DJSN, BPJS, dan UIN Alauddin Perkuat Literasi Jaminan Sosial bagi Mahasiswa
Sabtu, 25 Jul 2026 06:23
DJSN, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar kuliah umum di kampus UIN, Jumat (24/7/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) bersama BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar memperkuat implementasi kurikulum jaminan sosial melalui penyelenggaraan kuliah umum di lingkungan kampus UIN.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi jaminan sosial sekaligus menanamkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya sistem perlindungan sosial sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Anggota DJSN, Muttaqien menyampaikan pentingnya literasi jaminan sosial sejak dini. Menurutnta, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman sejak dini akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kata dia, melalui penguatan kurikulum dan kegiatan akademik seperti kuliah umum, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Literasi jaminan sosial di perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Mahasiswa yang memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan sejak dini akan lebih siap memasuki dunia kerja, karena sudah ada BPJS Ketenagakerjaan yang melindungi dari risiko kerja,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan materi tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Melindungi dan Menjamin Masa Depan.
“Kami memandang literasi jaminan sosial perlu ditanamkan sejak dini dari bangku perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep perlindungan sosial di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan manfaatnya pada saat memasuki dunia kerja, mulai dari mengikuti magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan demikian, ketika memasuki dunia kerja, kesadaran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan telah tumbuh sejak dini,” katanya.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan pentingnya literasi jaminan sosial sejak dini dibangku perguruan tinggi karena setiap pekerjaan memiliki risiko yang dapat terjadi kapan saja.
Sehingga negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh melalui 5 Program, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Mahasiswa yang sedang mengikuti program magang dan KKN sudah terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan dengan 2 program JKK dan JKM. Sehingga bila terjadi risiko selama menjalani magang dan KKN mereka sudah terlindungi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan dengan Dekan UIN Alauddin Makassar sebagai tindak lanjut atas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
PKS tersebut menjadi landasan implementasi berbagai program kolaboratif, meliputi pengintegrasian materi jaminan sosial ketenagakerjaan ke dalam kurikulum, penyelenggaraan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada mahasiswa, serta pelaksanaan program praktisi mengajar yang menghadirkan insan BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagi pengalaman dan wawasan praktis di lingkungan akademik.
Kolaborasi antara DJSN, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan UIN Alauddin Makassar menjadi bukti bahwa penguatan Sistem Jaminan Sosial Nasional memerlukan sinergi lintas sektor. Dengan membangun pemahaman sejak di bangku kuliah, diharapkan dapat membangun budaya sadar jaminan sosial sejak dini dan mendukung terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan secara inklusif.
Pemberian materi kuliah umum diisi oleh Anggota DJSN, Royanto Purba; Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Vetty Yulianty Permanasari, memberikan kepada para mahasiswa akan pentingnya perlindungan jaminan sosial.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi jaminan sosial sekaligus menanamkan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya sistem perlindungan sosial sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Anggota DJSN, Muttaqien menyampaikan pentingnya literasi jaminan sosial sejak dini. Menurutnta, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman sejak dini akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kata dia, melalui penguatan kurikulum dan kegiatan akademik seperti kuliah umum, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Literasi jaminan sosial di perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Mahasiswa yang memahami manfaat BPJS Ketenagakerjaan sejak dini akan lebih siap memasuki dunia kerja, karena sudah ada BPJS Ketenagakerjaan yang melindungi dari risiko kerja,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan materi tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Melindungi dan Menjamin Masa Depan.
“Kami memandang literasi jaminan sosial perlu ditanamkan sejak dini dari bangku perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep perlindungan sosial di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan manfaatnya pada saat memasuki dunia kerja, mulai dari mengikuti magang, Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan demikian, ketika memasuki dunia kerja, kesadaran untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan telah tumbuh sejak dini,” katanya.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan pentingnya literasi jaminan sosial sejak dini dibangku perguruan tinggi karena setiap pekerjaan memiliki risiko yang dapat terjadi kapan saja.
Sehingga negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan yang menyeluruh melalui 5 Program, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Mahasiswa yang sedang mengikuti program magang dan KKN sudah terlindungi oleh program BPJS Ketenagakerjaan dengan 2 program JKK dan JKM. Sehingga bila terjadi risiko selama menjalani magang dan KKN mereka sudah terlindungi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Deputi Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan dengan Dekan UIN Alauddin Makassar sebagai tindak lanjut atas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.
PKS tersebut menjadi landasan implementasi berbagai program kolaboratif, meliputi pengintegrasian materi jaminan sosial ketenagakerjaan ke dalam kurikulum, penyelenggaraan program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada mahasiswa, serta pelaksanaan program praktisi mengajar yang menghadirkan insan BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagi pengalaman dan wawasan praktis di lingkungan akademik.
Kolaborasi antara DJSN, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan UIN Alauddin Makassar menjadi bukti bahwa penguatan Sistem Jaminan Sosial Nasional memerlukan sinergi lintas sektor. Dengan membangun pemahaman sejak di bangku kuliah, diharapkan dapat membangun budaya sadar jaminan sosial sejak dini dan mendukung terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan secara inklusif.
Pemberian materi kuliah umum diisi oleh Anggota DJSN, Royanto Purba; Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto dan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Vetty Yulianty Permanasari, memberikan kepada para mahasiswa akan pentingnya perlindungan jaminan sosial.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dosen UIN Alauddin Juara 1 Azan MTQ Korpri Nasional 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen UIN Alauddin Makassar di panggung nasional. Dr. Baharuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., berhasil meraih juara 1 Cabang Adzan pada MTQ Korpri Nasional VIII Tahun 2026.
Senin, 31 Agu 2026 15:34
Sulsel
Rektor UIN Alauddin Terima Kunjungan Kapolresta Gowa untuk Perkuat Sinergi Institusi
Penguatan sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi menjadi perhatian dalam kunjungan silaturahmi Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman ke UIN Alauddin Makassar.
Rabu, 19 Agu 2026 09:34
Makassar City
Rektor UIN Alauddin Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Perairan Samalona
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan dengan cara berbeda oleh UIN Alauddin Makassar. Rektor UIN Alauddin Makassar bersama tim penyelam mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut perairan Pulau Samalona.
Selasa, 18 Agu 2026 23:00
Sulsel
UPZ UIN Alauddin Makassar Salurkan Bantuan UKT kepada 126 Mahasiswa
Unit Pengelola Zakat (UPZ) UIN Alauddin Makassar menyalurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 126 mahasiswa.
Senin, 17 Agu 2026 12:47
Sulsel
409 Mahasiswa UIN Alauddin Mengabdi di Bantaeng
Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin, menerima 409 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Angkatan ke-79 di Halaman Kantor Bupati Bantaeng, Rabu (12/8).
Rabu, 12 Agu 2026 21:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Film Jangan Lupa Bahagia Bawa Kisah Keluarga dan Komedi Khas Makassar
3
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
4
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
5
Kades Matompi Dukung Program Ibas-Puspa, Beasiswa Lutim Disebut Ringankan Beban Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Film Jangan Lupa Bahagia Bawa Kisah Keluarga dan Komedi Khas Makassar
3
Pertamina Dukung Sidak LPG 3 Kg di Makassar, Warga Diminta Tak Panic Buying
4
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
5
Kades Matompi Dukung Program Ibas-Puspa, Beasiswa Lutim Disebut Ringankan Beban Orang Tua