung Penyakit Intelektual di Pengukuhan 3 Guru Besar
UIN Alauddin Makassar mengukuhkan tiga guru besar dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar Kampus II, Gowa, Senin (18/5/2026).
Senin, 18 Mei 2026 23:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan