Suhu Politik Golkar Sulsel Meningkat, Usman Marham Dorong Penyatuan di Musda
Kamis, 14 Mei 2026 16:01
Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel kembali menghangat setelah mengerucutnya dua nama kandidat ketua, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari.
Mengerucutnya dua nama ini dinilai dapat menimbulkan dua arah dukungan dalam Musda Golkar Sulsel. Faksi masing-masing kubu bakal kandidat calon ketua Golkar Sulsel makin meruncing.
Apalagi jadwal Musda yang tak kunjung ditetapkan, ditambah narasi-narasi yang menyudutkan satu sama lain dua figur yang mengerucut ini berpotensi membuat kader terpecah.
Seperti, isu bahwa IAS pernah pindah partai dan kasus korupsi nya kembali menjadi perbincangan yang hangat dan dikaitkan dengan kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) Golkar.
Kemudian isu kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Pemprov Sulsel terus dikaitkan dengan Andi Ina.
"Karena terlalu lama ini orang berkelompok, berbagi emosi dan segala macam. Akhirnya terbentuk identitas kelompok yang kuat justru menyulitkan untuk konsolidasi," ucap Pengamat Politik Unhas Ali Armunanto.
Sementara itu, Kader Golkar Usman Marham menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak dibaca sebagai pertarungan dua kubu yang memperuncing situasi internal partai.
“Seharusnya kita bersatu di Musda ini. Jangan saling menjatuhkan. Kita sebagai kader tidak boleh bercerai-berai,” kata Usman pada Kamis, 14 Mei 2026 saat dimintai tanggapan terkait mengerucutnya kandidat dan munculnya berbagai spekulasi politik yang menyertai dinamika Musda.
Pernyataan itu merespons situasi di mana setelah munculnya dua nama kandidat, suhu politik internal Golkar Sulsel disebut meningkat, termasuk beredarnya opini yang menyeret isu personal kedua figur tersebut. Namun Usman tidak ingin memperpanjang narasi tersebut.
“Kalau sudah mengarah ke isu-isu seperti itu, itu bukan semangat Musda. Golkar harus tetap dalam satu garis konsolidasi,” tegas Usman.
Usman menuturkan bahwa agenda Musda Golkar Sulsel ini menjadi sangat penting, dan seharusnya mempersatukan seluruh kader Golkar Sulsel untuk menyambut Pemilu 2029.
“Jangan cuman berbicara siapa ketuanya, tapi bagaimana Golkar Sulsel bisa kembali merebut kemenangan di Pemilu selanjutnya,” tegas Usman.
Saat ditanya terkait kemungkinan adanya kader lain yang maju serta sikap Usman Marham sendiri yang dinilai belum mengambil posisi terbuka dalam kontestasi Musda, Usman hanya merespons santai.
“Kalau gitu apa harus saya maju? Ini nanya tidak serius,” ujarnya sambil tertawa.
"Memang belum ada sinyal (maju di Musda) dari Plt Ketua Golkar Sulsel," tambah Usman.
Usman juga menegaskan bahwa ia tidak mungkin mengambil langkah politik tanpa ada perintah dari Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin .
“Tidak mungkin saya melakukan langkah politik tanpa arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, Kanda Muhidin," tegasnya.
Usman yakin bahwa kerja-kerja Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin saat ini tentu sebagai upaya menyatukan Golkar Sulsel dan batu loncatan untuk memenangkan Golkar di Sulsel.
"Dan saya yakin apapun langkah Kak Muhidin pasti tidak berbeda dengan Ketua Umum Bahlil. Tentu juga Pak Ketum Bahlil ini memantau Sulsel,” kata Usman yang juga Ketua DPD II Golkar Pinrang.
Mengerucutnya dua nama ini dinilai dapat menimbulkan dua arah dukungan dalam Musda Golkar Sulsel. Faksi masing-masing kubu bakal kandidat calon ketua Golkar Sulsel makin meruncing.
Apalagi jadwal Musda yang tak kunjung ditetapkan, ditambah narasi-narasi yang menyudutkan satu sama lain dua figur yang mengerucut ini berpotensi membuat kader terpecah.
Seperti, isu bahwa IAS pernah pindah partai dan kasus korupsi nya kembali menjadi perbincangan yang hangat dan dikaitkan dengan kriteria Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT) Golkar.
Kemudian isu kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas Pemprov Sulsel terus dikaitkan dengan Andi Ina.
"Karena terlalu lama ini orang berkelompok, berbagi emosi dan segala macam. Akhirnya terbentuk identitas kelompok yang kuat justru menyulitkan untuk konsolidasi," ucap Pengamat Politik Unhas Ali Armunanto.
Sementara itu, Kader Golkar Usman Marham menegaskan bahwa kondisi tersebut seharusnya tidak dibaca sebagai pertarungan dua kubu yang memperuncing situasi internal partai.
“Seharusnya kita bersatu di Musda ini. Jangan saling menjatuhkan. Kita sebagai kader tidak boleh bercerai-berai,” kata Usman pada Kamis, 14 Mei 2026 saat dimintai tanggapan terkait mengerucutnya kandidat dan munculnya berbagai spekulasi politik yang menyertai dinamika Musda.
Pernyataan itu merespons situasi di mana setelah munculnya dua nama kandidat, suhu politik internal Golkar Sulsel disebut meningkat, termasuk beredarnya opini yang menyeret isu personal kedua figur tersebut. Namun Usman tidak ingin memperpanjang narasi tersebut.
“Kalau sudah mengarah ke isu-isu seperti itu, itu bukan semangat Musda. Golkar harus tetap dalam satu garis konsolidasi,” tegas Usman.
Usman menuturkan bahwa agenda Musda Golkar Sulsel ini menjadi sangat penting, dan seharusnya mempersatukan seluruh kader Golkar Sulsel untuk menyambut Pemilu 2029.
“Jangan cuman berbicara siapa ketuanya, tapi bagaimana Golkar Sulsel bisa kembali merebut kemenangan di Pemilu selanjutnya,” tegas Usman.
Saat ditanya terkait kemungkinan adanya kader lain yang maju serta sikap Usman Marham sendiri yang dinilai belum mengambil posisi terbuka dalam kontestasi Musda, Usman hanya merespons santai.
“Kalau gitu apa harus saya maju? Ini nanya tidak serius,” ujarnya sambil tertawa.
"Memang belum ada sinyal (maju di Musda) dari Plt Ketua Golkar Sulsel," tambah Usman.
Usman juga menegaskan bahwa ia tidak mungkin mengambil langkah politik tanpa ada perintah dari Plt Ketua Golkar Sulsel Muhidin .
“Tidak mungkin saya melakukan langkah politik tanpa arahan dari Plt Ketua Golkar Sulsel, Kanda Muhidin," tegasnya.
Usman yakin bahwa kerja-kerja Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin saat ini tentu sebagai upaya menyatukan Golkar Sulsel dan batu loncatan untuk memenangkan Golkar di Sulsel.
"Dan saya yakin apapun langkah Kak Muhidin pasti tidak berbeda dengan Ketua Umum Bahlil. Tentu juga Pak Ketum Bahlil ini memantau Sulsel,” kata Usman yang juga Ketua DPD II Golkar Pinrang.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
IAS Roadshow ke Daerah, Tegaskan Kekuatan Golkar Harus Merata di Sulsel
IAS saat melakukan konsolidasi dengan jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara, Rabu (12/8) di Kantor Golkar Luwu Utara.
Kamis, 13 Agu 2026 05:17
Sulsel
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
Sejumlah tokoh senior Partai Golkar di Kabupaten Bulukumba mendorong Andi Hamzah Pangki (AHP) kembali memimpin DPD II Partai Golkar Bulukumba.
Rabu, 12 Agu 2026 15:39
News
Roadshow Hari Kedua, IAS Keliling Tiga Daerah: Konsolidasi Golkar hingga Melayat Mantan Bupati
Roadshow konsolidasi Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memasuki hari kedua dengan agenda padat di tiga daerah, Selasa (11/8).
Rabu, 12 Agu 2026 10:11
Sulsel
Sambut Roadshow IAS di Pinrang, Usman Marham Gaungkan Regenerasi dan Soliditas Golkar
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, menegaskan pentingnya regenerasi dan soliditas kader dalam menghadapi agenda politik ke depan.
Selasa, 11 Agu 2026 20:51
Sulsel
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh kader Golkar tidak alergi terhadap kritik.
Senin, 10 Agu 2026 17:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
5
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua