DEMA-U UIN Alauddin Makassar Gelar Festival HAM Bahas Isu Indonesia Timur
Rabu, 07 Okt 2026 15:44
Suasana Festival Hak Asasi Manusia, di kampus UIN Makassar, Rabu (7/10/2026). Foto: Istimewa
GOWA - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (DEMA-U) Alauddin Makassar menggelar Festival Hak Asasi Manusia (HAM), di kampus UIN Makassar, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan pelajar untuk membahas berbagai persoalan HAM, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Festival HAM DEMA-U dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, di antaranya lomba debat tingkat SMA dan lomba karya tulis ilmiah (KTI) antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan seminar nasional yang membahas dinamika dan persoalan HAM di Indonesia Timur.
Dalam pelaksanaannya, diskusi juga diarahkan secara khusus pada isu-isu HAM di Indonesia Timur. Andi Naila Khairiyah, yang bertindak sebagai moderator, turut mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tidak terlalu luas dan lebih mengerucut pada persoalan HAM yang terjadi di kawasan Indonesia Timur.
Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan DPRD Sulsel, perwakilan Kantor Wilayah HAM, perwakilan Polresta Gowa, serta akademisi UIN Alauddin Makassar.
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, mengatakan Festival HAM menjadi ruang baru bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, tidak hanya melalui forum diskusi, tetapi juga dalam bentuk karya yang dapat terdokumentasi.
"Adanya Festival HAM ini memberikan nuansa baru dalam menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut tidak hanya berhenti dalam forum, tetapi dibentuk melalui sebuah buku. Ini juga menjadi bahan yang komprehensif untuk melihat dan turut mencari solusi terhadap berbagai persoalan dan konflik di Indonesia Timur," ujarnya.
Sementara, Menteri Hukum dan HAM DEMA-U UIN Alauddin Makassar sekaligus penggagas kegiatan, Rahmat Al Ayyuby, mengatakan Festival HAM dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan mahasiswa, siswa, dan pemerintah dalam memahami persoalan HAM secara lebih luas.
"Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa, siswa, dan pemerintah agar bisa lebih mengetahui bagaimana persoalan HAM yang sebenarnya terjadi di Indonesia Timur. Dengan mempertemukan berbagai pihak, kita berharap muncul pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan HAM," jelasnya.
Salah satu keluaran utama Festival HAM DEMA-U adalah penyusunan buku Aspirasi DEMA-U: Persoalan HAM di Indonesia Timur. Buku tersebut akan menghimpun berbagai gagasan dan aspirasi yang muncul dari rangkaian kegiatan, termasuk seminar, lomba debat, serta karya tulis ilmiah.
Ratusan peserta turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Peserta berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, serta siswa SMA yang berpartisipasi dalam kompetisi debat dan kegiatan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan pelajar untuk membahas berbagai persoalan HAM, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Festival HAM DEMA-U dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, di antaranya lomba debat tingkat SMA dan lomba karya tulis ilmiah (KTI) antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain kompetisi, kegiatan tersebut juga menghadirkan seminar nasional yang membahas dinamika dan persoalan HAM di Indonesia Timur.
Dalam pelaksanaannya, diskusi juga diarahkan secara khusus pada isu-isu HAM di Indonesia Timur. Andi Naila Khairiyah, yang bertindak sebagai moderator, turut mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tidak terlalu luas dan lebih mengerucut pada persoalan HAM yang terjadi di kawasan Indonesia Timur.
Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya perwakilan DPRD Sulsel, perwakilan Kantor Wilayah HAM, perwakilan Polresta Gowa, serta akademisi UIN Alauddin Makassar.
Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Aqil Abdan Syakuran, mengatakan Festival HAM menjadi ruang baru bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, tidak hanya melalui forum diskusi, tetapi juga dalam bentuk karya yang dapat terdokumentasi.
"Adanya Festival HAM ini memberikan nuansa baru dalam menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut tidak hanya berhenti dalam forum, tetapi dibentuk melalui sebuah buku. Ini juga menjadi bahan yang komprehensif untuk melihat dan turut mencari solusi terhadap berbagai persoalan dan konflik di Indonesia Timur," ujarnya.
Sementara, Menteri Hukum dan HAM DEMA-U UIN Alauddin Makassar sekaligus penggagas kegiatan, Rahmat Al Ayyuby, mengatakan Festival HAM dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan mahasiswa, siswa, dan pemerintah dalam memahami persoalan HAM secara lebih luas.
"Kegiatan ini merupakan wadah bagi mahasiswa, siswa, dan pemerintah agar bisa lebih mengetahui bagaimana persoalan HAM yang sebenarnya terjadi di Indonesia Timur. Dengan mempertemukan berbagai pihak, kita berharap muncul pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan HAM," jelasnya.
Salah satu keluaran utama Festival HAM DEMA-U adalah penyusunan buku Aspirasi DEMA-U: Persoalan HAM di Indonesia Timur. Buku tersebut akan menghimpun berbagai gagasan dan aspirasi yang muncul dari rangkaian kegiatan, termasuk seminar, lomba debat, serta karya tulis ilmiah.
Ratusan peserta turut mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Peserta berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, serta siswa SMA yang berpartisipasi dalam kompetisi debat dan kegiatan lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
UiTM Malaysia dan UIN Alauddin Makassar Perkuat Kolaborasi Akademik
Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar menerima kunjungan akademik delegasi Fakulti Sains Komputer dan Matematik UiTM Malaysia pada 1–4 September 2026.
Kamis, 10 Sep 2026 09:02
News
Dosen UIN Alauddin Juara 1 Azan MTQ Korpri Nasional 2026
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen UIN Alauddin Makassar di panggung nasional. Dr. Baharuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., berhasil meraih juara 1 Cabang Adzan pada MTQ Korpri Nasional VIII Tahun 2026.
Senin, 31 Agu 2026 15:34
Sulsel
Rektor UIN Alauddin Terima Kunjungan Kapolresta Gowa untuk Perkuat Sinergi Institusi
Penguatan sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi menjadi perhatian dalam kunjungan silaturahmi Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman ke UIN Alauddin Makassar.
Rabu, 19 Agu 2026 09:34
Makassar City
Rektor UIN Alauddin Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Perairan Samalona
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan dengan cara berbeda oleh UIN Alauddin Makassar. Rektor UIN Alauddin Makassar bersama tim penyelam mengibarkan bendera Merah Putih di bawah laut perairan Pulau Samalona.
Selasa, 18 Agu 2026 23:00
Sulsel
UPZ UIN Alauddin Makassar Salurkan Bantuan UKT kepada 126 Mahasiswa
Unit Pengelola Zakat (UPZ) UIN Alauddin Makassar menyalurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 126 mahasiswa.
Senin, 17 Agu 2026 12:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menakar Keadilan Substantif Putusan MK: Ijazah, Kekuasaan, dan Konstitusi
2
Warga Jalan Cemara NTI Protes Jalan Rusak, Dinas PU Pastikan Perbaikan 2027
3
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
4
Semen Tonasa Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Warga di 12 Desa
5
Kahfi Pimpin PAN Sulsel 5 Periode, Usung Spirit Tembus 3 Besar di Pemilu 2029