Grab Indonesia Komitmen untuk Gunakan Talenta Lokal
Senin, 19 Mei 2025 15:40
Grab Indonesia telah menunjukkan komitmen mereka untuk menggunakan talenta lokal untuk karyawannya. Bahkan saat ini mencapai 99 persen. Foto:: Ilustrasi
MAKASSAR - Grab Indonesia telah menunjukkan komitmen mereka untuk menggunakan talenta lokal untuk karyawannya. Bahkan saat ini mencapai 99 persen.
Hal ini sekaligus menjelaskan terkait banyak spekulasi yang beredar terkait merger antara Grab dengan salah satu pelaku industri dengan dominasi pekerja asing.
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs, Grab Indonesia menjelaskan, fokus Grab saat ini adalah pada komitmen di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan, bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi.
"Bersamaan dengan rumor merger ini, juga muncul kembali wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk “dominasi asing”. Dalam semangat keterbukaan dan akuntabilitas, kami ingin menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia," kata dia dari keterangan tertulisnya.
Dirinya menjelaskan, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanaman Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan diizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku. PMA adalah struktur hukum yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia dan telah menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan bisnis berskala besar, mempercepat adopsi teknologi, dan mendukung inovasi lintas sektor.
"Meski secara hukum Grab adalah PMA, yang seringkali luput dari diskusi publik adalah kenyataan bahwa Grab Indonesia hampir sepenuhnya dijalankan oleh talenta lokal. Hingga hari ini 99% dari seluruh karyawan Grab Indonesia adalah WNI yang berdomisili dan bekerja penuh di Indonesia. Hanya 1 orang manajemen Grab di Indonesia adalah Warga Negara Asing (WNA), sisanya adalah WNI," kata dia.
Hal ini lanjut dia, mencerminkan komitmen Grab dalam memberdayakan dan mempercayakan peran kepemimpinan kepada putra-putri bangsa, baik dalam sisi operasional, strategi, maupun pengambilan keputusan bisnis. "Kami bangga bahwa Grab Indonesia adalah karya kolektif dari orang Indonesia untuk Indonesia," jelasnya.
Dia menjelaskan, Model Penanaman Modal Asing (PMA) bukanlah hal yang eksklusif bagi Grab. Skema ini juga digunakan secara luas oleh pelaku industri lainnya—baik di sektor ride-hailing (sesama pelaku industri), e-commerce, fintech, logistik, hingga sektor manufaktur dan energi terbarukan.
Perusahaan-perusahaan teknologi besar kata dia, yang telah tumbuh menjadi unicorn atau decacorn juga mendapatkan pendanaan dari investor asing melalui struktur PMA. Melalui PMA, investasi asing dapat mengalir ke dalam negeri untuk membiayai riset dan pengembangan, memperluas infrastruktur, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas nasional.
"Skema ini juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem
global, sekaligus menjadi jalur penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.
Sejak pertama kali beroperasi di Indonesia, Grab terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Beberapa kontribusi utama Grab di Indonesia antara lain, Kontribusi terhadap PDB Nasional
Industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023), dimana Grab berkontribusi setengah dari PDB industri (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab.
Selanjutnya menjangkau 1 dari 4 Orang Indonesia menggunakan layanan industri ride-hailing dan pengantaran
online, baik sebagai konsumen maupun mitra (Studi ITB, 2023), menunjukkan peran Grab
dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kemudian Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur; kini mereka punya penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan. Untuk selanjutnya dukung UMKM dan Ciptakan Lapangan Kerja. Sejak 2020, Grab telah mendorong terciptanya 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.
Dia mengatakan, Grab meyakini bahwa kerja sama antara modal global dan kekuatan talenta lokal adalah kunci
dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Status PMA tidak mengurangi komitmen dan kontribusi kami terhadap kemajuan Indonesia.
"Sebaliknya, melalui PMA, kami dapat memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat
adopsi teknologi di seluruh negeri. Grab hadir dan tumbuh di Indonesia dengan komitmen jangka panjang untuk menjadi mitra pertumbuhan ekonomi lokal," jelasnya.
Hal ini sekaligus menjelaskan terkait banyak spekulasi yang beredar terkait merger antara Grab dengan salah satu pelaku industri dengan dominasi pekerja asing.
Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs, Grab Indonesia menjelaskan, fokus Grab saat ini adalah pada komitmen di Indonesia, yaitu memberdayakan pelaku ekonomi kecil dengan membuka peluang luas bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri dan berkelanjutan, bahkan menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi.
"Bersamaan dengan rumor merger ini, juga muncul kembali wacana publik yang mempertanyakan keberadaan Grab di Indonesia sebagai bentuk “dominasi asing”. Dalam semangat keterbukaan dan akuntabilitas, kami ingin menyampaikan klarifikasi terkait struktur hukum dan kontribusi nyata Grab bagi Indonesia," kata dia dari keterangan tertulisnya.
Dirinya menjelaskan, Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanaman Modal Asing (PMA), yaitu bentuk investasi yang diatur dan diizinkan oleh pemerintah Indonesia melalui peraturan perundang-undangan yang berlaku. PMA adalah struktur hukum yang biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia dan telah menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan bisnis berskala besar, mempercepat adopsi teknologi, dan mendukung inovasi lintas sektor.
"Meski secara hukum Grab adalah PMA, yang seringkali luput dari diskusi publik adalah kenyataan bahwa Grab Indonesia hampir sepenuhnya dijalankan oleh talenta lokal. Hingga hari ini 99% dari seluruh karyawan Grab Indonesia adalah WNI yang berdomisili dan bekerja penuh di Indonesia. Hanya 1 orang manajemen Grab di Indonesia adalah Warga Negara Asing (WNA), sisanya adalah WNI," kata dia.
Hal ini lanjut dia, mencerminkan komitmen Grab dalam memberdayakan dan mempercayakan peran kepemimpinan kepada putra-putri bangsa, baik dalam sisi operasional, strategi, maupun pengambilan keputusan bisnis. "Kami bangga bahwa Grab Indonesia adalah karya kolektif dari orang Indonesia untuk Indonesia," jelasnya.
Dia menjelaskan, Model Penanaman Modal Asing (PMA) bukanlah hal yang eksklusif bagi Grab. Skema ini juga digunakan secara luas oleh pelaku industri lainnya—baik di sektor ride-hailing (sesama pelaku industri), e-commerce, fintech, logistik, hingga sektor manufaktur dan energi terbarukan.
Perusahaan-perusahaan teknologi besar kata dia, yang telah tumbuh menjadi unicorn atau decacorn juga mendapatkan pendanaan dari investor asing melalui struktur PMA. Melalui PMA, investasi asing dapat mengalir ke dalam negeri untuk membiayai riset dan pengembangan, memperluas infrastruktur, menciptakan jutaan lapangan kerja, dan memperkuat kapasitas nasional.
"Skema ini juga membuka peluang bagi talenta lokal untuk berkembang dan berkontribusi dalam ekosistem
global, sekaligus menjadi jalur penting dalam transfer pengetahuan dan teknologi yang berdampak jangka panjang bagi perekonomian Indonesia," jelasnya.
Sejak pertama kali beroperasi di Indonesia, Grab terus memperluas dampak positif dan inklusif bagi masyarakat dari berbagai lapisan. Beberapa kontribusi utama Grab di Indonesia antara lain, Kontribusi terhadap PDB Nasional
Industri ride-hailing dan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% terhadap total PDB Indonesia (Studi ITB, 2023), dimana Grab berkontribusi setengah dari PDB industri (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya dampak ekonomi dari seluruh ekosistem layanan Grab.
Selanjutnya menjangkau 1 dari 4 Orang Indonesia menggunakan layanan industri ride-hailing dan pengantaran
online, baik sebagai konsumen maupun mitra (Studi ITB, 2023), menunjukkan peran Grab
dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kemudian Lebih dari 50% mitra pengemudi Grab sebelumnya menganggur; kini mereka punya penghasilan dan akses pelatihan keterampilan serta literasi digital dan keuangan. Untuk selanjutnya dukung UMKM dan Ciptakan Lapangan Kerja. Sejak 2020, Grab telah mendorong terciptanya 2,3 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.
Dia mengatakan, Grab meyakini bahwa kerja sama antara modal global dan kekuatan talenta lokal adalah kunci
dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. Status PMA tidak mengurangi komitmen dan kontribusi kami terhadap kemajuan Indonesia.
"Sebaliknya, melalui PMA, kami dapat memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat
adopsi teknologi di seluruh negeri. Grab hadir dan tumbuh di Indonesia dengan komitmen jangka panjang untuk menjadi mitra pertumbuhan ekonomi lokal," jelasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Telkomsel–Grab Perluas Kolaborasi, Libatkan 2.200 Driver di 4 Kota Sulawesi
Upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan oleh Telkomsel di wilayah Sulawesi. Salah satunya melalui kolaborasi strategis dengan Grab dengan melibatkan ribuan mitra driver
Kamis, 12 Mar 2026 22:10
News
Semangat Berbagi, Mitra Pengemudi Grab Bagikan Ratusan Takjil di Makassar
Solidaritas Mitra Pengemudi Grab Indonesia kembali terasa hangat di bulan Ramadan 1447 H melalui inisiatif tahunan Grab, Kolaborasi Kebaikan (KOLAK) Mitra.
Senin, 09 Mar 2026 13:49
Ekbis
Anggaran Naik 2 Kali Lipat, Grab Hadirkan BHR dan Program Umrah untuk Mitra Pengemudi
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Ketenagakerjaan hari ini mengumumkan program Bonus Hari Raya (BHR) 2026 bagi Mitra Pengemudi transportasi online di Indonesia.
Rabu, 04 Mar 2026 17:29
Ekbis
Ekosistem On Demand Grab Indonesia: Pilihan, Partisipasi, dan Pertumbuhan Ekonomi Digital
Ekonomi digital Indonesia terus berkembang dan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan nasional. Layanan berbasis aplikasi atau on-demand service kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak terpisahkan, mulai dari transportasi
Senin, 02 Mar 2026 01:04
News
GrabKios Jadi Tumpuan Baru Keluarga Almarhum Dandi di Gowa
Sejak Desember 2025, GrabKios akhirnya terwujud di rumah mungil keluarga Dandi. Kehadirannya merupakan realisasi janji Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan.
Kamis, 22 Jan 2026 19:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler