Program Pandu Juara Antarkan Bupati Luwu Timur Raih BDS Impact Award 2026
Kamis, 13 Agu 2026 16:36
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam meraih penghargaan “BDS Impact Award 2026” dari ABDSI. Foto: Humas Pemkab Lutim
LUWU TIMUR - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam meraih penghargaan “BDS Impact Award 2026” dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) atas kontribusi nyatanya dalam memajukan Koperasi, UMKM, dan kewirausahaan di daerah tersebut.
Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026 yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.
Penyerahan dilakukan Asisten Deputi Rantai Pasok Kementerian UMKM, Pristiyanto didampingi Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, Ph.D., kepada Bupati Luwu Timur yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus.
Acara penganugerahan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Jalan Jenderal A. Yani, Pontianak.
Berdasarkan hasil kajian instrumen internal ABDSI, di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur melalui program unggulan PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera), Kabupaten Luwu Timur dinilai telah menunjukkan lompatan luar biasa dalam mengintegrasikan kebijakan ekonomi daerah dengan penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat perdesaan.
Program PANDU JUARA yang diluncurkan pada Desember 2025 merupakan program strategis yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan yang berdaya dan mandiri. Dengan menetapkan 33 desa dari 11 kecamatan sebagai pilot project, program ini mengembangkan lima komoditas unggulan, yakni ayam petelur, beras, kakao, ikan bandeng, dan buah-buahan.
Atas dasar rekam jejak tersebut, Dewan Pengurus Nasional (DPN) ABDSI memutuskan menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Luwu Timur.
OKepala Dinas Koperindag Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan ABDSI kepada Bupati Luwu Timur.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat program pemberdayaan KUMKM dan kewirausahaan. Ini juga menjadi bukti bahwa program yang kita dorong, khususnya PANDU JUARA, mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Senfry.
Senfry menjelaskan, PANDU JUARA tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita ingin desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengembangan komoditas unggulan harus diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, akses pasar, kelembagaan, hingga pengolahan dan pemasaran produk,” jelasnya.
Senfry menambahkan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, dunia usaha, lembaga pendamping dan perbankan, guna membuka semakin banyak peluang bagi pelaku KUMKM.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Kami akan terus mendorong KUMKM Luwu Timur agar semakin naik kelas, mandiri dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri para pemangku kepentingan dari berbagai daerah, akademisi, serta perwakilan lembaga keuangan dan mitra pembangunan yang tergabung dalam rangkaian Temu Nasional Pendamping IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs and Entrepreneurship 2026.
Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026 yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.
Penyerahan dilakukan Asisten Deputi Rantai Pasok Kementerian UMKM, Pristiyanto didampingi Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, Ph.D., kepada Bupati Luwu Timur yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus.
Acara penganugerahan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Aula Keriang Bandong Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Jalan Jenderal A. Yani, Pontianak.
Berdasarkan hasil kajian instrumen internal ABDSI, di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur melalui program unggulan PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera), Kabupaten Luwu Timur dinilai telah menunjukkan lompatan luar biasa dalam mengintegrasikan kebijakan ekonomi daerah dengan penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat perdesaan.
Program PANDU JUARA yang diluncurkan pada Desember 2025 merupakan program strategis yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan yang berdaya dan mandiri. Dengan menetapkan 33 desa dari 11 kecamatan sebagai pilot project, program ini mengembangkan lima komoditas unggulan, yakni ayam petelur, beras, kakao, ikan bandeng, dan buah-buahan.
Atas dasar rekam jejak tersebut, Dewan Pengurus Nasional (DPN) ABDSI memutuskan menganugerahkan penghargaan kepada Bupati Luwu Timur.
OKepala Dinas Koperindag Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan ABDSI kepada Bupati Luwu Timur.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat program pemberdayaan KUMKM dan kewirausahaan. Ini juga menjadi bukti bahwa program yang kita dorong, khususnya PANDU JUARA, mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Senfry.
Senfry menjelaskan, PANDU JUARA tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas unggulan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi desa yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kita ingin desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengembangan komoditas unggulan harus diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, akses pasar, kelembagaan, hingga pengolahan dan pemasaran produk,” jelasnya.
Senfry menambahkan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, dunia usaha, lembaga pendamping dan perbankan, guna membuka semakin banyak peluang bagi pelaku KUMKM.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Kami akan terus mendorong KUMKM Luwu Timur agar semakin naik kelas, mandiri dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Acara penganugerahan ini turut dihadiri para pemangku kepentingan dari berbagai daerah, akademisi, serta perwakilan lembaga keuangan dan mitra pembangunan yang tergabung dalam rangkaian Temu Nasional Pendamping IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs and Entrepreneurship 2026.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Tiga anak dari satu keluarga berpenghasilan pas-pasan di Luwu Timur menuntaskan kuliah dengan bantuan beasiswa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Rabu, 30 Sep 2026 13:07
Sulsel
Puspawati Husler Minta Pokja Desa Sehat Tak Sekadar Administratif
Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler meminta Forum Kecamatan dan Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat berperan sebagai penggerak di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas administrasi.
Selasa, 29 Sep 2026 21:56
Sulsel
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE
Warga Dusun Togo, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, mempersoalkan kejelasan rekrutmen karyawan PT Tiga Pilar Ekonomi (TPE).
Selasa, 29 Sep 2026 16:58
Sulsel
Dari Beasiswa hingga Bantuan Lansia, Kades Mahalona Raya Ceritakan Dampak Program Pemkab
Dua kepala desa di Luwu Timur menyampaikan kesan mereka setelah program daerah berjalan hampir setahun. Bagi warga desa, kata mereka, bantuan beasiswa, layanan kesehatan, dan santunan lansia menjadi yang paling terasa
Selasa, 29 Sep 2026 14:02
Sulsel
16 Menara BTS Berdiri di Luwu Timur, Tiga Titik Blankspot Teratasi
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencatat 16 unit menara Base Transceiver Station (BTS) terbangun sepanjang 2026.
Senin, 28 Sep 2026 14:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
2
Jaga Silaturahmi Senat, Prof Hasmyati: Hubungan Baik Jauh Lebih Penting
3
Dansat Brimob Temui Dirut PDAM Makassar, Bahas Sinergi Kegiatan Sosial
4
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
5
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng