Fatmawati Rusdi Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting di Parepare
Kamis, 23 Jul 2026 09:44
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor saat melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare, Rabu (22/7/2026).
PAREPARE - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, mendorong percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor saat melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Lumpue itu juga dirangkaikan dengan penguatan kapasitas kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) serta Gerakan Tanam Cabai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati meninjau pelayanan kesehatan, berdialog dengan tenaga kesehatan dan kader, sekaligus menyerahkan berbagai bantuan bagi masyarakat.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati menegaskan bahwa penanganan stunting harus diawali dengan data yang akurat agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus melakukan pembaruan dan validasi data balita.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan datanya benar. Tolong diukur ulang dan diperbarui sehingga kita mengetahui secara pasti berapa anak yang masuk kategori stunting, gizi kurang maupun wasting. Dengan data yang valid, intervensi kita juga akan lebih tepat,” ujarnya.
Fatmawati juga menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyiapkan bantuan alat antropometri sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare untuk mendukung pelayanan pengukuran status gizi balita.
“Nanti kita siapkan dan kirimkan sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare,” katanya.
Menurut Fatmawati, target mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Karena itu, percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui intervensi yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, pemberian makanan tambahan, peningkatan sanitasi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi remaja melalui konsumsi tablet tambah darah, hingga penguatan konsultasi pranikah bersama Kementerian Agama.
Ia menegaskan, keluarga tetap menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. “Pemerintah bisa hadir dengan berbagai program, tetapi peran orang tua tetap menjadi yang paling utama. Pola asuh yang baik, memperhatikan kebutuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan anak memperoleh makanan bergizi harus dimulai dari rumah,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Fatmawati menyerahkan paket pencegahan stunting kepada 10 keluarga penerima manfaat, bantuan alat dan pelatihan pembuatan nugget ikan kepada lima kelompok UPPKA, serta bibit cabai kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Forkopimda Kota Parepare.
Menurutnya, Gerakan Tanam Cabai tidak hanya mendorong pemanfaatan pekarangan rumah, tetapi juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu mengendalikan inflasi.
“Cabai selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi. Padahal tanaman ini mudah ditanam di pekarangan rumah maupun di pot. Karena itu, saya mengajak seluruh organisasi perempuan, sekolah, kantor, dan masyarakat untuk menggalakkan Gerakan Tanam Cabai agar kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” ungkapnya.
Fatmawati juga meminta pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada kelompok UPPKA agar berkembang menjadi pelaku UMKM yang lebih berdaya saing.
“Bantuan alat hanyalah langkah awal. Yang tidak kalah penting adalah pendampingan, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” jelasnya.
Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Lumpue itu juga dirangkaikan dengan penguatan kapasitas kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) serta Gerakan Tanam Cabai sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan keluarga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Fatmawati meninjau pelayanan kesehatan, berdialog dengan tenaga kesehatan dan kader, sekaligus menyerahkan berbagai bantuan bagi masyarakat.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati menegaskan bahwa penanganan stunting harus diawali dengan data yang akurat agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah terus melakukan pembaruan dan validasi data balita.
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan datanya benar. Tolong diukur ulang dan diperbarui sehingga kita mengetahui secara pasti berapa anak yang masuk kategori stunting, gizi kurang maupun wasting. Dengan data yang valid, intervensi kita juga akan lebih tepat,” ujarnya.
Fatmawati juga menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyiapkan bantuan alat antropometri sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare untuk mendukung pelayanan pengukuran status gizi balita.
“Nanti kita siapkan dan kirimkan sesuai kebutuhan puskesmas di Kota Parepare,” katanya.
Menurut Fatmawati, target mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Karena itu, percepatan penurunan stunting harus dilakukan melalui intervensi yang menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi, pemberian makanan tambahan, peningkatan sanitasi, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi remaja melalui konsumsi tablet tambah darah, hingga penguatan konsultasi pranikah bersama Kementerian Agama.
Ia menegaskan, keluarga tetap menjadi kunci utama dalam mencegah stunting. “Pemerintah bisa hadir dengan berbagai program, tetapi peran orang tua tetap menjadi yang paling utama. Pola asuh yang baik, memperhatikan kebutuhan gizi anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan memastikan anak memperoleh makanan bergizi harus dimulai dari rumah,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Fatmawati menyerahkan paket pencegahan stunting kepada 10 keluarga penerima manfaat, bantuan alat dan pelatihan pembuatan nugget ikan kepada lima kelompok UPPKA, serta bibit cabai kepada Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Forkopimda Kota Parepare.
Menurutnya, Gerakan Tanam Cabai tidak hanya mendorong pemanfaatan pekarangan rumah, tetapi juga menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu mengendalikan inflasi.
“Cabai selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar inflasi. Padahal tanaman ini mudah ditanam di pekarangan rumah maupun di pot. Karena itu, saya mengajak seluruh organisasi perempuan, sekolah, kantor, dan masyarakat untuk menggalakkan Gerakan Tanam Cabai agar kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara mandiri,” ungkapnya.
Fatmawati juga meminta pemerintah daerah terus memberikan pendampingan kepada kelompok UPPKA agar berkembang menjadi pelaku UMKM yang lebih berdaya saing.
“Bantuan alat hanyalah langkah awal. Yang tidak kalah penting adalah pendampingan, mulai dari akses permodalan, peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pemasaran agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” jelasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Ekbis
Vale Indonesia Pamerkan Produk UMKM Binaan di HUT Sulsel ke-357
Produk olahan pangan hingga kerajinan lokal dari Luwu Timur meramaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar, Minggu (18/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 21:34
News
Gubernur Lepas Puluhan Ribu Peserta Jalan Sehat Anti Mager dan Kirab Swasembada Pangan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melepas puluhan ribu peserta Jalan Sehat Anti Mager serta perwakilan dari 24 kabupaten/kota yang mengikuti Kirab Swasembada Pangan sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan.
Minggu, 18 Okt 2026 16:16
News
Sinergi Pertamina, Kementerian ESDM & Pemprov Sulsel Jaga Pasokan BBM
Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:24
News
Pemprov Sulsel Percantik Ruas Jalan Burung-Burung–Bili-Bili, Marka Putih dan Bahu Hijau
Penataan ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Kabupaten Gowa menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga lebih rapi dipandang.
Rabu, 14 Okt 2026 15:38
Sulsel
Pemkab Maros Salurkan Susu untuk Anak Usia 5 hingga 8 Tahun
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros membagikan paket susu kepada anak-anak usia 5 hingga 8 tahun sebagai salah satu upaya mencegah stunting.
Rabu, 14 Okt 2026 14:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour