IsDB Cek Kesiapan UIN Alauddin Jalankan Proyek Pendanaan Rp1 Triliun

Senin, 10 Agu 2026 12:00
IsDB Cek Kesiapan UIN Alauddin Jalankan Proyek Pendanaan Rp1 Triliun
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis bersama tim dari IsDB. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Tim Islamic Development Bank (IsDB) Regional Hub Indonesia mengecek kesiapan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar untuk mengimplementasikan proyek pendanaan Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) senilai Rp1 triliun.

Proyek tersebut mencakup pembangunan Fakultas Kedokteran di Kampus III Pao-Pao serta laboratorium terpadu di belakang Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Kunjungan tim IsDB berlangsung di Ruang Rapat Rektor, Lantai III Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis (6/8/2026). Tim terdiri atas Project Management Specialist Any Sirapurna Putri, Consultant for Project Preparation Imas Agustina, dan Field Procurement Officer Enggar Prasetyaningsih.

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis mengatakan kunjungan tersebut menjadi tahap penting dalam persiapan proyek pengembangan kampus yang didukung IsDB.

"Ini adalah detik-detik yang menentukan bagi jalannya proyek strategis kita ke depan. Sebagaimana disampaikan Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Agama saat kick off meeting, ini merupakan proyek pendanaan terbesar yang pernah ada di lingkungan Kementerian Agama. Karena itu, kita harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya agar proyek ini dapat berjalan dengan baik," ujar Rektor.

Hamdan mengatakan jajaran universitas telah memfokuskan persiapan dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya dengan memastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan siap untuk diperiksa tim IsDB.

Dalam pertemuan tersebut, Hamdan juga memaparkan rencana pengembangan kawasan UIN Alauddin Makassar. Kampus I saat ini menjadi pusat Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit, sedangkan Kampus II menjadi pusat kegiatan akademik utama.

Adapun pengembangan melalui proyek IsDB akan difokuskan di Kampus III yang telah memiliki lahan siap bangun, dengan dukungan sebagian kawasan Kampus II.

Hamdan turut memaparkan sejumlah capaian UIN Alauddin Makassar, termasuk jumlah guru besar dan pertumbuhan mahasiswa. Ia berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan dan mulai berjalan pada awal 2027.

Menurutnya, pembangunan fasilitas melalui proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing UIN Alauddin Makassar dan mendukung pengembangannya sebagai salah satu destinasi pendidikan unggulan di kawasan Indonesia Timur.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama sekaligus Ketua Tim Pengajuan Proposal PHLN UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhammad Amri, mengatakan proposal proyek pengembangan kampus melalui dana IsDB telah diselaraskan dengan program nasional.

“Proposal pengembangan telah disusun dan diselaraskan dengan RPJMN serta Asta Cita Presiden Prabowo, dengan fokus pada pembangunan fakultas kedokteran, fasilitas pendukung, dan laboratorium terpadu,” ujar Prof. Muhammad Amri

Sementara itu, Any Sirapurna Putri mengatakan site visit merupakan bagian dari tahapan persiapan proyek. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan institusi dari aspek perencanaan, dokumen pendukung, hingga pelaksanaan program.

Any juga mengapresiasi kesiapan dan antusiasme UIN Alauddin Makassar dalam menerima tim IsDB.

Ia berharap proses administrasi dan persiapan dapat berjalan tanpa hambatan sehingga proyek segera memasuki tahap implementasi.

Dalam kunjungan tersebut, tim IsDB juga meminta UIN Alauddin Makassar menyiapkan argumentasi yang komprehensif mengenai urgensi proyek. UIN Alauddin juga diminta menjelaskan alasan kampus tersebut layak menjadi penerima dukungan pendanaan IsDB.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru