Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulsel Siapkan Bakti Kesehatan dan Donor Darah Massal
Senin, 15 Jun 2026 17:48
Suasana bakti kesehatan donor darah di Gedung Mappaodang Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (15/6). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Y
MAKASSAR - Polda Sulawesi Selatan menggelar bakti kesehatan berupa donor darah massal dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Mappaodang Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (15/6/2026).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 sesuai arahan Kapolda Sulsel.
"Kegiatan hari ini adalah donor darah, kemudian kegiatan yang lain ada bakti kesehatan yang akan dilaksanakan tanggal 23 (Juni)," jelasnya kepada awak media.
Menurut dr. Haris, rangkaian bakti kesehatan tersebut akan diisi dengan pemeriksaan kesehatan komprehensif serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
"Meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan cek kesehatan gratis pada masyarakat, guru, ojol, anak sekolah, kemudian ada pemeriksaan gigi, dan akan sunatan massal, dan beberapa kegiatan lainnya," paparnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hingga pelaksanaan donor darah berlangsung, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.
"Kalau kita lihat di aula ini ada seribuan, dan itu akan berlanjut terus, termasuk beberapa polres akan mengadakan kegiatan yang sama," sebutnya saat dikonfirmasi langsung.
Dalam kegiatan donor darah ini, Polda Sulsel menargetkan pengumpulan 1.991 kantong darah.
"Kalau target kami di Polda Sulawesi Selatan adalah 1.991 kantong di aula ini. Ada beberapa Bhayangkari," singkatnya.
Meski demikian, dr. Haris mengakui tidak seluruh calon pendonor dapat mengikuti proses donor darah. Beberapa peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti memiliki tekanan darah tinggi atau kadar hemoglobin (HB) yang tidak sesuai.
"Biasa itu, mungkin karena tensinya tinggi, atau kadar HB. Itu paling berpengaruh, jadi tidak bisa diproses lanjut untuk diambil darah," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan Upi Djuhandhani, serta jajaran pejabat utama Polda Sulsel.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kapolda Sulsel bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan meninjau sekaligus mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 sesuai arahan Kapolda Sulsel.
"Kegiatan hari ini adalah donor darah, kemudian kegiatan yang lain ada bakti kesehatan yang akan dilaksanakan tanggal 23 (Juni)," jelasnya kepada awak media.
Menurut dr. Haris, rangkaian bakti kesehatan tersebut akan diisi dengan pemeriksaan kesehatan komprehensif serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
"Meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan cek kesehatan gratis pada masyarakat, guru, ojol, anak sekolah, kemudian ada pemeriksaan gigi, dan akan sunatan massal, dan beberapa kegiatan lainnya," paparnya.
Ia menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Hingga pelaksanaan donor darah berlangsung, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar seribu orang.
"Kalau kita lihat di aula ini ada seribuan, dan itu akan berlanjut terus, termasuk beberapa polres akan mengadakan kegiatan yang sama," sebutnya saat dikonfirmasi langsung.
Dalam kegiatan donor darah ini, Polda Sulsel menargetkan pengumpulan 1.991 kantong darah.
"Kalau target kami di Polda Sulawesi Selatan adalah 1.991 kantong di aula ini. Ada beberapa Bhayangkari," singkatnya.
Meski demikian, dr. Haris mengakui tidak seluruh calon pendonor dapat mengikuti proses donor darah. Beberapa peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, seperti memiliki tekanan darah tinggi atau kadar hemoglobin (HB) yang tidak sesuai.
"Biasa itu, mungkin karena tensinya tinggi, atau kadar HB. Itu paling berpengaruh, jadi tidak bisa diproses lanjut untuk diambil darah," pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan Upi Djuhandhani, serta jajaran pejabat utama Polda Sulsel.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Kapolda Sulsel bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan meninjau sekaligus mengikuti kegiatan kemanusiaan tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
News
Asmo Sulsel Donor Darah Serentak di Tiga Lokasi, Terkumpul 82 Kantong
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menggelar aksi donor darah sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Astra Motor ke-56.
Kamis, 16 Jul 2026 11:29
News
Puluhan Korban Umrah Subsidi Sambangi Polda Sulsel, Desak Refund Segera Dituntaskan
Puluhan korban dugaan penipuan program umrah subsidi mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel). Kedatangan mereka dipicu kekecewaan setelah proses pengembalian dana (refund) yang sebelumnya dijanjikan kembali mengalami penundaan.
Jum'at, 10 Jul 2026 22:41
News
Bareskrim Limpahkan Laporan Bupati Gowa ke Polda Sulsel
Laporan Bupati Gowa Husniah Talenrang terkait keterangan dua saksi di sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa, dipastikan tidak diproses lebih lanjut di Bareskrim Polri.
Rabu, 08 Jul 2026 21:22
News
PLN UID Sulselrabar Kumpulkan 40 Kantong Darah Lewat Aksi Donor Rutin
PLN UID Sulselrabar kembali menggelar aksi donor darah rutin bekerja sama dengan UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 08 Jul 2026 17:46
News
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak, Makassar Libatkan 393 Pendonor
Bank Mandiri kembali menggelar program Mandiri Donor Darah secara serentak di 12 region di seluruh Indonesia pada Kamis (2/7), termasuk di Makassar.
Senin, 06 Jul 2026 16:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
4
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan