Mantan Kapolda Burhanuddin Andi Pimpin HKTI Sulsel, Dibantu 17 Bupati Sejahterahkan Petani
Minggu, 04 Okt 2026 18:34
Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musda DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dari ruang musyawarah, sebuah amanah baru lahir untuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan.
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Tak sekadar pergantian kepemimpinan, terpilihnya Burhanuddin Andi menjadi babak baru bagi organisasi yang menaungi kepentingan masyarakat tani tersebut.
Amanah itu datang bersama pekerjaan besar: memperkuat organisasi sekaligus memastikan HKTI semakin dekat dengan kehidupan dan persoalan petani di Sulawesi Selatan.
Burhanuddin Andi menerima kepercayaan tersebut dengan sebuah pernyataan yang sederhana, namun sarat makna.
“Siap mewakafkan diri untuk HKTI,” kata Burhanuddin Andi usai ditetapkan sebagai ketua.
Bagi Burhanuddin Andi, kepemimpinan di HKTI bukan semata-mata tentang jabatan dan struktur organisasi. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab untuk menjadikan HKTI sebagai wadah yang mampu mendengar suara petani, menyerap persoalan di lapangan, serta ikut mendorong lahirnya solusi bagi sektor pertanian.
“Kepercayaan ini adalah amanah. Karena itu, saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kerja nyata di lapangan. HKTI, kata dia, harus mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani.
“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” katanya.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi pertanian yang besar dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam sektor pangan. Potensi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, kepengurusan baru DPD HKTI Sulsel akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat kabupaten/kota serta membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.
“Potensi pertanian kita besar. Tantangannya juga tidak sedikit. Karena itu, HKTI harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi dan bekerja bersama agar sektor pertanian kita semakin maju dan petani semakin sejahtera,” tutur Burhanuddin Andi.
Pada kesempatan ini, pengurus DPC HKTI Kabupaten/kota juga ikut dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Ketuanya mayoritas adalah kepala daerah aktif. Ada 17 Bupati yang dikukuhkan sebagai Ketua HKTI kabupaten/kota, 3 wakil kepala daerah, dua anak kepala daerah dan dua anggota dewan.
Diantaranya Bupati Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Bone, Soppeng, Wajo, Maros, Barru, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Serta Wakil Bupati Gowa, Wakil Wali Kota Palopo dan Wakil Wali Kota Parepare.
Hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel drg. Hj. Andi Rachmatika Dewi bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulsel, serta sejumlah pengurus dan undangan lainnya.
Kadir Karding menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda HKTI Sulsel. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat organisasi sekaligus memastikan HKTI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.
“HKTI harus hadir untuk memperjuangkan kepentingan petani. Setelah Musda ini, yang paling penting adalah bagaimana seluruh pengurus dapat bekerja dan membangun organisasi yang kuat hingga ke tingkat daerah,” ujar Karding.
Menurut Karding, potensi pertanian Sulawesi Selatan harus diikuti dengan sinergi yang kuat antara HKTI, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sulawesi Selatan memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Potensi itu harus dikelola dengan baik melalui kolaborasi dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” katanya.
Musda DPD HKTI Sulsel juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi struktur HKTI di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (Purn) Burhanuddin Andi dipercaya memimpin DPD HKTI Sulsel setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel yang digelar di Makassar, Minggu (4/10/2026).
Tak sekadar pergantian kepemimpinan, terpilihnya Burhanuddin Andi menjadi babak baru bagi organisasi yang menaungi kepentingan masyarakat tani tersebut.
Amanah itu datang bersama pekerjaan besar: memperkuat organisasi sekaligus memastikan HKTI semakin dekat dengan kehidupan dan persoalan petani di Sulawesi Selatan.
Burhanuddin Andi menerima kepercayaan tersebut dengan sebuah pernyataan yang sederhana, namun sarat makna.
“Siap mewakafkan diri untuk HKTI,” kata Burhanuddin Andi usai ditetapkan sebagai ketua.
Bagi Burhanuddin Andi, kepemimpinan di HKTI bukan semata-mata tentang jabatan dan struktur organisasi. Lebih dari itu, terdapat tanggung jawab untuk menjadikan HKTI sebagai wadah yang mampu mendengar suara petani, menyerap persoalan di lapangan, serta ikut mendorong lahirnya solusi bagi sektor pertanian.
“Kepercayaan ini adalah amanah. Karena itu, saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan kerja nyata di lapangan. HKTI, kata dia, harus mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjawab tantangan yang dihadapi petani.
“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” katanya.
Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki potensi pertanian yang besar dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam sektor pangan. Potensi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Karena itu, kepengurusan baru DPD HKTI Sulsel akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat kabupaten/kota serta membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, pelaku usaha, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.
“Potensi pertanian kita besar. Tantangannya juga tidak sedikit. Karena itu, HKTI harus menjadi bagian dari solusi. Kita harus membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi dan bekerja bersama agar sektor pertanian kita semakin maju dan petani semakin sejahtera,” tutur Burhanuddin Andi.
Pada kesempatan ini, pengurus DPC HKTI Kabupaten/kota juga ikut dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.
Ketuanya mayoritas adalah kepala daerah aktif. Ada 17 Bupati yang dikukuhkan sebagai Ketua HKTI kabupaten/kota, 3 wakil kepala daerah, dua anak kepala daerah dan dua anggota dewan.
Diantaranya Bupati Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Bone, Soppeng, Wajo, Maros, Barru, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur. Serta Wakil Bupati Gowa, Wakil Wali Kota Palopo dan Wakil Wali Kota Parepare.
Hadir pula Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Hj. Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel drg. Hj. Andi Rachmatika Dewi bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Sulsel, serta sejumlah pengurus dan undangan lainnya.
Kadir Karding menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda HKTI Sulsel. Ia berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat organisasi sekaligus memastikan HKTI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.
“HKTI harus hadir untuk memperjuangkan kepentingan petani. Setelah Musda ini, yang paling penting adalah bagaimana seluruh pengurus dapat bekerja dan membangun organisasi yang kuat hingga ke tingkat daerah,” ujar Karding.
Menurut Karding, potensi pertanian Sulawesi Selatan harus diikuti dengan sinergi yang kuat antara HKTI, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sulawesi Selatan memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Potensi itu harus dikelola dengan baik melalui kolaborasi dan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan petani,” katanya.
Musda DPD HKTI Sulsel juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi struktur HKTI di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan, Ketua Umum HKTI Sudaryono terlihat berada di Makassar.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:24
News
Kelangkaan BBM dan Gas Mulai Ganggu Aktivitas Pertanian di Gowa
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji selama beberapa waktu terakhir mulai mengganggu aktivitas pertanian dan perkebunan di Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Sabtu, 12 Sep 2026 19:19
Sulsel
Sawah Mengering, Masmindo Bantu Petani Luwu Cegah Ancaman Gagal Panen
Secara keseluruhan, bantuan tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
Jum'at, 11 Sep 2026 09:24
News
Pangdivif 3 Kostrad Pimpin 200 Prajurit Latihan Terjun Payung di Sidrap, Ribuan Warga Antusias
Aksi para prajurit yang mendarat dari udara itu menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan langsung latihan terjun payung itu.
Jum'at, 11 Sep 2026 08:52
News
Penjualan Pupuk di Sulsel Naik 24 Persen, Capai 495.849 Ton hingga Agustus 2026
Penjualan pupuk di Sulsel mencapai 495.849 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Terjadi peningkatan 24 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Jum'at, 04 Sep 2026 11:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
4
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
5
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
4
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
5
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja