Waspada Penipuan Online! Ini Imbauan Danamon Lewat Kampanye #JanganKasihCelah
Kamis, 17 Apr 2025 16:56
Bank Danamon menggaungkan kampanye #JanganKasihCelah untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online yang kian marak. Foto/Istimewa
JAKARTA - Di era digital yang semakin maju, kemudahan dalam melakukan transaksi online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan online terus berkembang semakin canggih dan beragam.
Menanggapi hal ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengajak masyarakat untuk lebih waspada melalui kampanye #JanganKasihCelah. Semua itu dimulai dari langkah sederhana seperti menjaga data pribadi dan memverifikasi setiap interaksi atau informasi yang diterima.
"Danamon, sebagai organisasi yang berorientasi pada nasabah, berkomitmen penuh untuk mendukung pemberantasan aktivitas penipuan online. Kami terus berupaya mengedukasi nasabah dan masyarakat agar tidak memberikan celah bagi segala bentuk penipuan. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk melindungi nasabah dari aktivitas yang dapat merugikan mereka secara finansial," ujar Direktur Manajemen Risiko, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Dadi Budiana.
Data dari Internet Crime Complaint Center (IC3) mencatat tren yang mengkhawatirkan: kerugian akibat penipuan online secara global mencapai $12,5 miliar pada 2023, meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital. Banyaknya korban yang masih terjerat penipuan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap modus-modus kejahatan digital masih perlu ditingkatkan.
Pelaku penipuan kini menggunakan berbagai metode yang semakin sulit dikenali. Mereka kerap mengirimkan tautan atau file aplikasi palsu yang mengatasnamakan institusi terpercaya. Beberapa modus yang marak terjadi antara lain SMS poin hadiah palsu, website perbankan tiruan, email phishing, dan aplikasi pelaporan pajak palsu.
Lebih parahnya lagi, mereka berhasil membujuk korban untuk memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, CVV, serta username dan password mobile banking. Begitu korban membuka tautan atau mengunduh aplikasi palsu, pelaku bisa dengan mudah mengakses aplikasi perbankan korban.
“Melalui #JanganKasihCelah, Danamon terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online. #JanganKasihCelah menekankan pentingnya validasi sebelum berinteraksi dengan pesan atau informasi yang diterima melalui berbagai platform digital. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran hadiah yang terlalu menggiurkan dengan syarat yang mudah, terutama jika tidak disertai informasi syarat dan ketentuan yang jelas,” jelas Dadi.
Danamon juga mengimbau pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Informasi sensitif seperti kode OTP, PIN kartu debit/kredit, kode CVV/CVC, serta username dan password mobile banking sebaiknya tidak dibagikan kepada siapapun.
Untuk menjaga keamanan transaksi dan komunikasi, Danamon menyediakan berbagai saluran resmi, termasuk layanan Hello Danamon di 1-500-090 (dalam negeri) dan +62-21-23546100 (luar negeri). Danamon juga hadir melalui akun resmi di berbagai media sosial:
• Facebook: Bank Danamon
• X: @danamon dan @hellodanamon
• Instagram: @mydanamon dan @lifeasdanamoners
• YouTube: Bank Danamon
• LinkedIn: PT Bank Danamon Indonesia Tbk
• TikTok: @bankdanamon
"Danamon berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan dukungan bagi nasabah kami, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital agar terhindar dari jebakan penipuan online yang semakin berkembang. Apabila nasabah menemukan akun atau program mencurigakan yang mengatasnamakan Danamon di media sosial, segera hubungi Hello Danamon. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan melindungi lebih banyak orang dari jerat penipuan," tutup Dadi.
Danamon juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai keamanan data dan transaksi online. Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, Danamon berharap dapat menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai modus penipuan dan cara menghindarinya, kunjungi situs resmi Danamon di bdi.co.id/jangankasihcelah.
Menanggapi hal ini, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengajak masyarakat untuk lebih waspada melalui kampanye #JanganKasihCelah. Semua itu dimulai dari langkah sederhana seperti menjaga data pribadi dan memverifikasi setiap interaksi atau informasi yang diterima.
"Danamon, sebagai organisasi yang berorientasi pada nasabah, berkomitmen penuh untuk mendukung pemberantasan aktivitas penipuan online. Kami terus berupaya mengedukasi nasabah dan masyarakat agar tidak memberikan celah bagi segala bentuk penipuan. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk melindungi nasabah dari aktivitas yang dapat merugikan mereka secara finansial," ujar Direktur Manajemen Risiko, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Dadi Budiana.
Data dari Internet Crime Complaint Center (IC3) mencatat tren yang mengkhawatirkan: kerugian akibat penipuan online secara global mencapai $12,5 miliar pada 2023, meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital. Banyaknya korban yang masih terjerat penipuan menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap modus-modus kejahatan digital masih perlu ditingkatkan.
Pelaku penipuan kini menggunakan berbagai metode yang semakin sulit dikenali. Mereka kerap mengirimkan tautan atau file aplikasi palsu yang mengatasnamakan institusi terpercaya. Beberapa modus yang marak terjadi antara lain SMS poin hadiah palsu, website perbankan tiruan, email phishing, dan aplikasi pelaporan pajak palsu.
Lebih parahnya lagi, mereka berhasil membujuk korban untuk memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, CVV, serta username dan password mobile banking. Begitu korban membuka tautan atau mengunduh aplikasi palsu, pelaku bisa dengan mudah mengakses aplikasi perbankan korban.
“Melalui #JanganKasihCelah, Danamon terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online. #JanganKasihCelah menekankan pentingnya validasi sebelum berinteraksi dengan pesan atau informasi yang diterima melalui berbagai platform digital. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap tawaran hadiah yang terlalu menggiurkan dengan syarat yang mudah, terutama jika tidak disertai informasi syarat dan ketentuan yang jelas,” jelas Dadi.
Danamon juga mengimbau pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Informasi sensitif seperti kode OTP, PIN kartu debit/kredit, kode CVV/CVC, serta username dan password mobile banking sebaiknya tidak dibagikan kepada siapapun.
Untuk menjaga keamanan transaksi dan komunikasi, Danamon menyediakan berbagai saluran resmi, termasuk layanan Hello Danamon di 1-500-090 (dalam negeri) dan +62-21-23546100 (luar negeri). Danamon juga hadir melalui akun resmi di berbagai media sosial:
• Facebook: Bank Danamon
• X: @danamon dan @hellodanamon
• Instagram: @mydanamon dan @lifeasdanamoners
• YouTube: Bank Danamon
• LinkedIn: PT Bank Danamon Indonesia Tbk
• TikTok: @bankdanamon
"Danamon berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan dukungan bagi nasabah kami, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital agar terhindar dari jebakan penipuan online yang semakin berkembang. Apabila nasabah menemukan akun atau program mencurigakan yang mengatasnamakan Danamon di media sosial, segera hubungi Hello Danamon. Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan melindungi lebih banyak orang dari jerat penipuan," tutup Dadi.
Danamon juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai keamanan data dan transaksi online. Dengan meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, Danamon berharap dapat menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan terpercaya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai modus penipuan dan cara menghindarinya, kunjungi situs resmi Danamon di bdi.co.id/jangankasihcelah.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
RUPST Danamon: Setujui Dividen Rp1,4 Triliun dan Perombakan Pengurus
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) merampungkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 dengan hasil seluruh agenda yang diajukan mendapat persetujuan dari pemegang saham.
Rabu, 01 Apr 2026 13:59
News
Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Waspada Ancaman Penipuan File APK
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah agar lebih berhati-hati menjaga keamanan rekening, khususnya terhadap file digital yang berasal dari sumber tidak dikenal.
Senin, 16 Mar 2026 14:30
Ekbis
DHB 5.0 Tahap Pertama: Danamon Sebar Hadiah di 11 Region
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengumumkan para pemenang program Danamon Hadiah Beruntun (DHB) 5.0 untuk periode pertama.
Selasa, 10 Mar 2026 17:53
Ekbis
Danamon Tawarkan Solusi Finansial Komprehensif Lewat Program Ramadan Lebih Berkah
Bank Danamon memperkenalkan program #RamadanLebihBerkah untuk menjawab dinamika perubahan perilaku konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan 2026.
Kamis, 05 Mar 2026 16:45
News
Tahun Kelima, Danamon - Adira Finance Dukung IIMS Jakarta 2026
Memasuki tahun kelima partisipasi, kolaborasi ini mempertegas komitmen Danamon, Adira Finance, dan MUFG sebagai Satu Grup Finansial dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Jum'at, 06 Feb 2026 13:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Petani Terancam Gagal Panen, DPRD Jeneponto Minta Pompengan Segera Bertindak
2
Pembangunan Infrastruktur di Wajo Terus Digenjot, 53 Ruas Jalan Tuntas Diperbaiki Ditengah Efisiensi
3
Kapolri Dijadwalkan Resmikan Pusat Studi Kepolisian di Unhas
4
Data Pemilih Luwu Timur Naik, KPU Catat 223.686 Pemilih di Awal 2026
5
Orasi Pengukuhan Prof Gustia Tahir: Eco-Sufisme Solusi Etis Atasi Krisis Ekologi Global
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Petani Terancam Gagal Panen, DPRD Jeneponto Minta Pompengan Segera Bertindak
2
Pembangunan Infrastruktur di Wajo Terus Digenjot, 53 Ruas Jalan Tuntas Diperbaiki Ditengah Efisiensi
3
Kapolri Dijadwalkan Resmikan Pusat Studi Kepolisian di Unhas
4
Data Pemilih Luwu Timur Naik, KPU Catat 223.686 Pemilih di Awal 2026
5
Orasi Pengukuhan Prof Gustia Tahir: Eco-Sufisme Solusi Etis Atasi Krisis Ekologi Global