Dualisme Kepengurusan, Technical Delegate Diduga Halangi Atlet Berlaga Di Porprov XVIII

Jum'at, 06 Nov 2026 19:29
Dualisme Kepengurusan, Technical Delegate Diduga Halangi Atlet Berlaga Di Porprov XVIII
Ketua cabang olahraga (cabor) Anggar Kabupaten Wajo, Abdul Muis angkat suara soal dugaan Technical Delegate (TD) dan Tim Keabsahan Anggar Sulsel halangi atlet berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Sulsel
Comment
Share
WAJO - Ketua cabang olahraga (cabor) Anggar Kabupaten Wajo, Abdul Muis angkat suara soal dugaan Technical Delegate (TD) dan Tim Keabsahan Anggar Sulsel halangi atlet berlaga di Pekan Olahraga Provinsi Sulsel XVIII.

Dualisme kepengurusan di tingkat Provinsi diduga menjadi salah satu penyebab.

Menurut Abdul Muis, dugaan tersebut dinilai sangat merugikan atlet. Khususnya kontingen Kabupaten Wajo.

"Tentu kami merasa dikhianati kalau begini, atlet sudah satu bulan menjalani training cente (TC) dan sebelumnya sudah penyerahan berkas tapi kenapa baru sekarang dipermasalahkan," ujarnya kepada di Stadion Andi Ninnong Sengkang, Jumat (6/11/2026).

"Ada sekitar 14 atlet kami yang sudah siap tanding, tapi malah dihalangi. Tidak bisa dibiarkan seperti ini," sambungnya.

Terlebih, pembukaan Porprov Sulsel akan dilaksanakan besok, Sabtu (7/11/2026) di Stadion La Patau Watampone.

"Kami tidak ada urusan mau dualisme atau tigalisme kepengurusan Anggar Sulsel bukan urusan kami. Yang paling penting bagaimana atlet kami bisa bertanding, itu saja," beber Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Wajo ini.

Bahkan, pihaknya sudah mengantongi id card untuk puluhan atlet.

"Sudah ada id card nya kami terima dari Dispora Sulsel termasuk atlet, ofisial, pelatih dan manajer. Bahkan kostum dan pakaian pertandingan sudah lengkap semua dari KONI Wajo," terangnya.

Dirinya menilik pernyataan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

"Pak Gubernur saja anjurkan tidak boleh ada kubu satu sama lain, jangan halangi atlet bertanding hingga mengukir berprestasi. Berarti KONI Sulsel tidak sejalan dengan Gubernur kalau begini kejadiannya," tegas Muis.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru